Katty Butterfly Batal Manggung Karena Sakit, Begini Ceritanya

Katty Butterfly jumpa pers © KapanLagi.com/Fikri Alfi Rosyadi
Katty Butterfly batal tampil di sebuah klub di Bandung, Jawa Barat, pada April 2026. Pembatalan itu terjadi karena kondisi kesehatan DJ asal Thailand tersebut menurun hingga tidak memungkinkan untuk menjalani penampilan yang sudah dijadwalkan.
Perwakilan manajemen, Ika, menjelaskan bahwa kondisi Katty sudah kurang baik bahkan sebelum berangkat. "Dari sebelum Katty dan kami tim berangkat, itu memang dalam kondisi yang kurang enak badan. Kami sudah ke UGD, tapi kami paksakan karena kami berusaha profesional dalam menjalani job yang sudah dipercayakan kepada kami," kata Ika di Kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat (4/9/2026).
Meski sempat mendapat penanganan di Jakarta, tim tetap berupaya memenuhi komitmen kerja dan bergerak ke Bandung. Namun setibanya di kota tujuan, situasi berubah ketika waktu tampil semakin dekat.
Advertisement
1. Kondisi Katty Butterfly Drop di Bandung

Begitu tiba di Bandung, Katty diberi waktu untuk beristirahat di hotel. Menjelang malam, ketika jadwal manggung semakin dekat, kondisi tubuhnya justru menurun dan ia tidak mampu melanjutkan aktivitas yang sudah direncanakan.
"Tapi mulai agak malam, kondisi badannya mulai drop. Jadi tidak bisa melanjutkan kegiatan, gitu," ujar Ika.
Ika sempat mendorong Katty untuk mencoba tetap tampil. Namun, setelah melihat kondisi fisik yang kian melemah, ia memutuskan fokus pada keselamatan dan kesehatan Katty lebih dulu.
"Aku udah paksain gitu ya, 'ayo Kat bisa' apa segala macam, cuma tidak bisa. Akhirnya dari situ saya cuma fokus adalah kesehatan Katty aja. Saya juga pahamlah untuk gigs segala macam harus tetap berjalan, tapi balik lagi ini masalah nyawa, gitu ya," jelasnya.
(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)
2. Manajemen Tolak Paksakan Tampil

Manajemen lalu menghubungi pihak penyelenggara untuk mengabarkan kondisi Katty dan meminta bantuan agar bisa segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. "Saya menginfokan keadaan Katty ini ke pihak outlet yang saya tektokan, ada PIC-nya namanya Saudara Vmen. Saya kasih tahu kondisi Katty tidak bisa perform dan saya minta tolong untuk diantar ke rumah sakit. Ya, saya paham lah, panik juga lah dari pihak outlet-nya segala macam gitu ya. Tapi saya bilang ini nggak bisa, nggak bisa dipaksain lagi gitu," tuturnya.
Menurut Ika, pihak outlet sempat mengajukan beberapa opsi agar tetap ada kehadiran Katty di venue. Salah satu usulan adalah roadman yang tampil di meja DJ sementara Katty berdiri di sampingnya agar tetap terlihat oleh tamu.
"Bahkan ada permintaan dari pihak outlet, 'boleh nggak roadman aja yang main tapi Katty-nya di sampingnya biar tamu-tamu lihat aja ada dia', gitu," ujarnya.
Ika menambahkan, sempat pula muncul usulan agar Katty berpura-pura pingsan. Opsi ini ditolak karena berisiko bagi kondisi Katty, dan manajemen kembali menegaskan permintaan untuk segera menuju UGD.
"Atau bahkan di telepon ada obrolan yang mungkin panik ya, sampai dibilang 'pura-pura pingsan aja'. Itu saya langsung... ya namanya dalam kondisi begitu ya, cepat juga saya... saya bilang nggak mungkinlah. Masa pingsan nanti kenapa-napa, apa gitu, sakit, aduh, udah bingung lah gitu. Jadi saya minta tolong untuk diantar ke rumah sakit terdekat, ke UGD," kata Ika.
3. Diminta Mampir ke Klub Sebelum Ke RS
Proses menuju rumah sakit sempat terkendala. Rombongan yang sudah dijemput dan dalam perjalanan justru diminta untuk datang ke klub lebih dulu dengan alasan pihak manajemen venue ingin memastikan kondisi Katty secara langsung.
"Akhirnya mereka menyanggupi menjemput kami, lalu kita OTW ke rumah sakit. Tapi dalam perjalanan, kami dipaksa untuk ke klub dengan alasan manajemen mereka harus lihat benar nggak Katty sakit," urainya.
Ika menyebut pihaknya semula tidak berencana membawa persoalan ini ke ranah publik. Namun, munculnya komentar di media sosial mendorong manajemen untuk membeberkan kronologi dari sudut mereka.
"Sebenarnya dari awal kami tidak ingin membawa ini ke ranah publik ya, tapi karena ada ketidaknyamanan, komen di sosial media, akhirnya kami pikir kami harus speak up untuk... agar kalian semua juga tahu kronologi dari kami," pungkas Ika.
(BCL Bantah Isu Hamil, minta netizen stop berasumsi.)
(kpl/far/phi)
Advertisement












































