in partnership with Indosiar
 
DANGDUT

Panen Manggung di Musim Politik, Lia Amelia Tetap Bersikap Profesional

Jum'at, 19 April 2019 13:10 Penulis: Cinthya Septavy

Lia Amelia (credit: KapanLagi/Darmadi Sasongko)

Kapanlagi.com - Pendangdut Lia Amelia mengaku mendapatkan banyak untung dari agenda politik yang sedang berlangsung di Tanah Air. Penyanyi kontestan Bintang Pantura 5 ini mendapat banyak undangan untuk acara-acara kampanye, baik Pilpres, sosialiasi KPU maupun calon legislatif (Caleg).

"Sempat kemarin tampil untuk partai-partai, untuk KPU juga. Ramai kan, kebanyakan sih ngisi di acaranya KPU," kata Lia Amelia kepada KapanLagi.com di Hotel Balava Kota Malang belum lama ini.

 

1. Nyanyi Secara Profesional

Lia menjalankan profesi secara profesional dan tergantung para pengundangnya. Ia berusaha tidak terbawa dalam suasana dukung-mendukung, walaupun sebenarnya secara pribadi lebih fokus pada pasangan tertentu.

"Lia diundang, Lia nyanyi, just itu. Ya yang sering memang even KPU-nya," katanya.

Saat membawakan lagu, biasanya berbagi dengan penyanyi lain, atau menyesuaikan dengan request (permintaan). Saat tertentu juga harus membawakan lagu-lagu yel dari pasangan yang didukung di acara tersebut.

"Ramai-ramai sih biasanya, kita menyesuaikan lapangan, bisa satu sampai tiga lagu, itupun kadang diisi deklarasi-geklarasi. Kita sebagai pemeriah acara saja sih. Ada sih, kemarin aku ngisi di acara Parade Becak, ada beberapa lagu diganti dengan ajakan memilih. Beberapa kali even di Paslon 01. Kita jalani, kita profsional saja, kalau umpanyanya ada ajakan paslon 02 ya oke saja," jelasnya.

2. Terbawa Suasana

Lia sendiri mengaku aktif di media sosial dan mengikuti setiap hiruk pikuk perkembangannya. Tetapi memang berusaha untuk tidak ikut-ikutan dalam perdebatan.

"Kalau ikut komen sih nggak, Lia melihat saja dari dua kubu, sudut 01 bagaimana, sudut 02 bagaimana, untuk dipelajari," katanya.

Lia yang saat ini kuliah semester 6 mengaku sudah menentukan pilihan untuk Pilpres. Sesekali dirinya terbawa emosi saat melihat pasangan yang didukungnya dikritisi apalagi dihina dan sebagainya.

"Pastilah (ikut terbawa marah), apalagi kalau pas lihat debat, tapi berusaha menerima perbedaan," kata Lia yang mengaku selalu melihat acara debat televisi.

Lia juga kerap melihat acara debat para juru bicara capres yang sebagian masih muda. Terkadang membuatnya iri juga, dengan usianya yang masih muda tetapi sudah mampu dan berkesempatan bicara di panggung politik.

"Yang debat muda-muda gitu, kayak dengan usia yang muda mereka kritis sekali tentang politik. Sekarang yang ngurus politik tidak yang berusia saja, anak-anak muda sudah banyak, mereka sudah mulai didengar. Mulai jadi kritikus juga," ungkapnya.

Tetapi memang seharusnya tidak boleh saling menjatuhkan terutama dengan pernyataan yang bersifat pribadi. Kalau yang diperdebatkan masalah ide dan gagasan menurutnya memang harus seperti itu.

"Sebenarnya ide gagasannya seperti itu jadi mulai menjadi perdebatan, seletingan kalimat yang menjatuhnya, ngapain sih. Saya lihat, mereka berbeda pendapat tapi kan sama yang beda secara pemikian dan sudut pandang saja. Tujuannya tetep satu sama," ungkapnya.

Saat terbawa marah karena melihat perdebatan, Lia mengaku buru-buru menyadari bahwa nanti yang terbaik akan dipilih oleh rakyat. Berbeda sebagai sesuatu yang wajar, tetapi tujuannya jelas sama untuk membawa kondisi Indonesia menjadi lebih baik dan lebih maju.

"Memang yang beda jalannya saja, tujuannya satu," tegasnya.

(kpl/dar/cvn)

Reporter: Darmadi Sasongko


REKOMENDASI
TRENDING