Bisnis Label Rekaman di Ambang Kehancuran

Bisnis Label Rekaman di Ambang Kehancuran Rahayu Kertawiguna, Produser Nagaswara

Kapanlagi.com - Tidak dipungkiri bahwa pembajakan CD musik Indonesia cukup meresahkan, tapi ketika bisnis Ring Back Tone semarak, para musisi dan orang-orang yang terlibat dalam industri musik tidak terlalu mempersoalkan. Namun ketika pemerintah meminta untuk meregistrasi ulang, membuat RBT menjadi lesu.Hal itu sangat dirasakan oleh para musisi termasuk Badai Kerispatih. "RBT gak dinonaktifkan, tapi registrasi ulang. Banyak yang belum registrasi ulang, mungkin orang Indonesia malas diribetkan," ungkap Badai.Senada dengan Badai, produser label Nagaswara, Rahayu Kertawiguna yang ditemui ketika akan melantik anggota DPD PAPPRI DKI Jakarta di gedung PPHUI, Kuningan, Jaksel, Senin (5/12) merasakan lesunya bisnis di industri musik."Bisnis label itu di ambang kehancuran. Sekarang ini bisnis di manajemen, seperti Musica, Trinity, Nagaswara punya nasib yang sama. Kalau mereka mati, Nagaswara juga mati," kata Rahayu.Meski begitu, Rahayu masih optimis jika pembajakan bisa diberantas. Dan dirinya mempunyai cara tersendiri untuk menyelesaikan masalah itu."Saya ingin pemberantasan CD illegal di Glodok. Itu yang selama ini menampung CD bajakan. Kalau dibiarkan industri musik tidak semangat lagi. Sedangkan RBT sudah tewas nih. Sebetulnya gak sulit, terbukti di Jatim saat Kapoldanya Pak Herman bisa menekan pembajakan. Saya gak mau penjual CD bajakan itu ditangkapi, mereka dilibatkan saja, mereka kita suruh jual CD original, tapi kan tentu harganya ditekan," tutupnya. 

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(kpl/hen/faj)

Rekomendasi
Trending