Tina Toon Sesalkan Perseturuan Taksi Online Dengan Konvensional

Rabu, 29 Maret 2017 20:15 Penulis: Guntur Merdekawan
Tina Toon Sesalkan Perseturuan Taksi Online Dengan Konvensional Tina Toon © KapanLagi.com®/Budy Santoso

Kapanlagi.com - Perseturuan yang terjadi antara taksi online dengan taksi konvensional disesalkan artis Tina Toon. Menurut pelantun Bolo Bolo itu, kehadiran taksi online sah-sah saja dan harusnya tidak menyebabkan para pesaing jadi marah, terlebih lagi hingga membuat kerusuhan.

Menurut Tina, agar perseteruan ini tidak berlarut, kedua belah pihak harus duduk bersama untuk mencari titik temu dari permasalahan tersebut. Meski mendukung kehadiran taksi online yang memang sudah lebih modern, namun wanita berusia 23 tahun ini juga tetap memikirkan kesejahteraan dari para driver taksi konvensional.

"Kalau buatku pribadi sah-sah saja ya (kehadiran taksi online), karena setiap orang butuh pekerjaan. Meskipun ada kecemburuan dari taksi konvensional. Nah di sini harus ada win win solutionnya. Memang tidak dipungkiri segala sesuatunya yang online itu mengikuti globalisasi. Dengan adanya itu harus ada kerja samanya antara pemerintah dengan pengusaha-pengusaha yang online dan konvensional, untuk menentukan dan mensejahterakan semua jangan sampai dengan adanya online, yang konvensional tidak mendapatkan pekerjaan dan mengurangi pendapatannya," ujar Tina saat dihubungi lewat sambungan telepon, Rabu (29/3).

"Dengan adanya itu (Permenhub no.32/2016) tidak akan ada keributan atau kisruh antara online dengan konvensional. Sama-sama cari duit ya nggak usah pada berantem, pemerintah juga sudah membuat aturan baru untuk pengoperasian bisnis transportasi itu. Tapi balik lagi, keputusan menggunakan transportasi itu ada pada penumpangnya, yaitu masyarakat," sambungnya.

Tina ingin perseteruan taksi online dan konvensional berakhir © KapanLagi.com®/Budy SantosoTina ingin perseteruan taksi online dan konvensional berakhir © KapanLagi.com®/Budy Santoso


Lebih jauh, pemain film CINTA DALAM KARDUS itu juga memberi saran pada taksi konvensional agar tetap bisa bersaing dengan taksi online. Ya, menurutnya, mereka harus mulai ikut era globalisasi, seperti salah satu contohnya dengan cara menambahkan aplikasi online.

"Nah sekarang kan online memang mengikuti globalisasi dan trend di dunia. Sekarang orang lebih memilih online, jadi yang konvensional harus memperbaiki service. Untuk perusahaan ya bisa tambah aplikasi untuk online, toh armadanya sudah ada," pungkasnya.

(kpl/aal/gtr)

Reporter:

Sahal Fadhli


REKOMENDASI
TRENDING