SELEBRITI

Hotman Paris dan Farhat Abbas Punya Pandangan Berbeda Soal RKUHP

Jum'at, 27 September 2019 16:53 Penulis: Dhimas Nugraha

Hotman Paris - Farhat Abbas &opy;KapanLagi.com

Kapanlagi.com - Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) yang baru saja dibuat oleh DPR, banyak menerima penolakan. Beberapa seleb pun juga menyuarakan aspirasinya terkait undang-undang kontroversial itu.

Tak hanya seleb, praktisi hukum pun turut memberikan tanggapan mereka terhadap RKUHP yang akan disahkan DPR tersebut. Salah satunya adalah Hotman Paris Hutapea dan Farhat Abbas.

Setelah membaca dan menelaah rancangan undang-undang tersebut, kedua pengacara kondang ini ternyata punya pandangan dan pendapat yang berbeda.

1. Menurut Hotman Paris, Ini RKUHP Teraneh

Sebagai seorang yang mengerti hukum, Hotman Paris Hutapea merasa banyak keganjilan dan keanehan di RKUHP baru. Menurutnya, draf banyak pasal-pasal bermasalah. Bahkan, ia menyebut ini adalah RKUHP teraneh.

"RUU-KUH Pidana, draft Undang-Undang teraneh di dunia. Ini saya baca nih draf di pasal 100. 'Menjatuhkan pidana mati dengan masa percobaan selama sepuluh tahun jika peran terdakwa dalam tindak pidana tidak terlalu penting'. ya kalau tidak terlalu penting kenapa hukuman mati," kata Hotman, Rabu (25/9).

Menurut Hotman sendiri, selain hukum yang tidak masuk akal, draft ini dibuat oleh orang yang bukan dari praktisi hukum.

"Aduh kacau nih benar-benar ini bukan karya dari praktisi hukum. KUH Pidana mengandung filsafat hukum yang sangat tinggi dan perlu memerlukan pengalaman yang lama," sambung Hotman.

2. Menurut Farhat Abbas, RUU Ini Sudah Cukup Baik

Berbeda dengan Hotman Paris, Farhat Abbas rupanya menyetujui rancangan undang-undang tersebut. Menurutnya, DPR dan pemerintah sudah benar dan manusiawi. Ia pun heran kenapa banyak yang menolak RUU itu.

"DPR dan pemerintah sangat manusiawi dalam membuat Undang Undang, tapi koq ditentang ya?" tulis Farhat Abbas.

Ia pun berdoa, agar Jakarta tetap aman selama demo. Ia juga menambahkan jika semua RUU yang dibuat oleh DPR sudah cukup baik.

"Pendapat gue mengenai beberapa RUU tsb, semuanya sudah cukup baik, Presiden RI membangun dan mengajak Indonesia menjadi lebih baik lagi, sayangnya masih banya orang orang yg gak ingin bangun dan menjadi lebih baik lagi, saya siap jadi wakil pemerintah dan DPR untuk berdebat dalam hal apapun mengenai keputusan tsb, demikian.FA," sambungnya.

 

(kpl/dim)

Editor: Dhimas Nugraha


REKOMENDASI
TRENDING