SELEBRITI

Foto Anak Disalahgunakan Untuk Menipu, Asri Welas Kecewa Tapi Pilih Maafkan Pelaku

Minggu, 09 Desember 2018 20:10 Penulis: Mita Anandayu

Asri Welas © KapanLagi.com/Agus Apriyanto

Kapanlagi.com - Musibah tengah menimpa Asri Welas dimana beberapa waktu lalu foto sang anak, Rayyan Gibran, disalahgunakan seseorang untuk melakukan penipuan. Judika Gultom, kuasa hukum Asri sekaligus tim advokasi PASKI (Persatuan Artis Seniman Komedian Indonesia) mengaku telah mengantongi identitas sang pelaku. Diketahui pemilik nomor rekening tersebut atas nama Taibah.

"Sejauh ini kan kalau untuk mengantongi identitas pelaku kita harus melakukan pelaporan dulu kan. Minimal ke cyber crime polda, yang punya wewenang itukan mereka. Cuma saya ngecek nomor rekening itu atas nama Taibah, kemungkinan memang nama taibah itu,tapi ya kita belum tau. Kita masih menduga-duga nih," jelas Judika ketika ditemui di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (9/12).

1. Video di Tahun 2017

Asri juga menjelaskan bahwa foto yang digunakan pelaku merupakan foto yang dicapture dari videonya di tahun 2017. Video saat sang anak menjalani operasi mata tersebut dikarenakan ia ingin memberikan edukasi kepada masyarakat seputar anak yang lahir dengan katarak. Sampai saat ini pun Asri juga masih menyimpan video tersebut.

"Ada, itu 11 September 2017. Itu kan bisa liat itu sebenarnya video saya merekam video anakku, sama dia dicapture. Ketika dia memang mau operasi kan. Sebelum dia oprasi mata kanan ditulis ya gitu sebelah kanan supaya ditandai dulu sbelah kanan yg memang mau di operasi gitu," jelasnya.

"Saya sebenernya mau mengunggah apa yg terjadi sama anak saya sebenarnya untuk edukasi supaya misalnya mudah-mudahan jangan ada anak lahir dengan katarak tapi ketika anak lahir dengan katarak seperti Gibran ada proses dan tahap-tahap yang harus dilewati tapi bukan untuk penipuan seperti ini," tambah Asri.

2. Asri Merasa Kecewa

Kejadian yang menimpanya ini pun membuat dirinya merasa kecewa kepada sang pelaku. Keluarga pun menyarankan Asri untuk memaafkan pelaku.

"Saya ngerasa kok sosial media bgitu jahat ya sekarang menghalalkan segala cara apalagi ini anaknya saya bukan anaknya dia. Jadi dia mengaku ngaku anaknya itu maksudnya apa ya gituloh. Bukan doain supaya smbuh bukan apa, jadi aduh ya rasanya mau marah-marah tapi keluarga rasanya pengen langsung aja cari orangnya tapi rasanya. Tapi juga keluarga juga bilang sudah dimaafkan saja kalau terulang lagi, kita cari bener," ujar ibu dua anak itu.

3. Berkas Sudah Siap

Judika menjelaskan, berkas pelaku sudah siap, tinggal keputusan Asri untuk melakukan tindakan hukum atau tidak. "Jadi itu sudah siap . Tinggal keputusan dari ibu Asri, cuman itu alasannya saya juga lagi ibu kebetulan lagi hamil. Dari keputusan keluarga juga udah tahan dulu aja. Kalau emang keputusan mereka harus kita cari kita akan melakukan tindakan hukum dan dihukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," terangnya.

"Tapi menurut saya saya ini memang kerjanya komedi makanya ikut di persatuan PASKI, Seniman Komedian Seluruh Indonesia. Di dalamnya ada mbah Jarwo, ada Mas komeng, ada Cak Lontong, semua komedian yang ada di seluruh Indonesia. Maksudnya gini, memang kita sudah biasa becanda tapi ini gabisa becanda, ini gak komedi samaa sekali. Maksudnya jangan sampai kita nih ya para komedian atau para seniman jangan semena-mena. Jadi netizen diluar sana memanfaatkan segala cara untuk ini sama sekali gak komedi atau bercanda di saat orang sedang sakit bukannya di doain malah dimanfaatkan," tambah Asri.

4. Maafkan Pelaku

Asri ingin kejadian ini sebagai bahan pelajaran bagi si pelaku dimana sakit yang diderita sang anak bukan lagi bahan candaan. Ia pun kali ini mengaku memaafkan pelaku namun jika terulang lagi Asri akan tempuh jalur hukum.

"Ini sama sekali bukan becandaan, di saat orang sakit bukannya didoain malah memanfaatkan kan ngga bener. Saya tergabung dalam paski ini Alhamdulillah punya tim advokasi yang melindungi kita apapun yang terjadi sama kita, termasuk social media juga bisa dihukum," ujarnya.

"Jadi jangan anggap ini becanda, saya memang suka becanda tapi ini bener-bener. Ya sekarang kita satu keluarga memaafkan, ngga akan kita cari orangnya. Kalo sampe terulang lagi baru deh," jelas perempuan berusia 39 tahun itu.

(kpl/apt/mit)


REKOMENDASI
TRENDING