SELEBRITI

Coba Profesi Baru Sebagai Presenter, Susi Pudjiastuti: Saya Lebih Milih Pacul-Pacul di Kebun

Selasa, 23 Juni 2020 21:15

Susi Pudjiastuti / Credit: Instagram - susipudjiastuti115

Kapanlagi.com - Susi Pudjiastuti saat ini sudah masuk jadi salah satu wanita yang begitu diidolakan oleh netizen. Alasannya tak lain karena ketegasan beliau selama menjabat jadi Menteri Kelautan dan Perikanan di era pemerintahan Jokowi periode pertama.

Meski kini sudah tak lagi menjabat sebagai menteri, namun sosok Susi masih kerap jadi perbincangan publik di media sosial. Berkaca dari popularitasnya, wanita berusia 55 tahun itu lantas ditawari sebuah job baru untuk jadi seorang presenter di program bertajuk Susi Cek Ombak yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi.

Menjadi presenter merupakan sebuah tantangan dan pengalaman baru bagi Susi. Ibu 2 anak itupun lantas memberikan kesan dan pendapatnya setelah selesai menjalani syuting perdana belum lama ini.

1. Lebih Memilih Mencangkul di Sawah

Menjadi seorang presenter diakui begitu berat oleh Ibu Susi. Dan jika harus memilih, beliau malah lebih suka mencangkul di sawah atau kerja lapangan.

"Capai juga rupanya. Saya sekarang sadar bahwa menjadi host atau presenter itu kerjaannya berat. Saya kalau boleh pilih ya lebih senang kerja di kebun, pacul-pacul, nanam-namam pohon. Tidak terlalu banyak makan tendensi di sini (pikiran)," keluh Ibu Susi pada video berdurasi sekitar 1 menit di Twitter.

2. Tantangan Terberat Jadi Presenter

Dari pengalaman syutingnya itu, Susi sudah bisa memetik beberapa pelajaran penting terkait tugas dari seorang presenter. Meski dirasa berat, namun tak menutup kemungkinan jika wanita kelahiran Pangandaran ini bakal tetap menjalankan job barunya.

"Selain ngomong juga harus menjaga bahwa pemirsa itu akan tetap senang dengan apa yang kita bicarakan, kita tampilkan. Banyak sekali yang menjadi poin-poin perhatian. Terima kasih," tambahnya.

"Apresiasi tinggi untuk semua host dan presenter karena saya sekarang merasakan beratnya jadi host. Tidak hanya berbicara, tapi juga harus menjaga agar pemirsa tetap senang mendengarkan sampai akhir," tutup Ibu Susi.


REKOMENDASI
TRENDING