Jeremy Thomas Belum Cabut Laporan Penganiayaan Axel di Propam

Kamis, 20 Juli 2017 17:15 Penulis: Ahmat Effendi
Jeremy Thomas Belum Cabut Laporan Penganiayaan Axel di Propam Jeremy Thomas ©KapanLagi.com/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Beberapa waktu lalu publik dikejutkan dengan berita Axel Matthew Thomas yang disekap dan dianiaya oknum polisi karena dianggap terlibat kasus narkoba. Terkait penganiayaan itu, pihak Jeremy Thomas telah melaporkan ke Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Div Propam).

"Kan laporan yang di Propam sudah. Laporan yang satu lagi belum saya jalankan. Karena memang kemarin saya mau memfokuskan diri pada kesehatannya Axel. Jadi saya tidak ingin, istilahnya terlapor melapor dan segala macam. Sementara kejiwaan segala macam, psikis anak, dan status hukum anak saya yang ternyata dia bergaul dengan orang-orang yang tidak benar tidak tergantikan," ujar Jeremy Thomas di RSPI, Jakarta Selatan, Selasa (18/7).

Sebelumnya Jeremy memang berniat melaporkan beberapa pihak lain terkait penganiayaan putranya. Namun ia urung melakukannya dengan pertimbangan kondisi sang anak dan juga ingin tahu keterlibatan Axel dengan orang-orang jahat di sekitar remaja itu.

Jeremy Thomas mencoba bersikap rasional dalam kasus putranya. ©KapanLagi.com/Bayu HerdiantoJeremy Thomas mencoba bersikap rasional dalam kasus putranya. ©KapanLagi.com/Bayu Herdianto

"Jadi esensi saya yang masih ayah terhadap Axel dia tidak boleh melakukan hal-hal yang tidak baik, kawan-kawan yang tidak baik itu terabaikan. Jadi saya tidak boleh bersikap. Saya harus rasional di sini. Oke lah ini ada hikmahnya dengan kejadian seperti ini," tuturnya.

Jeremy Thomas ingin menyederhanakan kasus putranya dan tak ingin melaporkan hal-hal yang belum perlu dilaporkan. Ia juga mencoba melakukan introspeksi mengapa bisa gagal mendidik anak sehingga Axel bisa berteman dengan orang yang menjual narkoba. Selain itu Jeremy juga melihat putranya belum kuat menghadapi pergaulan sehingga ini jadi introspeksi untuk keluarga.

"Mungkin kalau kemarin kami mendapat informasi yang salah, saya sebagai orang tua kecewa mungkin melihat terjadinya tindakan yang seperti itu. Cuman di balik itu semua secara adult, secara dewasa saya harus melihat sebagai sesuatu yang alangkah baik ke depannya untuk Axel. Itu yang saya simpulkan dari pembicaraan saya tadi pagi, saya sudah melupakan hal-hal yang kemarin yang menurut saya itu adalah reaksi spontan. Ini mungkin adalah jawaban buat Axel menjadi pria muda yang lebih baik, ini yang lebih bahaya jika saya nggak tahu. Dan Axel akan terus berkomunikasi dan berhubungan dengan orang-orang yang salah," tandasnya.

(kpl/aal/sjw)

Reporter:

Sahal Fadhli


REKOMENDASI
TRENDING