SELEBRITI

Jordi Onsu Buka Suara Tanggapi Kasus Sengketa Nama 'Geprek Bensu' yang Bikin Heboh

Selasa, 23 Juni 2020 19:35

Jordi Onsu / Credit: Instagram - jordionsu

Kapanlagi.com - Bisnis kuliner raksasa milik Ruben Onsu dan Jordi Onsu, Geprek Bensu dalam beberapa waktu terakhir ini begitu mencuri perhatian publik. Hal itu terjadi karena adanya Sengketa Merek atau nama dari bisnis Geprek Bensu.

Tentunya insiden ini jadi Pelajaran yang sangat penting bagi Jordi selaku CEO dari Onsu Pangan Perkasa. Meski sempat bermasalah, namun Jordi mengaku tetap semangat untuk mengembangkan bisnis yang dirintisnya sejak tahun 2017 silam tersebut.

"Kami tetap berpikir positif menghadapi kasus ini dengan terus mengembangkan usaha. Karena ada banyak orang yang menggantungkan nafkahnya pada Geprek Bensu," ujar Jordi saat ditemui di Jakarta, Selasa (23/6).

 

 

1. Masalah Sudah Ada Sejak 3 Tahun Lalu

Menurutnya, masalah yang muncul saat ini sejatinya sudah terjadi sejak 3 tahun lalu. Pasalnya, karyawan Jordi kerap menerima keluhan soal kualitas produk Geprek Bensu, sementara kejadiannya bukan di outlet Geprek Bensu.

"Manajemen Geprek Bensu memiliki SOP ketat terkait produk yang dijual. Soal rasa, kebersihan, dan pelayanan terbaik menjadi hal penting bagi kami. Kami sadar, kepuasan konsumen Geprek Bensu adalah yang utama," jelasnya.

Jordi juga dituding telah mencuri resep dari sebuah brand kuliner lain. Menanggapi hal itu, Jordi pun punya pembelaan sendiri.

"Di era milenial, mencari resep tidak sulit. Bahkan masyarakat bisa mendapati ribuan resep Geprek Bensu di internet. Lagipula resep kami tidak sama dengan resep di tempat lain, jadi tidak dibenarkan itu adanya pencurian resep. Justru saya ikut serta membuat resep di merk terdahulu, tetapi tidak digunakan untuk merek Geprek Bensu," sambung pemain film TENDANGAN DARI LANGIT ini.

2. Imbauan Jordi Onsu Terkait Kasus yang Dialaminya

Kasus sengketa merk usaha bukanlah hal yang baru di dunia bisnis. Berkaca dari fakta itu, Jordi mengharapkan peran pemerintah agar lebih aktif mensosialisasikan kepada masyarakat bagaimana cara mendaftarkan merek dagang masing-masing. Menurutnya, edukasi merek di Indonesia masih sulit berjalan karena minimnya informasi.

"Hal-hal seperti ini sebetulnya bisa diajarkan sejak di bangku SMA mengingat minat anak muda yang ingin terjun ke dunia bisnis semakin banyak. Mungkin ada pilihan mata pelajaran ekstra kurikuler bisnis untuk memfasilitasi siswa yang tertarik terjun ke dunia usaha. Apalagi menteri pendidikan kita (Nadiem Makarim) sosok yang inspiratif karena berhasil membangun bisnis hingga perusahaannya masuk level decacorn. Bahkan mungkin bisa juga dijadikan kajian di kampus-kampus," sambung Jordi.

Jordi berharap agar kasus yang dialaminya ini bisa jadi pelajaran juga untuk pelaku bisnis lain agar lebih berhati-hati dalam dalam mencari partner kerja dan me-manage usahanya masing-masing.

"Kasus ini membuka pikiran masyarakat yang tadinya buta soal undang-undang jadi lebih banyak belajar. Bagi yang mau membangun bisnis harus turun langsung ke lapangan," himbaunya.

3. Kerjasama dengan Mitra Bisnis di Masa Lalu

Jordi lantas sedikit bercerita mengenai pengalamannya dalam merintis Geprek Bensu. Awalnya, pria berusia 27 tahun ini berkolaborasi dengan 2 rekan bisnis. Namun dalam perjalanannya, kerja sama tersebut tidak berjalan mulus, sehingga Jordi memilih untuk menjalankan usahanya sendiri dengan brand Geprek Bensu.

Nama Bensu (kependekan dari Ruben Onsu) memang sengaja  dipilih karena pertimbangan nama besar Ruben. Terbukti, nama tersebut sukses menarik minat dari 10 mitra berbeda yang mau bekerjasama dalam waktu tidak sampai seminggu.

"Mereka merasa investasi yang ditanamkan akan aman karena ada nama Ruben Onsu. Ibaratnya, kalau terjadi apa-apa, Ruben bisa mudah ditemui," kata Jordi.


REKOMENDASI
TRENDING