Mario Teguh: Kekecewaan Hati Tak Bisa Dibayar Oleh Apapun

Senin, 10 Oktober 2016 16:35 Penulis: Fitrah Ardiyanti
Mario Teguh: Kekecewaan Hati Tak Bisa Dibayar Oleh Apapun Mario Teguh/©KapanLagi.com®/Budy Santoso

Kapanlagi.com - Mario Teguh angkat bicara atas pernyataan Ario Kiswinar di berbagai media soal soal tudingannya kepada sang motivator yang menelantarkannya dan menolak mengakuinya sebagai anak. Lelaki 60 tahun ini menolak jika dirinya disebut tertekan atas segala pemberitaan yang ditujukan kepadanya dan keluarga.

"Apakah saya terlihat tertekan? Seandainya, dihadapi nanti, ditangani nanti," tuturnya ketika melakukan jumpa pers di kantor kuasa hukumnya Elza Syarief, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (10/10).

Beliau pun menguak alasannya mundur dari acara Mario Teguh The Golden Ways yang kini disiarkan di televisi. Usia adalah alasan motivator tangguh ini untuk mengundurkan diri.

"Saya mengundurkan diri. Oke. Saya sudah 60 tahun. Masa mau tetap. Saya sudah mengundurkan diri. Confirm saja ke direktur Kompas saya sudah mengundurkan diri. Kontrak saya sama TV tak pernah ada habisnya, 13 episode, lalu memperbaharui diri. Saya konsepnya, tapi TV punya hak siar," ungkapnya.

Mario Teguh:Kedamaian hati, kebimbangan, kekecewaan tak bisa dibayar oleh apapun/©KapanLagi.com®/Budy SantosoMario Teguh:Kedamaian hati, kebimbangan, kekecewaan tak bisa dibayar oleh apapun/©KapanLagi.com®/Budy Santoso

Atas pemberitaan yang beredar selama sebulan ini, Mario melalui kuasa hukumnya, Vidi Galenso Syarief, menyatakan jika menderita kerugian sebesar Rp 7 miliar. Namun, baginya uang bisa dicari dibandingkan ketenangan dan kedamaiannya yang terusik.

"Kedamaian hati, kebimbangan, kekecewaan tak bisa dibayar oleh apapun. Istri kan wanita lebih emosional yang menghadapi. Saya ini pelancong yang sudah melihat semua musim, yang tak bisa dibayar adalah ketenangan dan kedamaian," ujarnya.

"Kerugian yang dialami ibu Linna dan anaknya, terpisah. Karena kerugian kesedihan tak bisa dinilai. Pelaporan terhadap akun itu (Lambe Turah) terpisah dengan pak Mario Teguh. Pak Mario rela mengorbankan seluruh pekerjaannya dan kariernya. Karena yang terpenting adalah keluarga," tambah Elza.

(kpl/pur/tch)

Reporter:

Mathias Purwanto


REKOMENDASI
TRENDING