FILM INTERNASIONAL

'HULK' Versi Mark Ruffalo Bakal Punya Film Sendiri?

Kamis, 24 Juli 2014 05:51 | 

Mark Ruffalo


'HULK' Versi Mark Ruffalo Bakal Punya Film Sendiri?




Kapanlagi.com - Hingga saat ini The Hulk telah tampil di layar lebar dua kali di layar lebar, dan ketika kedua film tersebut memiliki penggemar masing-masing, tidak ada diantara keduanya yang benar-benar disukai. Seiring berjalannya waktu Mark Ruffalo datang sebagai Bruce Banner di THE AVENGERS, penggemar sudah terbelah dalam perdebatan siapa hulk terbaik. Hal inilah yang menyebabkan mengapa sang pahlawan super belum tampil di filmnya sendiri dan Ruffalo bukanlah sosok yang tepat untuk diharapkan dalam sebuah blockbuster.

Ketika diwawancarai oleh Entertainment Weekly, Ruffalo secara mengejutkan seperti sedang menyambut kembali kehadirannya dalam film sebagai pemeran utama, dan menyebutkan bahwa Hulk versinya lebih instropektif.

"Saya rasa ini adalah hal yang baik untuk Banner, untuk mengetahui apa yang harus kami lakukan terhadapnya, untuk membuat ceritanya tetap menarik. Saya pikir ada sesuatu dari hubungan antara Sang profesor dan alter egonya yang dapat ditelusuri," ungkap Ruffalo.

Ada sesuatu yang menarik, Hulk takut dengan Banner dan begitu pula sebaliknya. Ruffalo sendiri telah memikirkannya selama bertahun-tahun, tapi belum pernah benar-benar serius berpikir, karena ia tidak tahu apa yang belum pernah dilakukan.

"Untuk saat ini, ada hal yang tampak menjadi penyebab konfrontasi antara keduanya yaitu eksistensi. Kamu tahu? mereka bertarung demi eksistensi," ungkapnya.

Menjadi menarik karena dalam HULK dan THE INCREDIBLE HULK sang alter ego mengambil karakter dari pemeran utama masing-masing. Dalam versi Eric Bana yang disutradarai oleh Ang Lee tampak lebih pemalu, introvert, tidak yakin terhadap dirinya sendiri dan sedikit aneh. Sedangkan menurut Edward Letterier, Hulk mengambil karakteristik dari Edward Norton, filmnya lebih sedikit mikir dan asal usul, tapi ternyata tetap tidak bertahan lama.

Melihat latar belakang Ruffalo di film Indie, visinya terhadap karakter tampaknya kurang menjual dibanding dengan dua versi sebelumnya. Sang eksekutif akan menyadari bahwa mungkin biayanya akan lebih murah, dan ada kemungkinan mendapat untung. 

Mark Ruffalo juga sepertinya sudah menyadari bahwa penonton lebih senang melihat Hulk menghancurkan berbagai hal dibanding hanya berkonflik batin dengan diri sendiri. Bukan berarti hal itu tidak baik. Akan tetapi proporsi durasi tampil dalam film sangat berbeda dengan drama panjang yang ditampilkan di televisi.

Ruffalo berpikir dengan cara lain, tampak terlihat, akan tetapi film Hulk yang instropektif  akan berdiri sangat jauh dari ciri khas produksi Marvel lainnya. Pengharapan terhadap hancur-menghancurkan dengan tangan kosong memang hanya ditujukan kepada makhluk hijau ini, juga harus mengakomodir tradisi dari Marvel, penuh spesial efek, petualangan lucu dan jenaka dan menuju pada dunia yang lebih luas. (kpl/sic)

Rekomendasi Pilihan





Lihat Arsip Film Internasional

- - -