EKSKLUSIF
EksKLusive Column May - Week I

Seperti Apa Hari Buruh di Mata Para Selebriti?

Seperti Apa Hari Buruh di Mata Para Selebriti?



Jum'at, 02 Mei 2014 17:52 | 

Susan Bachtiar


Kapanlagi.com - Persoalan buruh seolah tiada henti seiring dengan tuntutan yang mereka ajukan. Karena itu setiap 1 Mei ribuan buruh di seluruh pelosok negeri selalu melakukan aksi turun ke jalan. Namun sejak tahun ini pada tanggal tersebut pemerintah telah menetapkan sebagai hari libur nasional.  Entah apa maksudnya. Yang pasti walau 1 Mei telah ditetapkan menjadi hari libur, permasalahan buruh masih ada lantaran belum semua perusahaan memenuhi aturan yang dikeluarkan pemerintah. Semisal upah minimum regional, aturan cuti haid atau hamil bagi perempuan.

Tetapi di mata model Aline Adita, nasib buruh tanah air saat ini terbilang lumayan dibandingkan dulu. Apalagi pemerintah telah menetapkan upah minimum sesuai dengan wilayah.

"Walau gak update situasi sekarang, tapi apakah UMR sudah sesuai dengan standar, menurut saya sudah lumayan oke. Kalau gak salah 2,4 juta ya ?," katanya.

Namun diakui masih ada perusahaan yang belum sepenuhnya menjalankan aturan yang ditetapkan pemerintah untuk karyawan perempuan yang tengah hamil. Padahal hal ini sudah dilayaknya diberikan pada mereka.

Aline harapkan perhatian lebih untuk buruh wanita @foto: KapanLagi.com®Aline harapkan perhatian lebih untuk buruh wanita @foto: KapanLagi.com®

"Saya rasa itu hak pemerintah untuk menetapkan seperti apa, karena di Amerika, meski punya regulasi tertentu tapi perusahaan punya aturan sendiri. Ada yang cuti sampai 3 bulan, ada yang dikasi dua minggu, kayak teman saya. Jadi mereka complain ya namun mereka tetap butuh penghasilan, akhirnya melakukan aja," urainya lagi.

Alangkah baiknya, kata Aline, jika perusahaan dan pemerintah mencarikan jalan keluar. Pasalnya ada pula yang memanfaatkan kondisi seperti ini.

"Negosiasi harus ada dan melihat kondisinya juga. Tapi jangan mentang dikasih cuti haid, disalahgunakan. Kadang-kadang orang sini kan bandel,” jelasnya.

Sementara itu Susan Bachtiar justru menilai keadaan buruh sekarang masih buruk. Terlebih budaya masyarakat yang merasa dikasihani masih merasuk dalam diri.

"Masih buruk. Ada yang berubah, ada yang  gak. Di sini, yang makmur makin makmur, yang tak makmur ya makin tak makmur. Tapi balik lagi pada budaya masyarakat yang minta dikasihani. Padahal gak bisa kayak gitu,” terangnya.

Susan nilai keadaan buruh makin memburuk @foto: KapanLagi.com®Susan nilai keadaan buruh makin memburuk @foto: KapanLagi.com®

Padahal, lanjutnya, pimpinan tidak akan lepas mata jika memang anak buahnya melakukan pekerjaan sesuai porsi yang telah ditentukan. Susan lantas memberikan contoh bagaimana buruh yang merantau mampu bertahan karena niatan kerja yang kuat.

"Namun orang kita kecenderunganya gitu, mintanya dikasihani. Jadi gak bisa kayak gitu, harus ada usaha dan niat. Orang pasti akan liat dan apresiasi. Itu yang harus ditanamkan pada buruh. Jangan nunggu bola tapi jemput bola. Contohlah orang-orang perantauan lebih bertahan, karena mereka punya niat bekerja. Dan sebagai atasan kalau lihat anak buah rajin kerja maka akan diberikan penghargaan, itu pasti," paparnya lagi.

Dosen cantik yang mengajar di salah satu kampus ini juga tidak setuju pada perusahaan yang tak memberikan cuti hamil atau haid pada karyawannya.  Apalagi kondisi antara karyawan pria dengan wanita berbeda.

"Itu saya gak setuju karena di negara Sweden bukan hanya perempuan yang dapat cuti tapi laki-laki juga sebagai ayah. Jadi sebenarnya harus diterapkan. Sudah mengandung 9 bulan, berubah bentuk badan, melahirkan, recovery, sedangkan suami kerja. Jadi perlu waktu pemulihan sambil jaga anak. Sebab gimana pun 3 semester paling penting bagi bayi untuk ASI,” urainya.

Karena itu ia amat menyayangkan jika masih ada perusahaan yang tak mentolelir karyawannya untuk cuti hamil. "Kalau saya amat menyayangkan banyak perusahaan yang tak menerapkan itu. Setidak-tidaknya dalam satu bulan, ada suatu perusahaan, yang kasih satu atau dua hari yang datang bulan.

"Sangat mengerti dan toleransi tinggi. Kalaupun gak ada (cuti haid), ya gak masalah. Tapi kalau orang hamil perlu banget," pungkas Susan. (kpl/dis/adb)