HOLLYWOOD

Muncul Rumor Pangeran William Selingkuh, Kensington Palace Pilih Bungkam

Jum'at, 12 April 2019 22:28 Penulis: Sora Soraya

Pangeran William - Kate Middleton © AFP

Kapanlagi.com - Belum lama ini beredar sebuah kabar mengejutkan yang datang dari British Royal Family. Sesuai rumor yang beredar, Pangeran William dilaporkan telah berselingkuh di belakang Kate Middleton. Parahnya lagi, wanita yang diduga menjadi selingkuhannya adalah sahabat Kate yang bernama Rose Hanbury.

Berbagai kabar pun muncul di media-media asing. Satu per satu isu menyeruak ke permukaan, berusaha membongkar isu perselingkuhan Pangeran William dan Rose Hanbury, wanita yang juga berstatus bangsawan asal Inggris.

Berhasil membuat banyak orang penasaran, nggak heran jika pada akhirnya mulai banyak yang bertanya soal kebenaran kabar ini. Banyak yang meragukan kalau William tega berselingkuh terlebih saat Kate Middleton dalam kondisi hamil anak ke-3.

1. Bungkamnya Kensington Palace

Sayangnya, hingga saat ini pihak Kensington Palace masih bungkam dan enggan memberikan komentarnya. Beberapa media bahkan menyebutkan kalau mereka juga menolak menyampaikan tanggapannya atas rumor perselingkuhan Pangeran William ini.

2 akun utama Kerajaan Inggris yang bernama @kensingtonroyal dan @theroyalfamily juga sama sekali tak menuliskan update apapun di Instagram mereka. Nggak heran jika pada akhirnya banyak yang bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi.

2. Surat Ancaman

Meski belum memberikan komentar apapun, muncul sebuah laporan yang bilang kalau British Royal Family siap menuntut media-media Inggris yang menyebarkan rumor perselingkuhan ini. Situs Daily Beast mengklaim bahwa pengacara Pangeran William siap mengambil langkah tegas.

Tepatnya pada 9 April lalu, pengacara Pangeran William telah mengirim surat ancaman kepada beberapa kantor media di Inggris. "Tidak hanya palsu dan menimbulkan banyak kerugian, spekulasi palsu yang dipublikasikan telah merusak kehidupan pribadi klien kami, dan itu melanggar Pasal 8 Konvensi Eropa tentang Hak Asasi Manusia," begitu bunyi penggalan surat dari firma hukum Harbottle and Lewis.

(kpl/sry)

Editor: Sora Soraya


REKOMENDASI
TRENDING