Ini Jawaban Mario Teguh Saat Dicecar Apakah Akui Kiswinar Anak?

Rabu, 12 Oktober 2016 09:35 Penulis: Ahmat Effendi
Ini Jawaban Mario Teguh Saat Dicecar Apakah Akui Kiswinar Anak? Mario Teguh ©KapanLagi.com/Budy Santoso

Kapanlagi.com - Dalam kemunculannya di media, Ario Kiswinar Teguh mengharapkan pengakuan dari Mario Teguh bahwa ia adalah benar anak motivator tersebut. Pertanyaan apakah Kiswinar benar putra Mario Teguh atau bukan ini pun kerap diajukan banyak pihak, termasuk ketika terjadi wawancara di Kompas TV.

Dalam wawancara yang dibawakan Aiman Witjaksono, berulang kali presenter itu mencoba menanyakan apakah secara nurani Mario Teguh mengakui Kiswinar sebagai putranya. Secara legal dalam akta kelahiran memang tertulis bahwa Kiswinar putra Mario dan Aryani. Namun ketika ditanya apakah nuraninya mengakui Kiswinar sebagai putra, ini jawaban Mario Teguh.

"Saya tak boleh judgmental. Kalau nurani, kalau kasih sayang saya mengabaikan segala sesuatu. Naluri menyayangi dari seorang ayah mengabaikan segala sesuatu," ujar Mario Teguh dalam wawancara di Kompas TV. 

Kembali ketika dibalik apakah Mario Teguh lantas meragukan Kiswinar sebagai putranya, motivator tersebut tak memberikan jawaban ya atau tidak. Ia lantas bercerita betapa sedihnya dirinya karena merasa terhina dengan ucapan mantan istri.

Mario Teguh memberikan berbagai jawaban smart agar tak rugi secara hukum ketika ditanya apakah mengakui Kiswinar anaknya. ©KapanLagi.com/Budy SantosoMario Teguh memberikan berbagai jawaban smart agar tak rugi secara hukum ketika ditanya apakah mengakui Kiswinar anaknya. ©KapanLagi.com/Budy Santoso

"Bagaimana mungkin saya mengindikasikan keraguan. Bukan keraguan, tapi kesedihan. Merasa terhina laki-laki diberitahu oleh istrinya bahwa dia bukan anaknya. Sedih, lalu anak yang disayanginya yang dipeliharanya dirawatnya yang dimanjanya. Saya yakin sedih," ungkapnya. 

Ketika dicecar kembali apakah ia yakin bahwa Kiswinar anaknya atau bukan, Mario lantas membahas untuk menjawab hal ini ia harus smart. Mario tak ingin kata-katanya menjadi kerugian secara hukum.

"Begini kita ini insan emosi. Tetapi harus ingat kita ini insan formal. Yang kita katakan ini mengikat, apalagi di televisi seperti ini. Jadi kita itu harus smart. Sebagai insan emosi yang mencintai dan menyayangi iya, tetapi kita harus smart. Tidak boleh kelemahan kita, karena mencintai merugikan hak-hak kita sebagai insan hukum," tandasnya.

(kpl/sjw)

Editor:

Ahmat Effendi


REKOMENDASI
TRENDING