55 Pantun Maulid Nabi: Menyentuh, Lucu, dan Berbalas

55 Pantun Maulid Nabi: Menyentuh, Lucu, dan Berbalas
pantun maulid nabi (h)

Kapanlagi.com - Empat baris bersajak a-b-a-b bisa menjelma doa, tawa, sekaligus nasihat dalam satu tarikan napas. Itulah daya pikat pantun Maulid Nabi yang membuat peringatan kelahiran Rasulullah SAW terasa lebih hidup, baik di atas panggung acara maupun di kolom caption media sosial.

Koleksi berikut sengaja disusun berbeda: seluruh baitnya orisinal dan dikelompokkan sesuai kebutuhanmu, mulai pembuka acara untuk MC, status WhatsApp singkat, bait lucu, pantun berbalas, hingga sentuhan Jawa halus yang jarang dijumpai di tempat lain. Pilih yang paling pas, salin, lalu bagikan.

1. Sekilas: Kenapa Pantun Cocok untuk Merayakan Maulid Nabi

Mengutip Kementerian Agama RI, pada 12 Rabiul Awal umat Islam memperingati peristiwa agung lahirnya Rasulullah SAW yang dikenal sebagai Maulid Nabi. Momen ini lazim diisi pembacaan sholawat, pengajian, hingga ceramah, dan pantun hadir sebagai perekat suasana yang membuat pesan dakwah terasa ringan.

Sebagaimana disampaikan Sekretariat Kabinet RI, pantun bukan sekadar alat komunikasi sosial, melainkan kaya nilai budaya dan agama sebagai panduan moral yang menekankan keseimbangan serta harmoni antarmanusia. Karakter inilah yang membuatnya pas menyampaikan nasihat kelahiran Nabi tanpa terasa menggurui.

Sebelum menyimak daftarnya, kamu bisa menelusuri asal usul peringatan Maulid Nabi dan keistimewaan bulan Rabiul Awal agar bait yang kamu bacakan makin bermakna.

2. Pantun Maulid Nabi Pembuka Acara untuk MC dan Sambutan

Bagian ini cocok untuk pembawa acara yang ingin membuka majelis dengan hangat dan santun. Padukan dengan contoh teks MC Maulid agar transisi acara terasa mulus.

  1. Terbang melayang burung kenari / hinggap sebentar di pohon pinang / salam pembuka saya beri / untuk hadirin yang telah datang
  2. Pagi memetik kembang melati / harum menyebar sampai beranda / bismillah acara kita mulai / semoga lancar tanpa kendala
  3. Ke toko lama membeli tinta / tinta dipakai menulis warkat / selamat datang bapak ibu kita / semoga majelis penuh berkat
  4. Anak menjala di tepi telaga / memperoleh seekor ikan gabus / mari berdiri hadirin semua / sambut maulid dengan hati tulus
  5. Ke kebun bibi memetik jambu / jambu ranum dibawa pulang / salam takzim dari kalbu / untuk tamu yang datang menjelang
  6. Sore menyeduh teh di cangkir / ditemani pisang goreng hangat / mari hadir dengan hati berzikir / menyambut maulid penuh rahmat
  7. Menanam padi di sawah luas / air mengalir dari bendungan / terima kasih tak terbatas / atas kehadiran para undangan
  8. Layang-layang putus talinya / jatuh perlahan ke tanah lapang / mari kita buka acaranya / dengan sholawat yang berkumandang

3. Pantun Maulid Nabi Singkat untuk Caption dan Status WhatsApp

Butuh yang ringkas untuk unggahan? Bait singkat berikut pas jadi caption Maulid Nabi di Instagram maupun WhatsApp. Kalau ingin lebih banyak variasi, telusuri juga kata-kata Maulid Nabi untuk media sosial.

Pantun Dua Baris yang Kilat

  1. Beli ketupat di pasar pagi / mari semarakkan maulid nabi
  2. Naik delman keliling kota / maulid Nabi penyejuk kita
  3. Memancing ikan di tepi rawa / sholawat Nabi penyejuk jiwa
  4. Menyeduh teh panas di cangkir / maulid tiba, mari berzikir

Pantun Empat Baris untuk Story

  1. Fajar menyingsing di ufuk timur / embun menetes di ujung daun / maulid mengajak hati bersyukur / meneladani Nabi santun dan penyantun
  2. Rembulan penuh menerangi malam / memantul indah di atas telaga / cinta pada Nabi menetap di dalam / tumbuh mengakar sepanjang usia
  3. Ombak berkejar menuju pantai / buih memutih menyentuh karang / maulid jadi tanda cinta sampai / rindu pada Rasul kian berkembang
  4. Aroma kopi memenuhi ruang / pagi merekah penuh cahaya / maulid Nabi bukan sekadar kenang / tapi teladan yang kita jaga

4. Pantun Maulid Nabi Penuh Makna dan Nasihat

Bagi yang ingin bait reflektif, kelompok ini menyorot akhlak dan sholawat. Nuansanya sejalan dengan koleksi kata mutiara Maulid Nabi dan kalimat untuk Maulid Nabi penuh makna.

Meneladani Akhlak Rasulullah

  1. Pohon beringin rindang daunnya / tempat berteduh musafir lelah / akhlak Nabi teduh menaunginya / jadi pelita di kala susah
  2. Menjahit kain dengan benang / benang halus warna delima / sabar Nabi tak pernah hilang / walau dihina tetap menerima
  3. Berjalan kaki menyusur ladang / memetik jagung yang menguning / akhlak Nabi terang benderang / jadi panutan hati yang bening
  4. Menyalakan lentera kala petang / cahayanya lembut menembus kabut / kasih Nabi pada yang datang / merangkul lemah, papa, dan takut

Ajakan Memperbanyak Sholawat

Semakin sering dilantunkan, sholawat kian meneduhkan. Kenali lebih dalam bacaan sholawat untuk memperbanyak sholawat dan beragam keutamaan sholawat.

  1. Menabur benih di tanah subur / tumbuh menghijau ditimpa hujan / mari bersholawat penuh syukur / sebagai tanda cinta dan harapan
  2. Kapas berarak di langit biru / angin membawanya ke seberang / lantunkan sholawat merdu / agar hati damai dan tenang
  3. Bulan sabit di ujung senja / menerangi jalan pulang / perbanyak sholawat sepanjang usia / moga syafaat kelak menjelang
  4. Menyeberang jembatan tua / di bawahnya sungai mengalir / sholawat menjadi bekal kita / menuju perjumpaan di akhir

Sudah lewat enam belas bait dan semoga ada satu yang menyentuhmu. Kalau ingin bacaan pengiring, simpan pula lirik sholawat untuk dilantunkan sebelum pantun dibacakan. Mari lanjut ke bagian untuk si kecil.

5. Pantun Maulid Nabi untuk Anak-anak dan Santri

Bahasa sederhana dan rima ceria memudahkan anak TPQ menghafal. Bait-bait ini menanamkan cinta Rasul sejak dini dengan cara menyenangkan.

  1. Kucing kecil bermain bola / bolanya jatuh ke dalam peti / ayo anak-anak semua / kita cinta kepada Nabi
  2. Burung pipit hinggap di jendela / mematuk remah roti tawar / maulid Nabi rayakan bersama / rajin mengaji dan belajar
  3. Ikan mas berenang lincah / di kolam bening depan surau / akhlak Nabi indah dan cerah / mari anak-anak tiru selalu
  4. Main layangan di tanah lapang / talinya ditarik pelan-pelan / maulid Nabi hati riang / rajin salat dan berbuat sopan
  5. Membeli permen rasa mangga / dimakan bersama teman sebangku / mari mencintai Nabi mulia / dengan sholawat setiap waktu
  6. Menggambar bintang di buku tulis / diwarnai kuning dan biru / santri kecil rajin menulis / meneladani Nabi sang guru

6. Pantun Maulid Nabi Lucu yang Menghibur

Selipkan tawa tanpa kehilangan pesan. Kalau ketagihan bait jenaka, mampir ke caption pantun lucu dan koleksi pantun lucu singkat.

Pantun Lucu Bertema Sholawat

  1. Beli bakso di tukang lewat / kuah tumpah kena celana / daripada rebahan tak bermanfaat / yuk sholawat, hati bahagia
  2. Wi-Fi lemot loadingnya lama / sinyal timbul tenggelam melulu / daripada kesal tak karuan jiwa / mending sholawat setiap waktu
  3. Nasi padang lauk rendang / sambal ijonya bikin nagih / maulid tiba hati senang / sholawat digas jangan cuma sedih
  4. Kopi tubruk diseduh pagi / gulanya lupa jadi pahit / maulid Nabi jangan lupa diri / sholawat rajin, rezeki tak sempit

Pantun Jenaka Pencair Suasana

  1. Kucing oren tidur di kasur / bangun-bangun langsung mengeong / maulid ngajak kita bersyukur / hati lapang, dompet jangan bolong
  2. Beli cilok bumbu kacang / dimakan hangat sore hari / maulid Nabi hati senang / mari sholawat tiada henti
  3. Beli gorengan lima ratusan / tempe mendoan masih hangat / maulid jadi pengingat kebaikan / yuk perbaiki diri mumpung sempat

Baca juga: Pantun ucapan pernikahan lucu untuk meriahkan hari bahagia

Baca juga: Pantun ucapan ulang tahun lucu yang kreatif

7. Pantun Maulid Nabi Berbalas untuk Sahut-sahutan

Format berbalas nyaris tak ada di artikel lain, padahal paling seru untuk lomba santri, pentas kelas, atau ice breaking majelis. Satu pihak bertanya, pihak lain menjawab, keduanya tetap dalam pola empat baris.

Penanya: Ke pasar membeli talas / talas direbus dalam kuali / wahai kawan coba jelas / apa makna maulid nabi?

Penjawab: Membeli talas juga keladi / dibawa pulang dalam bakul / maulid itu tanda cinta sejati / pada baginda junjungan rasul

Penanya: Menanam tebu di tepi kali / airnya deras menghanyutkan / apa tanda kita cinta Nabi / yang mesti kita amalkan?

Penjawab: Tebu ditebang lalu digiling / jadi gula manis rasanya / amalkan sunnah jangan berpaling / sholawat pun jangan lupa

Penanya: Layar terkembang perahu berlayar / menuju pulau di kejauhan / bagaimana cara kita belajar / meneladani Nabi pilihan?

Penjawab: Perahu berlabuh di tepi dermaga / nelayan turun membawa pukat / baca kisahnya, amalkan tiap kata / hidup pun berkah dunia akhirat

8. Pantun Maulid Nabi Nuansa Jawa Halus

Sentuhan parikan berbahasa Jawa memberi warna khas Nusantara yang jarang diangkat. Tiap bait dilengkapi arti agar tetap bisa dinikmati pembaca umum. Untuk memahami akar tradisi ini, sandingkan dengan kumpulan kata-kata pantun lain.

  1. Tuku klapa neng pasar Gawok / klapane digawa mulih / ayo sholawat kanthi khusyuk / marang Kanjeng Nabi kang linuwih (Artinya: beli kelapa di Pasar Gawok, kelapanya dibawa pulang; ayo bersholawat dengan khusyuk, kepada Kanjeng Nabi yang mulia.)
  2. Mangan sega jangan bayem / lawuhe tempe lan tahu / Kanjeng Nabi tuladha kang ayem / sedaya umat kudu tumindak setuhu (Artinya: makan nasi sayur bayam, lauknya tempe dan tahu; Kanjeng Nabi teladan yang menenangkan, semua umat harus bersungguh-sungguh mengikuti.)
  3. Kembang mlathi arum gandane / ditandur ana ngarep umah / ayo tulung-tinulung marang sesamane / niru Kanjeng Nabi kang lomah-lamah (Artinya: bunga melati harum baunya, ditanam di depan rumah; mari saling membantu kepada sesama, meneladani Kanjeng Nabi yang lemah lembut.)
  4. Awan-awan udan deres / banyune mili tekan kali / maulid ngajak ati kang beres / tresna marang Nabi saya suci (Artinya: siang hari hujan deras, airnya mengalir sampai sungai; maulid mengajak hati yang bersih, cinta kepada Nabi kian suci.)
  5. Gusti Allah Kang Maha Welas / maringi rahmat marang sedaya / ayo maulidan kanthi tulus lan ikhlas / supaya urip tansah mulya (Artinya: Allah Yang Maha Pengasih, memberi rahmat kepada semua; ayo peringati maulid dengan tulus dan ikhlas, supaya hidup selalu mulia.)
  6. Rembulan padhang ing wayah wengi / sunare tekan pekarangan / kita eling marang Kanjeng Nabi / kang maringi tuladha kabecikan (Artinya: rembulan terang di waktu malam, sinarnya sampai ke pekarangan; kita ingat kepada Kanjeng Nabi, yang memberi teladan kebaikan.)

9. Pantun Maulid Nabi Penutup Acara

Menutup majelis sebaik membukanya. Bait berikut merangkum permohonan maaf, doa, dan harapan. Lengkapi dengan pilihan ucapan Maulid Nabi serta pantun nasihat dan pantun agama untuk kesempatan lain.

  1. Menutup kitab sudah usai / lampu surau mulai diredupkan / acara maulid telah sampai / mohon maaf bila ada kekurangan
  2. Padi menguning sudah dituai / disimpan rapi di dalam lumbung / majelis maulid telah usai / semoga berkahnya terus menyambung
  3. Air surut meninggalkan pantai / menyisakan kerang di atas pasir / sampai jumpa acara pun usai / semoga silaturahmi tetap mengalir
  4. Melipat tikar di kala petang / rebana disimpan rapi kembali / terima kasih para tamu yang datang / semoga berkah menyertai
  5. Angin malam berembus lembut / menyentuh dedaunan di halaman / semoga maulid menautkan kalbu yang ribut / menjadi tenang penuh keimanan
  6. Doa dipanjatkan menutup acara / lilin harapan mulai dinyalakan / semoga tahun depan kita berjumpa / dalam maulid yang penuh keberkahan

Ingin melengkapi renungan setelah acara? Simpan juga kata-kata Islami yang menyentuh hati dan nasihat bijak para ulama sebagai pelengkap.

10. 3 Fakta Menarik Seputar Pantun dan Maulid Nabi

  1. Pantun kini berstatus warisan dunia. Berdasarkan laporan Kemendikbud, pantun resmi ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda pada 17 Desember 2020 dan menjadi tradisi budaya Indonesia ke-11 yang diakui UNESCO, diajukan bersama Malaysia. Jadi, saat membacakan pantun Maulid Nabi, kamu sedang menghidupkan warisan dunia.
  2. Empat baris, dua fungsi. Struktur pantun terdiri atas empat baris bersajak a-b-a-b: dua baris pertama berupa sampiran sebagai pengantar rima, dua baris terakhir berupa isi sebagai pesan utama. Pada pantun Maulid, isi inilah yang memuat doa, sholawat, dan ajakan meneladani akhlak Rasulullah.
  3. Ekspresi maulid sangat beragam di Nusantara. Dari Aceh sampai Papua, tiap daerah punya cara sendiri menyemarakkan kelahiran Nabi, mulai barzanji, arak-arakan, hingga berbalas pantun, sehingga tradisi ini menjadi khazanah budaya Islam yang kaya.

Daftar Referensi

  1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (KWRI UNESCO). UNESCO Tetapkan Pantun sebagai Warisan Budaya Dunia Takbenda. Diakses pada 21 Agustus 2026, dari https://kwriu.kemdikbud.go.id/berita/unesco-tetapkan-pantun-sebagai-warisan-budaya-dunia-takbenda/
  2. Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. UNESCO Tetapkan Pantun sebagai Warisan Budaya Dunia Takbenda. Diakses pada 21 Agustus 2026, dari https://setkab.go.id/unesco-tetapkan-pantun-sebagai-warisan-budaya-dunia-takbenda/
  3. Kementerian Agama Republik Indonesia. Perayaan Maulid dan Muhasabah Cinta Nabi. Diakses pada 21 Agustus 2026, dari https://kemenag.go.id/opini/perayaan-maulid-dan-muhasabah-cinta-nabi-xt0yts

(kpl/cel)

Rekomendasi

Trending