Ngobrol Bareng Pendiri Tokopedia di NUFF 2020, Ternyata Pernah Jadi Operator Warnet!

Senin, 31 Agustus 2020 11:41 Penulis: Wuri Anggarini
Ngobrol Bareng Pendiri Tokopedia di NUFF 2020, Ternyata Pernah Jadi Operator Warnet! (c) Instagram/liamtanu

Kapanlagi.com - Jadi generasi masa kini yang udah nggak asing lagi dengan era digital, pasti sudah nggak asing lagi dong dengan nama William Tanuwijaya. Sosok di balik raksasa e-commerce Tokopedia ini memang sering jadi inspirasi buat anak muda zaman now dalam meraih mimpi. Sekarang William memang sukses mengembangkan Tokopedia, tapi ternyata ada jalan panjang yang harus dilalui pria yang lahir dan besar di Pematang Siantar, Sumatera Utara tersebut. Salah satunya adalah pernah jadi operator warnet!

Jadi makin penasaran gimana ceritanya dari operator warnet sampai akhirnya sukses mendirikan Tokopedia. William berbagi ceritanya dalam sesi Fashion Talks di event Nusantara Fashion Festival pada Sabtu (29/08/2020) lalu. Dipandu oleh Daniel Mananta, yuk simak cerita selengkapnya, KLovers!

Kreativitas Lahir di Momen Kepepet

Credit: VidioCredit: Vidio

Di era serba digital dengan teknologi canggih seperti sekarang ini, semuanya memang bisa mendukung kreativitas. Tapi, William menganggap teknologi hanya tools, sementara kreativitas adalah yang memegang peranan penting. Ia juga percaya kalau kreativitas lahir dari momen kepepet. 

Hal yang sama juga dirasakannya saat membangun Tokopedia yang berawal dari serangkaian momen kepepet yang dialaminya.

“Saya lahir dan besar di kota kecil, punya kesempatan merantau ke Jakarta setelah SMA. Semester kedua almarhum ayah saya jatuh sakit, itu justru jadi momentum buat saya harus cari kerjaan atau pulang kampung. Buat saya di masa kepepet itu saya harus cari kerjaan dan karena saya minim pengalaman, my first job itu jadi operator internet café, dari jam 9 malam sampai 9 pagi,” ceritanya dalam sesi talkshow tersebut.

Pekerjaan pertamanya inilah yang membuat William akhirnya berkenalan dengan inovasi baru bernama internet yang saat itu belum bisa diakses oleh banyak orang.

“Kalau nggak ada momentum itu, saya nggak bakal berkenalan dengan yang namanya internet karena internet waktu itu masih luxury product, 1 jam bisa 10 ribu. Nggak seperti sekarang bisa pakai internet setiap hari,” ungkapnya.

Susahnya Cari Pemodal, Bangkit Berkat Quote Bung Karno

Ketika mengembangkan Tokopedia, ia juga nggak meraih kesuksesan secara instan. Dua tahun lamanya ia mengalami kegagalan karena susahnya mendapatkan kepercayaan dari pemodal. Alasannya karena industrinya nggak punya rekam jejak, dan ia sendiri juga nggak punya rekam jejak.

Nggak hanya itu saja, seorang pemodal bahkan pernah mengungkapkan sebuah wejangan untuknya agar mencari mimpi yang lebih realistis.

“Di satu titik, ada satu investor yang bilang ke saya, ‘William, kamu masih muda, muda itu cuma sekali, jangan sia-siakan masa muda kamu carilah mimpi yang lebih realistis. Kalau modal kamu orang-orang spesial yang besar di Silicon Valley, kamu hanya besar di Indonesia, carilah yang lebih realistis’. Itu adalah hari ketika saya ketemu tujuan hidup saya. Saya ingat kata-kata pendiri negeri ini, Bung Karno yang pernah bilang bahwa bermimpilah setinggi langit, jika terjatuh engkau akan jatuh di antara bintang-bintang,” ceritanya kemudian.

Momen tersebut semakin meningkatkan semangat William untuk bisa mewujudkan mimpinya membangun Tokopedia. Ia pun membuat janji untuk dirinya sendiri.

“Sedih kalau kita belum merdeka 100 tahun tapi kita sudah kehilangan kemerdekaan untuk bermimpi. Jadi saya berjanji kepada diri saya sendiri apapun yang terjadi saya harus bisa membangun Tokopedia untuk masyarakat punya kesempatan yang sama untuk memulai segala sesuatu,” lanjutnya.

Ia mengungkapkan sebuah pepatah yang mengatakan segala sesuatu kalau dilihat dari jauh itu tragedi, tapi kalau dari dekat jadi komedi. Ia merasa pepatah tersebut juga mirip dengan kondisi saat ini ketika banyak orang sedih, tapi sekaligus jadi momen agar seluruh masyarakat bisa melakukan akselerasi digital.
“Banyak yang merasa teknologi itu susah, tapi nyatanya 6 bulan belakangan ini bisa dibilang dari ibu rumah tangga sampai selebriti semuanya memulai bisnisnya secara online,” ucapnya.

Wah, banyak yang bisa dipelajari dari William Tanuwijaya, sang pendiri Tokopedia! Sesi Fashion Talks NUFF 2020 masih berlangsung hingga hari ini, jangan sampai kelewatan topik inspiratif lainnya ya!

NUFF 2020 merupakan sebuah program yang diinisiasi oleh Kementerian BUMN melalui Bank BRI untuk mendukung gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia. Selama gelaran ini berlangsung, ada berbagai promo menarik yang bisa dinikmati dari Bank BRI.

Promo Indonesia Mall

- Diskon 20% untuk transaksi di Indonesia Mall - Tokopedia dengan menggunakan Kartu Kredit BRI Mastercard dan BRI Debit Online.
- Minimal transaksi Rp200 ribu
- Gunakan kode voucher BRIMAL1: Kartu Kredit BRI Mastercard
- Gunakan kode voucher BRIMAL2: BRI Debit Online

Promo Nusantara Fashion Festival

- Diskon 10% di Tokopedia dengan menggunakan Kartu Kredit BRI Mastercard dan BRI Debit Online.
- Minimal transaksi Rp500 ribu
- Gunakan kode voucher BRINUF11: Kartu Kredit BRI Mastercard
- Gunakan kode voucher BRINUF2: BRI Debit Online

Merchant-Merchant dari Bank BRI

- Dapatkan diskon 10%, maksimal diskon Rp50.000,-
- Minimal transaksi Rp500.000,-
- Kuota promo selama periode program 100: Debit Card, 100: Credit Card
- Periode program: 15 Juli - 31 Agustus 2020.
- Berlaku untuk Kartu Kredit BRI dan Debit BRI.

Info lebih lengkap kunjungi akun Instagram @bankbri_id ya!

 

(kpl/wri)

Editor:

Wuri Anggarini


REKOMENDASI
TRENDING