Saling Klaim, Rano Karno Ingin Departemen Kebudayaan Terpisah
Rano KarnoKapanlagi.com - Peristiwa saling klaim budaya antara Indonesia dengan negeri Jiran yang kembali terjadi beberapa waktu mendapat tanggapan dari Rano Karno, aktor sekaligus Wakil Bupati Tangerang. "Saya pernah mengusulkan atau melemparkan, kita ini harus memiliki Menteri tentang budaya sehingga konsennya bisa lebih dari Menteri Kebudayaan dan Pendidikan. Bicara budaya itu bicara sejarah. Dulu ada Dirjen Budaya tapi maaf tidak punya kebijakan sehingga batik kita diklaim, tarian kita diklaim, ukiran Jepara diklaim. Marilah kita pikirkan tentang ini, bukan kepentingan," ungkapnya saat ditemui dalam acara Open House di rumahnya, daerah Karang Tengah, Jaksel, Senin (21/9).Rano menambahkan, seharusnya budaya bangsa selayaknya dijunjung. "Iya, saya sudah melemparkan kalau budaya itu bagian dari seni maka hancurlah kebudayaan karena orang anggap budaya itu hanya seni tari-menari dan kehancuran itu sudah terlihat seperti peristiwa Ambon karena Pela Gandong (satu kebudayaan Maluku yang menyatukan unsur masyarakat) sudah tidak dibudayakan lagi. Peristiwa Kalimantan antara Madura dan Dayak, karena budaya sudah tidak dijunjung. Ada peribahasa 'Di mana bumi dipijak di situ tradisi harus diangkat,'" jelas pemeran SI DOEL ANAK SEKOLAHAN.Aktor kelahiran Jakarta, 8 Oktober 1960 ini juga memiliki saran yang ditujukan kepada Presiden sebagai pemimpin negara ini. "Saran saya mumpung pak Presiden sedang mengkalkulasi, mulailah membangun Departemen Kebudayaan, gak harus menterinya saya, pilih orang lain. Indonesia ini kaya dengan budaya," ujar Rano.
(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)
(kpl/gum/riz)
Advertisement
D Academy 8
- Fashion SelebritiPotret Seru Soimah di Dangdut Academy 8, Selfie Hingga Joget Bareng













































