Gerebek Rumah dan Cari Kekasih Tessa Kaunang, Sandy Tumiwa: Gak Ada Asap Tanpa Api

Senin, 29 Januari 2018 23:15 Penulis: Natanael Sepaya
Gerebek Rumah dan Cari Kekasih Tessa Kaunang, Sandy Tumiwa: Gak Ada Asap Tanpa Api Sandy Tumiwa © KapanLagi.com/Budy Santoso

Kapanlagi.com - Masalah hak asuh anak antara Sandy Tumiwa dan Tessa Kaunang semakin panas. Pasalnya, baru-baru ini Sandy menggerebek rumah untuk mencari sosok kekasih baru Tessa Kaunang yang berinisial R. Hal ini dilakukan Sandy karena mendapat laporan jika 'R' kerap datang dan menginap di rumah yang ditinggali Tessa bersama anak-anak kandungnya.

"Sampai saat ini kami masih menghargai UU, menghargai kompilasi hukum Islam 105, anak di bawah 12 tahun apabila orangtuanya cerai masih dalam hak asuhan ibunya. Kami masih menghargai itu, namun ketika klien kami pun tidak dihargai, kami akan mengambil langkah-langkah hukum lainnya, termasuk kemarin klien kami pun sudah merasa terhina dengan status beliau di Instagram, di media sosial yang seakan-akan membunuh karakter beliau. Kami juga akan melakukan langkah-langkah hukum, mungkin kami akan melakukan pasal 19 UU tahun 2016, UU ITE pasal 27 dan lain-lain, nanti, kami masih dalam proses bedah hukum," ujar M. Firdaus Oiwobo SH, selaku kuasa hukum Sandy Tumiwa, saat ditemui di Studio Trans TV, Tendean, Jakarta Selatan, Senin (29/1).

Sandy yang ditemui bersama kuasa hukumnya pun mengungkapkan jika dirinya mengetahui 'R' yang kerap datang dan menginap itu dari warga sekitar rumah Tessa. Merasa haknya sebagai Ayah kandung dari anak-anaknya tidak dihargai, Sandy pun memilih menggerebek rumah untuk mencari 'R'.

? KapanLagi.com/Agus Apriyanto? KapanLagi.com/Agus Apriyanto

"Ini bukan info saya yah, tapi dari warga sendiri. Saya kan cuman, gak ada asap tanpa api, gak mungkin ini semua terjadi kalo gak ada apinya, setuju gak itu? Saya pun kaget dan shock, kalo menurut berita warga, ini nih warganya sekalian," ujar Sandy sambil memberikan kesempatan pada Tubagus Ridwan, salah satu warga di sekitar rumah Tessa.

"Ya saya sudah bertanya kepada security-nya dan kami ada bukti, dan saya bertanya sebagai warga. Jarak rumah saya dengan TK kurang lebih 30 rumah, kalo lurus 30 rumah. Saya tanya kepada security-nya bahwa memang pada malam itu datang yang berinisial R itu dan sering datang, dan pernah juga menginap, saya ada bukti-bukti semua dan saya sebagai warga, Alhamdulillah ini dibuktikan oleh Allah, kalau enggak RT-nya gak tau, yang lain juga gak tau karna ada aduan dari warga kepada Sandy dan kepada saya juga, akhirnya telfon pada pengacara untuk bertanya dan saya telusuri penjaga pintu (security) sampai penjaga pintu portal depan. Itu saya bertanya, bener gak informasi ini (ada cowok datang)? Dan itu dibenarkan gitu, dan kita ada video bahwa security itu menjawab bahwa itu benar sering datang dan pernah menginap, dan pada saat kita datang bersama polisi, RT, dan ada beberapa warga yang tidak semua, karna saya larang kan," ujarnya.

© KapanLagi.com/Agus Apriyanto© KapanLagi.com/Agus Apriyanto

"Benar R datang dan pernah menginap. Itu memang R belum keluar dari rumah itu. Tapi pas diperiksa oleh Polisi, itu ada beberapa kamar yang tidak dimasuki Sandy karena ada anaknya. Tapi dengan pengakuan dari Polisi, dia belum keluar dari rumah itu," lanjutnya.

Sang pengacara kemudian menambahkan jika saat ini ia ingin membuktikan jika kliennya sama sekali tidak seburuk yang dibayangkan. "Kami ingin memberi tahu kepada masyarakat bahwa klien kami kan selalu dibunuh karakternya, seakan-akan beliau nih jahat banget di Indonesia ini. Orang susah, miskin, ini, itu, padahal tidak seperti itu," ungkap Firdaus.

"Jadi kita akan tegaskan bahwa, kita tak akan mencari siapa yang salah dan benar, biarkan masyarakat yang menilai, namun ada tindakan yang tidak elok, yang tidak sesuai dengan adat lingkungan kita bahwa seorang wanita yang belum resmi menikah, selayaknya tidak membawa laki-laki tengah malam, sampai pagi, apalagi ada anak-anak, kan bakal terpengaruh mentalnya. Jangan nyari pembenaran, kalau memang merasa kurang benar. Kita sebagai kuasa hukum inginnya agar masalah diselesaikan secara persaudaraan agar tidak pecah, karena masih ada anak di situ. Tapi kalau pun diperuncing, kami sebagai kuasa hukum siap untuk melawan TK di jalur hukum," pungkas sang pengacara.

(kpl/pur/ntn)

Reporter:

Mathias Purwanto


REKOMENDASI
TRENDING