Soal Sidang Kepemilikan Satwa Langka, Pengacara Aa Gatot: Ada Kejanggalan

Sabtu, 11 November 2017 17:27 Penulis: Soraya
Soal Sidang Kepemilikan Satwa Langka, Pengacara Aa Gatot: Ada Kejanggalan Gatot Brajamusti @ KapanLagi.com/Budy Santoso

Kapanlagi.com - Sidang lanjutan Aa Gatot Brajamusti kembali digelar pada Selasa (7/11) lalu. Seperti yang kita tahu, Aa Gatot memang sudah mendekam di balik jeruji besi gara-gara kasus kepemilikan satwa langka dan dilindungi, senjata api, hingga skandal asusila yang sempat bikin heboh beberapa waktu lalu.

Ditetapkan menjadi tersangka, sang pengacara yang bernama Kutut Layung Pambudi pun berjuang keras untuk membela mantan ketua PARFI itu. Sayangnya, Kutut merasa ada banyak kejanggalan yang terjadi selama proses sidang.

"Hari ini diperiksa adalah saksi dari kepolisian bertindak sebagai penegak hukum. Ternyata apa yang kita pantaukan pada hari ini ke media memang ada kewajiban-kewajiban kepolisian yang tidak dilaksanakan. Tidak ada proses penyidikan sebagaimana disampaikan tadi di persidangan, bahwa korban ini langsung diperiksa oleh penyidik dalam hal ini adalah prosesnya sudah penyidikan langsung. Di sini jelas terbukti tidak ada penyelidikan langsung ke tahapan penyidikan. Satu hal lagi, tadi disampaikan Aa Gatot pada hari itu juga langsung ditetapkan sebagai tersangka. Itulah yang kita pandang sebagai kekeliruan," jelas Kutut saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa (7/11).

Pengacara Aa Gatot merasa ada banyak kejanggalan @ KapanLagi.com/Agus ApriyantoPengacara Aa Gatot merasa ada banyak kejanggalan @ KapanLagi.com/Agus Apriyanto

Tak berhenti sampai di situ saja, Kutut juga menyayangkan adanya kelalaian selama proses penyelidikan. Ia menekankan jika seharusnya para saksi harus diperiksa dulu sebelum proses persidangan berlangsung agar perkaranya jelas karena ini adalah kasus tindak pidana.

Lebih lanjut lagi, Kutut pun menyampaikan, "Ada satu lagi kejanggalan, tadi dari pihak kepolisian menyatakan ada satu didampingi ketua RT, satu lagi dibilang ketua RT lagi keluar kota. Kan lucu, padahal mereka datang berbarengan. Dari sini kita semua bisa menyimpulkan seperti apa kasus ini. Jadi kewajiban melakukan penggeledahan harus ada izin dari RT setempat. Karena ini yang satu diakui tidak dihadiri RT, yang satu bilang dihadiri."

Gara-gara kejanggalan demi kejanggalan ini, Kutut sebagai pihak pengacara menilai jika persidangan tidak berjalan sebagaimana harusnya. Well, semoga kasus ini segera berakhir dan menemukan jalan cerahnya.

(kpl/pur/sry)

Reporter:

Mathias Purwanto


REKOMENDASI
TRENDING