Melanie Subono: Pak Tifatul, Kenapa Kok Berat Banget?

Melanie Subono: Pak Tifatul, Kenapa Kok Berat Banget? Melanie Subono

Kapanlagi.com - Masih ingat dengan surat terbuka Melanie Subono kepada Menkominfo, Tifatul Sembiring, beberapa waktu lalu? Di social media Twitter, beragam tanggapan yang masuk terkait surat ini sebagian besar mendukung aksi Melanie untuk bersuara secara resmi. Melanie sendiri tidak pernah menyangka kalau surat yang ditulisnya selama 10 menit itu akhirnya jadi ramai, karena memang selama ini dirinya rajin menulis di blog-nya.

Hari Kamis (31/03), KapanLagi.comâ„¢ secara spesial mendapat kesempatan untuk ngobrol langsung dengan Melanie di sebuah rumah makan di Jl. Ahmad Dahlan, Jakarta Selatan. "Aku tahu ini isu yang udah cukup lama, tapi minggu kemarin aku ketemu sama temen-temen aku yang memang ODHA. Ya itu nongkrong, ngobrol-ngobrol. Tiba-tiba sampai ke sesuatu pembicaraan, 'Gimana lo, keadaan lo?'. (Mereka jawab), 'Ya, gimana mau gimana kita nggak dikucilin, orang pemerintah kerjanya nyela kita.' Gue pikir mereka sudah melupakan itu, ternyata belum," tutur Melanie.

“Saya tidak merasa menulis sesuatu yang salah, jadi efeknya apapun yang datang, biarkan datang. Apalagi saya berharap beliau terbuka, yuk duduk ngobrol. Kalaupun nanti beliau oke untuk duduk ngobrol itupun nggak harus dengan aku. Mungkin dengan ODHA, apa sih uneg-unegnya. Enggak ada keuntungan buatku kok. Gue hanya penyambung lidah, kenapa sih berat banget?„
Melanie Subono

Penyanyi kelahiran Hamburg, Jerman, 20 Oktober 1976 ini, mengakui suratnya ditulis hanya untuk menyuarakan dan menegur penggunaan kata-kata 'Akibat Itunya Dipakai Sembarangan' oleh Tifatul sebelumnya.

"Pertama aku pengen menyuarakan. Kedua aku mau menegur, penggunaan kata 'Akibat Itunya Dipakai Sembarangan'. Ya memang beliau cuma meng-quote dari dokter, nggak tahulah itu, tapi kan dia Menkominfo ya. Tapi kan bukan berarti harus mengulang semua kalimat tanpa disaring. Dan ini bukan hanya beberapa kali ini kan? Mungkin ada baiknya ada orang yang menegur," katanya.

"Ya memang aku pernah mendengar kalau Pak Tifatul, bukan minta maaf ya, tapi pernah memberikan klarifikasi lewat Twitter. Gini, Twitter itu kan hanya segilintir orang, misal followernya sedikit, dan ini mungkin belum sampai ke kuping para ODHA. Jadi mungkin bagi beberapa orang udah selesai, tapi ternyata belum," sambung Melanie.

Melanie juga tidak merasa apa yang dilakukannya itu hal yang salah, karena kata-kata yang dipakainya di surat terbuka itu pun cukup sopan. "Saya tidak merasa menulis sesuatu yang salah, jadi efeknya apapun yang datang, biarkan datang. Apalagi saya berharap beliau terbuka, yuk duduk ngobrol. Kalaupun nanti beliau oke untuk duduk ngobrol itupun nggak harus dengan aku. Mungkin dengan ODHA, apa sih uneg-unegnya. Enggak ada keuntungan buatku kok. Gue hanya penyambung lidah, kenapa sih berat banget?" tanya Melanie.

KALAU SAJA PAK MENTERI BISA 'NGEREM' SAAT NGETWEET, MELANIE PASTI NGGAK KAYAK GINI...  

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(kpl/riz/boo)

Rekomendasi
Trending