SELEBRITI

Curhat Dian Sastro Untuk Inspirasi dan Motivasi Perempuan Indonesia

Kamis, 02 Mei 2019 10:33 Penulis: Canda Permana

Dian Sastro saat isi materi di AIA (credit: KapanLagi.com/Budy Santoso)

Kapanlagi.com - Sebagai bentuk dukungan terhadap kesetaraan gender sekaligus merayakan Hari Kartini, Dian Sastrowardoyo seorang pekerja seni dan artis Indonesia tampil sebagai pembicara dalam acara AIA With Her. Melalui acara ini, AIA bertujuan menginspirasi dan memotivasi perempuan Indonesia untuk mengembangkan potensi dan mewujudkan cita-cita mereka.

Dian memaparkan berbagi pengalaman pribadinya kepada semua peserta women talks, didampingi Presiden Direktur Ben Ng dan Desy Natalia Widjaja, Head of Financial PT AIA Financial, sesaat sebelum dimulainya acara.

"Aku seorang aktris dan juga ibu dari 2 orang anak dan seorang istri dari seorang suami yang baik hati yang selalu mensupport aku dalam berkarir. Dan tahun ini aku udah jadi seorang produser film, yang mana kalau udah jadi seorang produser bisa nentuin film-film mana dan apa aja yg bisa beredar di Indonesia, baik film komedi, film horor dll. Aku juga seorang entrepreneur buka dikit2 usaha kecil-kecilan green wok (gerai kuliner makanan sehat) yang menawarkan cita rasa khas Indonesia ada cabe ijo, nasi konyaku dari Jepang yang rendah kalori," papar Dian.

 

 

 

1. Menjadi Pekerja Kantoran

Aktivitas yang luar biasa padat tidak membuat Pemeran AADC ini melupakan keluarganya, pernah ketika industri film terpuruk Dian pun sempat berhenti kurang lebih 6 tahun beralih menjadi pekerja kantoran dalam bidang
consulting dan ditahun 2013 Dian akhirnya kembali ke industri hiburan.

"Aku senang belajar hal hal baru dan hal apa sih yang terakhir aku pelajari, penting banget aku kembali masuk industri hiburan walau sempet berhenti dan balik lagi ke film ditahun 2013, bikin pameran kain sumba, bikin pameran untuk galang dana untuk sumber-sumber air di sumba, beasiswa Dian untuk membantu anak-anak yang ingin bersekolah, aku pilih sekitar 6 anak (semuanya perempuan) untuk jadi orang tua asuh, menyekolahkan mereka sampai ke perguruan tinggi," ucap Dian.

2. Nostalgia Masalalu

Lulusan sarjana filsafat Universitas Indonesia ini pun kembali bernostalgia ke
masa lalu "Saya adalah seorang anak dari seorang ibu-ibu yang berkarir banget, yang saya inget ibu saya itu dulu ngantor, pernah jadi sekretaris, terus sekolah lagi S2, masuk perbankan 12 tahun, ibu saya sekarang sudah
pensiun, event sudah pensiun dia pun jadi seorang dosen Bahasa Inggris di UI, walau cuma honorer, Tapi Intinya ternyata dengan dibesarkan oleh seorang ibu yang selalu bekerja, selalu pulang malam, selalu bawa PR kerumah karena pasti gak selesai dikantor itu bikin saya bisa melihat bahwa hidup itu gak gampang. Kalau saya makan di restoran hari sabtu minggu ibu saya tetep kerja, kaki jadi tangan, tangan jadi kaki, gak ada tuh ibu saya ongkang-ongkang kaki di rumah gak ngapa ngapain, dimana secara sadar saya jadi tahu bahwa ibu saya hidupnya penuh kerja keras, saya juga ikut terpacu utk kerja keras krn itu instingtif.. panggilan natural.. kalo saya udah bisa kerja, saya mau bantu ibu saya, saya gak pengen dia capek terus," curhat Dian.


REKOMENDASI
TRENDING