MUI Rekomendasi Hentikan 'RUMAH UYA', Ini Komentar Uya Kuya

Kamis, 07 Juni 2018 12:55 Penulis: Ayu Srikhandi
MUI Rekomendasi Hentikan 'RUMAH UYA', Ini Komentar Uya Kuya Uya Kuya © KapanLagi.com/Budy Santoso

Kapanlagi.com - Seperti yang diketahui, lewat laman resminya MUI merekomendasikan sederetan program TV untuk dihentikan. Program TV tersebut adalah RAMADAN DI RUMAH KUYA (Trans 7), BROWNIS SAHUR (Trans TV), NGABUBURIT HAPPY (Trans TV), SAHURNYA PESBUKERS (ANTV), dan PESBUKERS RAMADAN (ANTV). Uya Kuya pun mengaku baru tahu kalau acaranya ini ingin dihentikan MUI.

"Saya baru denger tadi. Cuma menurut saya, kita setiap hari selalu mengevaluasi program kita dan mendengar masukan dari mana-mana. Cuma mungkin intinya perspektif acara RUMAH UYA itu kan kita mendatangkan orang pasti punya masalah udah pasti orang yang datang berbekal masalah, tapi kenapa datang ke rumah uya karena ini diselesaikan," jelas Uya Kuya saat ditemui di Bilangan Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (6/6/2018).

Uya Kuya kemudian menjelaskan kalau acara yang dibawakannya itu sama sekali tidak ada unsur kekerasan. Karena itu lah ia tidak merasa RUMAH KUYA harus dihentikan. Apalagi menurutnya, program acaranya ini memang untuk menyelesaikan masalah.

Uya Kuya kaget acaranya direkomendasikan MUI untuk dihentikan. © KapanLagi.com/Budy SantosoUya Kuya kaget acaranya direkomendasikan MUI untuk dihentikan. © KapanLagi.com/Budy Santoso

"Jadi kalau ada perdebatan keributan mulut itu wajar orang untuk mencapai kemerdekaan aja harus berperang dulu, tapi saya jamin di RUMAH UYA tidak pernah ada kekerasan fisik. Kita liat di reality show lain banyak orang dorong-dorongan, jatuh, pukul-pukulan, ada sampai banting-bantingan. Di RUMAH UYA alhamdulillah tiga tahun lebih nggak ada pernah ada yang kekerasan fisik, kata-kata kasar, maaf (seperti) babi, anjing itu nggak ada," tandasnya.

Uya menambahkan, "Saya jamin kalau perdebatan itu wajar, karena di RUMAH UYA itu klarifikasi dan tabayun akhirnya dari perspektif orang tidak mengalami, tapi orang itu selalu lega malah mereka dan tugas kita sebagai umat beragama adalah membantu orang saat bermasalah. Jadi menurut saya RUMAH UYA saya bangga satu-satunya program talkshow siaran langsung orang nyelesaiin masalah di sini dan datang di sini tanpa paksaan. Kecuali kita paksa, jadi keinginan sendiri kalau ada orang bilang buka aib salah karena di sini tabayun. Kalau buka aib kita ngomongin aib orang, orangnya nggak ada tabayun adalah orangnya ketemu dan solusi apa."

Uya yang mengaku baru mendengar kabar jika acaranya direkomendasikan MUI untuk dihentikan. Uya juga menjelaskan kalau kasus yang diselesaikan oleh RUMAH UYA juga termasuk membantu orangtua yang anaknya durhaka, ada pula kasus dari penyandang cacat.

"Saya baru denger barusan. Baru denger barusan banget pas buka puasa. Kalo masukan kita terima denger itu oke, kasusnya kita pilihin buat bulan ramadan. ini kasusnya pilihin dulu. Karena di RUMAH UYA tahun ini banyak loh anak durhaka sama orangtuanya, terus balik lagi yg cacat... Kemarin dia pengen ngelamar pacarnya tapi orangtuanya nggak setuju tapi minimal kita jadi tahu apa yang nggak disuka. Ada suami istri yang mau cerai, di RUMAH UYA nggak jadi cerai. Artinya kan positif itulah rUMAH UYA. Ini program yg positif kok dijamin," tutup Uya.

(kpl/far/jje)

Reporter:

Fikri Alfi Rosyadi


REKOMENDASI
TRENDING