Tantowi Yahya Ungguli Elektabilitas Foke
Tantowi Yahya
Kapanlagi.com - Meski tidak melakukan sosialisasi yang masive, elektabilitas atau tingkat keterpilihan calon Gubernur DKI Jakarta dari Partai Golkar, Tantowi Yahya, berhasil menyalip elektabilitas Gubernur Incumbent Fauzi Bowo atau Foke. Seperti survei yang dirilis Median Survei Nasional, elektabilitas Tantowi sudah mencapai 23,5 %. Sedangkan Foke berada di angka 22,9 %. Akseptabilitas dan Elektabilitas Tantowi juga jauh meninggalkan Prya Ramadhani, Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta yang juga mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta. Tingkat keterpilihan Prya hanya 0,1 %. Karena tingkat popularitas, akseptablitas, serta elektabilitasnya rendah, belakangan bapak dari artis Nia Ramadhani hanya berniat menjadi calon Wakil Gubernur DKI Jakarta.Walaupun perbedaannya tipis, angka ini menurut Direktur Eksekutif Median Survei Nasional, Rico Marbun, perolehan Tantowi sebenarnya sudah melonjak drastis dari elektabilitas Tantowi pada bulan April-Mei. Pada survei sebelumnya, elektabilitas Tantowi hanya berkisar 7 %, namun dalam waktu 6 bulan melonjak drastis hingga mencapai 23,5 %.Rico yakin jika Tantowi konsisten melakukan sosialisasi dengan terjun ke kantong-kantong masyarakat, elektabilitas Tantowi akan terus merangkak naik. Terlebih, jika DPP Partai Golkar sudah secara tegas memberikan dukungannya kepada anggota Komisi I DPR RI ini."Pada bulan April-Mei elektabilitas Foke yang tinggi memang wajar karena dia incumbent, dan figur pengganti alternatif belum banyak terdengar kemunculannya, namun saat ini sudah banyak figur alternatif yang menyatakan minatnya menjadi Gubernur DKI. Angka ini menunjukkan warga DKI memang mengharapkan munculnya figur baru, menggantikan Foke dan Tantowi paling berpotensi head to head dengan Foke," ujar Rico saat dihubungi, Kamis (17/11).Senada dengan Rico, mantan pengamat politik CSIS yang sekarang menjadi fungsionaris DPP Partai Golkar, Indra J. Pilliang menilai melorotnya tingkat akseptabilitas dan elektabilitas Fauzi Bowo merupakan sinyal yang kurang menguntungkan buat Fauzi Bowo. Pasalnya, berdasarkan pengalaman pemilukada di berbagai daerah, umumnya posisi seorang incumbent akan aman kalau tingkat akseptabilitasnya di atas 70 %. Begitu juga dengan tingkat elektabilitasnya.“Kalau di bawah 60 %, apalagi 50 % seperti yang dialami Foke saat ini, menandakan masyarakat mengingkan pergantian kepemimpinan, “ pungkas Indra.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(kpl/adt/sjw)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba
