'Mayat' Daniel Radcliffe Kentut Terus, Banyak Orang Tak Tahan

Senin, 25 Januari 2016 20:52 Penulis: Rahmi Safitri
'Mayat' Daniel Radcliffe Kentut Terus, Banyak Orang Tak Tahan Daniel Radcliffe © shutterstock
Kapanlagi.com - Kangen dengan akting Daniel Radcliffe? Tenang sebentar lagi kalian bisa nonton 'mayat' Daniel diseret-seret. Sebenarnya ada apa sih dengan bintang yang terkenal lewat film seri HARRY POTTER ini?

Tak perlu khawatir, itu semua hanya terjadi dalam film terbaru Daniel yang dibintangi bareng Paul Dano, SWISS ARMY MAN. Film ini salah satu yang ditayangkan di Sundance Film Festival dan jadi salah satu yang ditunggu-tunggu penonton.

SWISS ARMY MAN berkisah tentang seorang pria tersesat (diperankan Paul Dano) dan berteman dengan mayat yang baru saja terseret hingga ke pantai setelah tenggelam di laut. Yang lebih lucu lagi nih, mayat yang diperankan Daniel harus kentut di sepanjang film.

Film ini dibuka dengan mayat Daniel Radcliffe yang terbawa arus ke pantai. Karakter yang diperankan Paul Dano kemudian menginspeksi tubuh mayat tersebut yang selalu buang gas serta mengalami ereksi.

Paul Dano dan Daniel Radcliffe dalam SWISS ARMY MAN © Blackbird FilmsPaul Dano dan Daniel Radcliffe dalam SWISS ARMY MAN © Blackbird Films

Menurut Variety, saat film ini ditayangkan di Sundance Film Festival, banyak penonton yang tak tahan gara-gara melihat mayat yang selalu kentut. Alasan penonton keluar dari gedung pertunjukkan memang bukan hanya karena melihat mayat kentut saja sih, tapi juga karena dialog dalam film tersebut. Maklum SWISS ARMY MAN punya dialog yang tak biasa, salah satunya terdapat diskusi panjang tentang seks dan (maaf) masturbasi yang membuat sebagian penonton merasa tak nyaman.

SWISS ARMY MAN digarap oleh dua sutradara yang dikenal di dunia video klip, Daniel Kwan dan Daniel Scheinert. Menurut Scheinert ide awal dari film independen ini adalah dari 'fart joke (candaan tentang kentut)'. Fart joke adalah salah satu jenis candaan di Amerika Serikat yang bagi sebagian orang disebut sangat tidak berkelas, jadi hanya kelompok-kelompok tertentu saja yang bisa menerima atau tertawa mendengarnya.

Kira-kira bakal cocok dengan orang Indonesia nggak ya kalau seandainya ditayangkan di sini? Let's wait and see!

(var/pit)

Editor:

Rahmi Safitri


REKOMENDASI
TRENDING