SELEBRITI

Dipanggil Sebagai Saksi, Iis Sugianto Mengaku Pemeriksaan KPK Berjalan Santai

Kamis, 29 Agustus 2019 19:06 Penulis: Dhimas Nugraha

Iis Sugianto ©KapanLagi.com/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Penyanyi Iis Sugianto baru saja dipanggil oleh penyidik KPK pada 13 Agustus 2019 lalu. Ia diperiksa penyidik KPK sebagai saksi atas dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang oleh mantan Dirut PT Mugi Rekso Abadi, Soetikno Soedarjo, serta kepemlikian aset mantan Dirut PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar.

Seperti yang diketahui, Emirsyah Satar membeli rumah Iis Sugianto yang berlokasi di Pondok Indah beberapa tahun lalu. Namun, Iis sendiri tak pernah tahu jika uang yang dipakai untuk membeli rumahnya adalah hasil korupsi.

Meski tak ada kerugian materi, Iis Sugianto merasa dengan adanya kasus ini, namanya ikut tercemar. Untuk menghilangkan kesalahpahaman tersebut, ia pun akhirnya menjelaskan kenapa ia datang ke KPK.

"Rugi nama saya lah. Maksudnya saya mana tahu itu uang hantu dari beliau. Ya, orang kan melihat saya bermasalah karena dipanggil KPK," tutur Iis saat ditemui di SCTV Tower, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (29/8).

1. Pemeriksaan Berjalan Santai

Ketika dipanggil sebagai saksi, Iis mengaku sempat protes kepada penyidik KPK. Bahkan, ia meminta para penyidik untuk melakukan penyidikan di rumahnya.

"Saya juga protes sih, kenapa enggak dateng ke rumah. Katanya kalau mereka (penyidik KPK) ke tempat saya, takut kongkalikong. Jadi saya disuruh datang dan didampingi sekali dengan baik, dan saya dikasih pers rilis untuk wartawan," paparnya.

Selama diperiksan KPK sebagai saksi, Iis Sugianto dikawal ketat oleh petugas. Namun, selama pemeriksaan, ia mengaku sangat santai dengan para penyidik.

"Enggak deg-degan, baik sekali. Kita ketawa-ketawa sama penyidik karena mereka (penydik KPKI) tahu saya tak tahu apa-apa. Saya enggak terlibat," tandasnya.

2. Iis Ambil Sisi Positif dari Kasus Ini

Meski namanya sempat tercemar karena kasus ini, Iis Sugianto pun menanggapinya dengan berpikir positif. Menurutnya, masih banyak orang yang belum tahu apa yang sebenarnya terjadi. Ia pun menjelaskan kedatangannya ke KPK, karena sebagai saksi untuk membantu KPK.

"Ambil positif aja sih ya, orang sering ngomongin jelek ke saya, yaudah lah biarin. Ada langsung terangin ke media, itu bukan saya yang korupsi. Saya membantu KPK memberikan dtaa-data agar terungkap bahwa dia memang koruptor," pungkas wanita 57 tahun ini.

 

3. Iis Hanya Sebagai Saksi

Soal kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan oleh Emirsyah Satar dan Soetikno Soedarjo, Iis mengatakan jika ia sama sekali tak terlibat. Sekali lagi, ia menjelaskan hanya sebagai saksi.

"Saya nanti jadi saksi di persidangan nanti. Karena dari situ ketahuan dia itu TPPU," tutupnya.

 

(kpl/aal/dim)

Reporter: Sahal Fadhli


REKOMENDASI
TRENDING