Bella Saphira Hobi Koleksi Kain Tradisional Indonesia

Kamis, 07 Mei 2015 22:17 Penulis: Ratih Adiwardhani
Bella Saphira Hobi Koleksi Kain Tradisional Indonesia Bella Saphira ©KapanLagi.com
Kapanlagi.com - Aktris cantik Bella Saphira ternyata merupakan kolektor kain tradisional Indonesia, khususnya batik tulis. Diakui Bella, kain batik miliknya merupakan koleksi turun-temurun dari ibunya.

"Ya emang kebetulan ada koleksi. Awal mulanya kan dari ibu, jadi sebenarnya saya meneruskan saja," ujar Bella Saphira saat ditemui di acara Yayasan Pernik Nusantara di kawasan Barito, Jakarta Selatan, Rabu (29/4).

Bella mulai mengumpulkan kain batik sejak tahun 2002 silam. Koleksinya pun beragam dari setiap daerah.  "Awal mulanya itu 2002 punya satu dua buah, dikumpul-kumpulin. Terus saya ngumpulin satu-satu dari setiap daerah," ujarnya.

Bagi Bella, nilai lebih dari kain tradisional Indonesia adalah nilai historis di balik motif batik tersebut. Selain itu, dengan membeli kain tradisional berarti ikut menghargai jerih payah para pengrajin kain saat membuatnya.

"Sebenarnya lebih ke nilai khasanahnya sih karena saya menghargai sejarahnya batik. Juga upaya pengrajin batik yang dilakukan dari dulu sampai sekarang kan enggak gampang," tambahnya.

Bella Saphira koleksi batik dan tenun ©KapanLagi.comBella Saphira koleksi batik dan tenun ©KapanLagi.com

Meski memiliki puluhan koleksi kain batik, namun Bella sebenarnya lebih menyukai kain tenun seperti kain ulos dan songket. "Favorit saya tenun karena saya dari Sumatera Utara, jadi saya suka sekali motif ulos semua punya arti. Lalu songket Palembang songket Padang tenun NTT NTB saya suka banget," jelasnya.

Bella mengaku tidak memiliki budget khusus untuk melengkapi koleksinya. Ia lebih suka membeli kain jika ada acara tertentu. "Kalau budget khusus, tidak. Sekarang lebih ke event aja, kayak sekarang ketemu batik Sukabumi saya belum punya jadi saya beli," terang Bella.

Tak hanya mengoleksi, Bella juga belajar cara merawat kain tradisional koleksinya. Untuk perawatan, ia memilih menggunakan rempah alami daripada cairan kimia.

"Perawatannya emang agak hati-hati yah. Ada seorang sahabat kawan di Solo yang ngajarin saya taruh beberapa rempah-rempah dimasukin di dalam kain, nanti diangin-anginin sebulan sekali. Kalau yang disimpen enggak saya cuci, belum yang dijahit, enggak saya cuci," pungkasnya.

(kpl/hen/rth)


REKOMENDASI
TRENDING