SELEBRITI

Rasakan Gempa di Palu, Ustaz Zacky Ajak Pengunjung Mall Berzakat

Jum'at, 19 Oktober 2018 12:10 Penulis: Ayu Srikhandi

Ustaz Zacky Mirza © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Rabu kemarin (17/10/2018) Ustaz Zacky Mirza terlibat dalam acara posko peduli untuk Palu dan Donggala bersama Basiz. Pemilihan lokasi di sebuah pusat perbelanjaan membuatnya bangga karena membuktikan bila beramal bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja.

"Saya ikut merasa bangga ketika mall sadar zakat. Ini mengikuti ritme milenial kalau zakat nggak perlu di masjid taklim karena ternyata bisa zakat goes to mall," kata Ustaz Zacky ditemui di Mall @ Bassura, Jakarta Timur.

Beberapa waktu lalu Ustaz menyempatkan diri sambangi lokasi bencana. Ia merasa langkah zakat di pusat perbelanjaan ini hal yang tepat karena terbukti masih diperlukan banyak bantuan.

"Mall yang identik dengan fashion show, orang bisnis, shopping, segala macam yang hamburkan uang ternyata bisa dipakai untuk berzakat. Semua yang belanja diingatkan untuk jangan lupa apa yang kita punya sebagian adalah hak orang lain," terangnya.

1. Kembali ke Palu

Usai mengisi acara posko peduli, Ustaz Zacky Mirza berangkat menuju Palu dan Donggala bersama rekan ustaz dan komedian. Selama beberapa hari mereka berencana menggelar acara dakwah dibalut hiburan untuk trauma healing.

"Secara bantuan logistik udah cukup, tapi saya bersama teman ustaz dan komedian mau kasih dakwah yang menghibur untuk trauma healing. Kita kerjasama sama Bang Pasha Ungu mau beri bantuan kemanusiaan saja selama tiga hari dua malam. Kita datang ke kamp-kamp pengungsian karena itu yang mereka perlukan, logistik udah, tapi yang masuk wilayah trauma healing itu belum ada," tuturnya.

2. Perlunya Trauma Healing

Seperti telah disinggung sebelumnya, Ustaz Zacky telah datang ke Palu dan Donggala. Saat itu ia merasakan lima kali gempa dalam satu waktu yang membuatnya berpikir bila trauma healing ini hal yang cukup diperlukan. Bila ada pendanaan, tak dipungkiri menjadi proyek jangka panjang.

"Saya kan seumur-umur gede di Jakarta, pas pertama datang ke sana sempat lima kali ngerasain gempa. Itu 5,2 skala richter pas lagi salat subuh, bumi goyang, ngerasa memang mereka benar-benar perlu recovery secara psikologis," tutupnya.


REKOMENDASI
TRENDING