SELEBRITI

Eko Patrio Merasa Ditampar Anak Sendiri, Gara-Gara Nayla Ikut Protes RUU KUHP

Kamis, 26 September 2019 11:55 Penulis: Galuh Esti Nugraini

Eko Patrio © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - RUU KUHP memang menimbulkan polemik, ada beberapa Undang-Undang yang menjadi kontroversial. Karena itu banyak masyarakat yang protes. Bahkan anak sulung Eko Patrio sendiri juga ikut menolaknya.

Padahal seperti yang diketahui jika Eko merupakan anggota DPR. Ia kembali terpilih sebagai anggota DPR periode 2019-2024.

Protes sang anak, Nayla Ayu Adrevi Putri Purnomo ini terlihat dari unggahannya di insta story. Yang kemudian oleh Eko Patrio kembali diposting di akun pribadinya.

1. Anak Persoalkan Wanita Pulang Malam

Rupanya Nayla merasa tidak setuju dengan RUU KUHP soal pasal yang mengatur perempuan pulang malam. Karena baginya, Undang-Undang itu membatasi ruang geraknya. Apalagi ia adalah seorang Kpopers.

"RUU KUHP mengancam berpotensi mengancam K-Popers dengan:
1. Perempuan dilarang keluar jam 10 malam, padahal konser K-Pop selesai >8 malam? Kalo konsernya di ICE BSD dan rumahmu di Condet, kamu nggak bakalan sampe rumah jam 10 malam. Masa iya abis nonton konser ditangkep???" ungkapan Kpopers yang direpost oleh Nayla, Rabu (25/9/2019).

Seperti yang diketahui persoalan wanita pulang malam itu tercantum dalam pasal 432 yang berbunyi, setiap orang yang bergelandangan di jalan atau di tempat umum yang mengganggu ketertiban umum dipidana dengan pidana denda paling banyak kategori I.

2. Reaksi Eko Patrio

Mengetahui soal protesan sang anak, Eko Patrio pun langsung bereaksi. Bahkan ia merasa tertampar oleh sikap Nayla itu.

"Bapaknya ketampar sama anak sendiri #4senyum5ketawa #melekpolitik #simalakama," tulis Eko Patrio dalam postingannya.

3. Eko Patrio Beri Pengertian

Untungnya ia pun tak langsung naik pitam. Ia malah berikan penjelasan, maksud dari pasal itu. Tak hanya untuk sang anak, namun juga kepada semua lapisan masyarakat.

"Jawab serius dikit yah, 'bacanya jangan sepotong-sepotong, maksud dari pasal ini apabila seorang perempuan di tengah malam dan terlunta-lunta di jalanan seperti gelandangan maka akan terkena denda 1 juta, maksud pasal 432 ini, justru ingin melindungi perempuan, bukan pulang malam terus ditangkap, namun ada alasan lain seperti hidup gelandangan di tengah malam, salah dari RUU ini adalah kurang sosialisasi'," tutupnya.


REKOMENDASI
TRENDING