Sinopsis Sinetron 'Catatan Hati Seorang Istri 2', Episode Perdana
CATATAN HATI SEORANG ISTRI 2 © istimewa
Kapanlagi.com - Sinopsis 'Catatan Hati Seorang Istri 2' Episode Perdana [Senin, 16 Mei 2016 pukul 20.15]: 'Catatan Hati Seorang Istri 2', menceritakan tentang kelanjutan kisah Hana Sasmita. Setelah Wisnu meninggal dan Bram pergi keluar negeri bersama keluarga barunya, Hana pun fokus membesarkan Rosi dan Zahra. Namun cobaan tak berhenti datang, Rosi dan Zahra pun meninggal. Hati Hana hancur berkeping-keping. Hana berusaha untuk tetap tegar. Ia pun menenangkan dirinya di sebuah pesantren di Surabaya, dengan bimbingan ustaz Faisal. Beberapa tahun berlalu, Hana mulai bisa mengatasi goncangan hatinya. Hana pun tergerak kembali ke Jakarta dan mendirikan tabloid wanita Islami bernama "Rosi" sebagai kenangan akan almarhum Rosi. Hana mulai menata kembali hidupnya, walaupun bayangan rasa bersalah akan kehilangan kedua anaknya masih sering datang menghampirinya. Awalnya, tak ada niat dari Hana untuk menikah lagi. Namun Allah berkehendak lain. Kebaikan dan pengertian Irfan, kenalan ayahnya yang selama ini turut membantu Hana melewati masa-masa sulit selama menenangkan diri di Surabaya meluluhkan hati Hana. Irfan pun yang jatuh hati pada Hana memberanikan diri untuk melamar Hana. Tanpa Hana ketahui, ada kegalauan di hati Irfan, karena Irfan rupanya masih belum resmi bercerai dari istrinya, Dina. meski sebenarnya Irfan "secara agama" sudah menjatuhkan talak terhadap Dina karena Dina memang sama sekali tidak memperlakukan Irfan sebagai suami. Dina sendiri sudah pisah rumah dan bahkan malas berhubungan dengan Irfan, akan tetapi Dina sengaja menunda-nunda sidang perceraiannya karena dia merasa tidak terima kalau Irfan punya istri baru duluan. Dina baru mau resmi cerai dari Irfan kalau Dina sudah memiliki pengganti Irfan. Irfan yang sangat mencintai Hana berusaha keras membujuk Dina agar perceraian ini cepat selesai.
Sinetron CATATAN HATI SEORANG ISTRI 2 Episode Perdana © Sinemart Indonesia(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)
(kpl/sin/cvn)
Advertisement
