SELEBRITI

Jadi Saksi Persidangan Suap, Inenke Keosherawati Ungkap Suami Beli Mobil 407 Juta

Kamis, 20 Desember 2018 16:31 Penulis: Sanjaya Ferryanto

Inneke Koesherawati © Kapanlagi/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Aktris cantik Inneke Koesherawati menjadi saksi dalam persidangan kasus suap eks Kalapas Sukamiskin Bandung di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Rabu (19/12). Dirinya tampil cantik dengan balutan hijab abu-abu.

Inneke pun membeberkan soal pemberian mobil, kado ulang tahun hingga fasilitas bilik asmara. Dirinya mengaku mengenal sosok Wahid Husen tak lama setelah menjabat sebagai Ketua Lembaga Permasyarakatan (Kalapas) yang baru.

"Waktu suami saya sakit, Pak Wahid menjenguk di Rumah Sakit. 'Fahmi harus sampai sembuh' itu ucapan semangat kepada Fahmi," katanya seperti dilansir Liputan 6.

1. Belikan Mobil

Diketahui jika Wahid memang begitu baik kepada suami Inneke, Fahmi Darmawansyah. Sang suami memang sedang mendekam di Lapas Sukamiskin karena kasus pidana korupsi.

karena kebaikan Wahid, Fahmi pun sering meminta Inneke untuk mengirim barang maupun makanan ke dalam lapas. Barang tersebut bermacam-macam, mulai dari makanan, kopi, gula, hingga tas dan mobil.

"Lewat telpon carikan mobil, karena biasanya beli obat, baju jadi saya tanya 'mau ngasih siapa' ternyata buat Wahid Husen. Saya hanya patuh karena biasa ngasih," jelasnya. Diketahui jika mobil tersebut berjenis double cabin seharga 407 juta rupiah.

2. Membangun Bilik Asmara Lalu Disewakan

Fahmi membangun bilik asmara untuk mengakomodir warga binaan Lapas Sukamiskin untuk berhubungan suami istri dengan pasangan. Fahmi membangun sendiri ruangan tersebut atas sepengetahuan Wahid Husen.

Fahmi diberikan kepercayaan untuk merenovasi kamar dan pembuatan saung (gazebo). Ia juga membangun kebun herbal dan ruangan berukuran 2 x 3 meter yang dilengkapi kasur. Ruangan inilah yang digunakan sebagai bilik asmara dan disewakan oleh Fahmi kepada warga binaan lain.

"Ruangan itu digunakan untuk Fahmi saat dikunjungi istrinya. Maupun disewakan kepada warga binaan lain dengan tarif Rp 650 ribu," ungkap Jaksa KPK, Trimulyoni Hendradi.

3. Kerap Keluar Penjara

Selain membangun ruangan dalam penjara, Fahmi juga dapat perlakuan khusus dari Kalapas Sukamiskin. Ia bebas keluar dari tahanan untuk melakukan pengobatan di RS Hermina Jl Arcamanik atau Jl Pasteur.

Biasanya, selesai berobat, Fahmi tidak langsung kembali ke dalam tahanan. Ia mampir dulu ke rumah kontrakannya di Perum Permata Arcamanik blok F No 15 -16, Jl Pacuan Kuda, Kota Bandung.

(kpl/lip/frs)


REKOMENDASI
TRENDING