Ade Irawan Laporkan Jun Mahir ke Polres Jaksel

Selasa, 28 Oktober 2008 15:49 Penulis: Erlin
Kapanlagi.com - Keluarga Irawan nampaknya belum juga merasa cukup dengan perbuatan Junaidi Mahir terhadap Safitri Irawan. Kali ini Ade Irawan didampingi pengacaranya, Gusti Randa datang ke Polres Jakarta Selatan untuk melaporkan Jun yang telah membuat dokumen palsu.

"Saya sudah single parent selama 19 tahun dan membesarkan anak sendirian. Dan sekarang cucu saya nggak diakui sama bapaknya. Ibu mana yang nggak sakit hati, di sini saya mau penegakan hukum. Setelah ada berita di infotainment saya langsung bergerak cari bukti pernikahan mereka (Jun dan Moudy). Akhirnya di temukan di KUA Cimenyan, Bandung," ungkap Ade Irawan yang ditemui di Polres Jaksel Selasa (28/10).

Pelaporan ini menurut Gusti Randa demi memberikan bukti tambahan soal dugaan pemalsuan dokumen yang dilakukan Jun. "Kita memberikan tambahan bukti-bukti otentik, yang diduga telah dipalsukan. Kalau itu benar palsu berarti tidak terjadi pernikahan. Itu sangat disayangkan, karena ada dokumen palsu seperti yang tertera dalam akte. Jun statusnya perjaka padahal dia masih jadi bapak atau suami Safitri. Kalau pernikahannya palsu, tidak sesuai dengan undang-undang karena ada anak dalam perkawinan sebelumnya. Jadi status Emir (anak Safitri dan Jun) bisa hangus. Jun juga membuat dan melakukan keterangan palsu pada KUA Cimenyan, Bandung," ungkap Gusti yang mendampingi Ade.

Junaidi dan Moudy Wilhelmina menikah pada Agustus 1998, sedang Junaidi mengajukan gugat cerai pada Safitri pada bulan Desember 1998. Jika terbukti terjadi pemalsuan dokumen, Jun akan dikenai pasal 266, soal pemalsuan dan terancam hukuman tujuh tahun penjara. Sedang Moudy dapat dijerat dengan pasal 55 karena ikut membantu melakukan kejahatan dengan ancaman hukuman 1 sampai 2 tahun.  

(kpl/buj/erl)

Editor:

Erlin


REKOMENDASI
TRENDING