Arie Untung Persiapkan Awal Puasa Dengan Mengaji Bersama Keluarga

Selasa, 15 Mei 2018 14:50 Penulis: Dhefa Mauren Roos Mary
Arie Untung Persiapkan Awal Puasa Dengan Mengaji Bersama Keluarga Arie Untung & Fenita Arie © KapanLagi.com//Agus Apriyanto

Kapanlagi.com - Ramadan tinggal menghitung hari. Sejumlah persiapan pun mulai dilakukan. Mulai dari kudapan saat berbuka, sampai mengaji. Hal inilah yang sedang dipersiapkan oleh keluarga Arie Untung dan Fenita Arie.

Ditemui di MNC Studios, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (9/5), presenter ini menceritakan persiapan ramadannya bersama keluarga. Menurut Arie, keluarganya sangat antusias dengan datangnya bulan ramadan. "Ya keluarga kami sangat antusias ya menunggu ramadan seperti halnya lagi menunggu sebuah produk launching," katanya.

Arie Untung & Fenita Arie © KapanLagi.com//Agus ApriyantoArie Untung & Fenita Arie © KapanLagi.com//Agus Apriyanto

Menyongsong bulan penuh berkah ini ia menyampaikan bahwa keluarganya telah memilki sebauh rencana kegiatan yang akan dilakukan selama bulan puasa. Kata Arie, "Kita menyiapkan banyak schedule ibadah bersama." Dimana jadwal ibadah bersama ini diakuinya akan menyesuaikan jadwal pekerjaan terlebih dahulu.

Rencana ibadah bersama ini rupanya telah disusun matang-matang. Dimulai dari berkumpul bersama keluarga sampai mendatangkan guru ngaji sejak hari pertama puasa. Bukan tanpa tujuan, hal ini dilakukan demi tercapainya khatam Al-Qur'an. "Biar jadinya ketika kita mau tadarusan, khatam Al-qur’an di bulan itu semuanya bisa dimulai dari situ," ujar Arie.

Bukan hanya keluarga, Arie dan Fenita terbuka bagi teman-teman yang mau mengaji bersama. Demikian penuturannya, "Jadi yang sudah bisa baca, yang belum bisa baca semua dijadikan satu, kita undang teman-teman ramai-ramai." Baru setelahnya mereka akan berbuka puasa bersama keluarga karena pada hari-hari selanjutnya mereka akan jarang berkumpul bersama keluarga karena urusan pekerjaan.

Terkait dengan rencana mengaji bersama ini, Arie  memastikan bahwa kedua anaknya akan ikut. "Kalau anak-anak lebih ke teknis, praktik ya. Apa yang sudah menjadi kewajiban, ... bagaimana kita merutinkan ibadah-ibadah wajib, mengajarkan yang sunah-sunah, tapi dengan cara yang santai, dengan cara yang mudah dicerna pakai bahasa mereka. Daya tarik dengan apa yang mereka suka," tutupnya.

(kpl/rhm/ren)

Reporter:

Nuzulur Rakhmah


REKOMENDASI
TRENDING