Begini Cara Menanamkan Budaya Membaca di Keluarga Lukman Sardi

Selasa, 15 November 2016 10:10 Penulis: Ahmat Effendi
Begini Cara Menanamkan Budaya Membaca di Keluarga Lukman Sardi Lukman Sardi ©KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Aktor kawakan Lukman Sardi merupakan putra dari almarhum pemain biola legendaris Idris Sardi. Sejak kecil Lukman banyak belajar tentang budaya membaca dari ayahnya. Di pagi hari tak jarang ayahnya dulu selalu menyempatkan waktu untuk sejenak membaca koran.

"Yang menarik itu setiap pagi Papaku selalu baca koran. Awali dari situ biasa lah anak ya kan lihat jadi lama-lama apa yang Papa baca aku juga baca. Kasih dia menerapkan dengan apa yang dilakukan. Selain baca koran Papa aku juga suka nonton berita, jadi rasanya jadi pengen tahu," ujar Lukman Sardi di CGV Blitz, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (7/11).

Lukman Sardi sempat membahas bahwa hubungan ayah dan anak di masa lalu berbeda dengan masa sekarang. Meski Lukman mengikuti kebiasaan membaca sang ayah, namun ia mengenang dulu apa yang dibacanya tak pernah dibahas bersama sang maestro biola.

Lukman Sardi mengakui budaya membaca diwariskan dari ayahnya Idris Sardi. ŠKapanLagi.com/Muhammad Akrom SukaryaLukman Sardi mengakui budaya membaca diwariskan dari ayahnya Idris Sardi. ŠKapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

"Kalau dulu aja ya aku bukan tipe yang kayak gitu. Dia orang yang lebih strict, kayak bapak, tapi sebelum dia meninggal kita lebih banyak diskusi. Tapi waktu kita kecil sih nggak. Yang mau aku terapkan ke anak pada saat dia nonton apa atau baca apa aku berusaha untuk membahas dan tidak berhenti di titik itu," ujarnya.

Hubungan antara ayah dan anak di zaman sekarang menurut Lukman Sardi jauh lebih cair daripada di masa lalu. Karena itu pendidikan dan cara pendekatan Lukman kepada tiga anaknya beda dengan pendekatan almarhum Idris Sardi kepadanya.

"Aku pikir sih gitu ya karena budaya juga perkembangan zaman dan segala macam. Kalau zaman dulu kan kehidupannya TV cuma satu TVRI sekarang more fleksibel. Bukan berarti kita nggak kasih disiplin," tandasnya.

(kpl/aal/sjw)

Reporter:

Sahal Fadhli


REKOMENDASI
TRENDING