7 Tips Menanam Bawang Merah dari Sisa Dapur agar Cepat Tumbuh Tunas untuk Pemula
Tips Menanam Bawang Merah dari Sisa Dapur agar Cepat Tumbuh Tunas. (AI Generated)
Kapanlagi.com - Sisa bawang merah setelah memasak jangan langsung dibuang. Bagian yang masih memiliki pangkal dapat dimanfaatkan untuk menumbuhkan tanaman baru di rumah. Tips menanam bawang merah dari sisa dapur agar cepat tumbuh tunas dapat dicoba dengan wadah sederhana tanpa perlu menyiapkan banyak perlengkapan.
Menanam kembali sisa bawang merah juga dapat menjadi cara untuk memanfaatkan bahan dapur yang masih bisa digunakan. Kegiatan ini dapat dilakukan di pot, wadah bekas, maupun sudut halaman rumah. Perawatannya pun dapat dimulai dari hal sederhana, seperti mengatur posisi bawang, air, dan tempat tumbuh.
Agar tunas lebih mudah muncul, ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan sejak memilih sisa bawang hingga merawatnya setelah ditanam. Berikut ini adalah beberapa tips menanam bawang merah dari sisa dapur agar cepat tumbuh tunas yang dapat menjadi panduan untuk memulai kegiatan menanam dari bahan yang tersedia di dapur, dirangkum oleh KapanLagi.com dari berbagai sumber, Selasa (15/9/2026).
Advertisement
1. Pilih Bawang Merah yang Masih Memiliki Pangkal
Langkah pertama adalah memilih sisa bawang merah yang masih dapat tumbuh. Perhatikan bagian bawah bawang yang menjadi tempat tumbuh akar. Bawang yang masih memiliki pangkal dapat digunakan karena bagian tersebut menjadi tempat keluarnya akar dan tunas. Hindari menggunakan potongan bawang yang sudah terpisah dari pangkalnya.
Bawang merah yang akan ditanam sebaiknya belum dimasak dan tidak mengalami kerusakan pada seluruh bagian umbinya. Jika ada kulit luar yang lepas, cukup singkirkan bagian tersebut. Pangkal bawang tetap dipertahankan. Bagian inilah yang nantinya berada dekat dengan media tanam dan membantu pertumbuhan akar.
Ukuran sisa bawang tidak harus sama. Bawang yang tersisa setelah mengambil beberapa bagian untuk memasak juga dapat dimanfaatkan selama pangkalnya masih ada. Jangan memotong bagian bawah terlalu dalam. Sisakan bagian yang menjadi tempat akar agar bawang mempunyai bagian untuk memulai pertumbuhan.
2. Bersihkan Sisa Bawang Sebelum Ditanam
Setelah memilih bawang, bersihkan bagian luarnya dari sisa tanah, kulit, atau kotoran yang menempel. Pembersihan dapat dilakukan dengan tangan atau menggunakan air. Langkah ini membantu mengurangi kotoran yang ikut masuk ke dalam media tanam ketika bawang mulai ditanam.
Jika bawang baru saja diambil dari dapur, biarkan permukaannya terkena udara sebentar sebelum ditanam. Jangan langsung memberikan banyak air. Bagian bawang yang terlalu basah dapat mengalami pembusukan, terutama jika media tanam juga menyimpan banyak air.
Periksa kembali bagian bawah bawang sebelum dimasukkan ke media. Jika terdapat bagian yang lembek atau berbau, sebaiknya tidak digunakan. Pilih bagian yang masih dapat dipertahankan. Dengan pemeriksaan tersebut, proses penanaman dapat dimulai dari sisa bawang yang masih memiliki bagian untuk tumbuh.
3. Gunakan Wadah dengan Lubang di Bagian Bawah
Wadah untuk menanam bawang merah tidak harus berupa pot khusus. Wadah bekas makanan, gelas plastik, atau pot yang tersedia di rumah dapat digunakan selama memiliki lubang di bagian bawah. Lubang tersebut membantu air keluar setelah penyiraman sehingga tidak menggenang di sekitar bawang.
Isi wadah menggunakan tanah yang dapat digunakan untuk tanaman. Jangan memenuhi wadah sampai bagian paling atas. Sisakan ruang agar air tidak langsung meluber ketika disiram. Setelah media dimasukkan, buat lubang kecil dengan jari untuk menempatkan pangkal bawang.
Jika menggunakan beberapa bawang, beri jarak antara satu bawang dan lainnya. Jarak ini memberikan ruang bagi akar untuk tumbuh. Wadah yang terlalu penuh dapat membuat bawang berhimpitan. Penanaman satu bawang dalam satu wadah juga dapat dilakukan jika ruang yang tersedia terbatas.
4. Tanam Pangkal Bawang Menghadap ke Bawah
Letakkan bawang dengan bagian pangkal yang memiliki akar menghadap ke bawah. Masukkan bagian bawah bawang ke dalam tanah, tetapi jangan menimbunnya seluruhnya. Bagian atas bawang dapat dibiarkan berada di atas permukaan tanah agar tunas mempunyai ruang untuk keluar ketika mulai tumbuh.
Setelah bawang ditempatkan, tekan tanah di sekitarnya secara perlahan. Tujuannya agar bawang tidak mudah bergeser ketika disiram. Tidak perlu menekan tanah dengan kuat karena akar yang baru tumbuh membutuhkan ruang untuk berkembang di dalam media tanam.
Posisi bawang perlu diperiksa setelah penyiraman pertama. Jika bawang berubah posisi atau terangkat, rapikan kembali tanah di sekitarnya. Pastikan pangkal tetap berada di dalam media. Dari bagian tersebut, akar akan tumbuh ke bawah, sedangkan tunas akan bergerak ke arah atas.
5. Siram Secukupnya dan Jangan Membuat Tanah Tergenang
Setelah ditanam, siram media secukupnya. Air diberikan pada tanah, bukan dengan merendam seluruh bagian bawang. Penyiraman dapat dilakukan ketika permukaan tanah mulai terasa kering. Frekuensinya dapat berbeda bergantung pada kondisi tempat tanaman diletakkan.
Jika tanah masih basah, tidak perlu menambahkan air. Terlalu sering menyiram dapat membuat media terus basah. Kondisi tersebut dapat membuat bagian bawang yang berada di dalam tanah membusuk sebelum sempat menghasilkan tunas.
Perhatikan juga lubang pada bagian bawah wadah. Air yang diberikan setelah penyiraman perlu dapat keluar melalui lubang tersebut. Jika air tidak dapat keluar, periksa wadah dan media tanam. Langkah sederhana ini membantu menjaga kondisi tanah agar tidak terus menyimpan air.
6. Letakkan di Tempat yang Mendapat Cahaya
Setelah ditanam, letakkan wadah di tempat yang mendapatkan cahaya matahari. Bawang merah membutuhkan cahaya untuk mendukung pertumbuhan tunas dan daun. Teras, halaman, atau bagian rumah yang mendapat cahaya dapat digunakan selama tanaman tidak terus berada di tempat tertutup.
Wadah dapat dipindahkan jika lokasi pertama tidak mendapatkan cahaya yang cukup. Perhatikan perubahan pada tunas dan daun setelah beberapa hari. Jika tanaman mulai tumbuh, tetap letakkan di tempat yang mendapatkan cahaya agar pertumbuhannya dapat berlanjut.
Tidak perlu memindahkan tanaman berkali-kali dalam sehari. Pilih satu tempat yang dapat memberikan cahaya dan mudah dijangkau untuk pemeriksaan. Dari lokasi tersebut, tanaman dapat dipantau sekaligus disiram ketika tanah mulai mengering. Kebiasaan memeriksa tanaman juga membantu mengetahui perubahan sejak awal.
7. Beri Waktu hingga Tunas Muncul
Setelah semua langkah dilakukan, bawang perlu dibiarkan untuk tumbuh. Jangan mencabut bawang hanya karena tunas belum terlihat dalam satu atau dua hari. Waktu pertumbuhan dapat berbeda pada setiap bawang karena kondisi bahan dan tempat penanaman tidak selalu sama.
Periksa bagian tengah bawang secara berkala. Tunas biasanya mulai terlihat dari bagian atas setelah akar berkembang. Jika ada perubahan pada warna atau bentuk bawang, perhatikan kondisinya. Bawang yang mulai tumbuh dapat terus dirawat dengan penyiraman sesuai keadaan tanah.
Selama belum ada tanda pertumbuhan, hindari mengganti media atau memindahkan bawang tanpa alasan. Biarkan akar berkembang di tempatnya. Setelah tunas muncul, perawatan dapat dilanjutkan dengan menjaga kebutuhan air dan cahaya. Dari satu sisa bawang, kegiatan sederhana ini dapat menjadi awal untuk menanam bahan dapur di rumah.
8. Pertanyaan Seputar Tips Menanam Bawang Merah dari Sisa Dapur
Apakah bawang merah dari sisa dapur bisa ditanam kembali?
Bisa, selama bagian bawang yang digunakan masih memiliki pangkal tempat akar tumbuh. Bagian tersebut dapat ditanam di media tanah dan dirawat dengan penyiraman serta cahaya yang sesuai.
Berapa lama bawang merah mulai tumbuh tunas?
Waktu munculnya tunas dapat berbeda pada setiap bawang. Kondisi bawang, media tanam, air, dan cahaya dapat memengaruhi pertumbuhannya. Karena itu, tanaman sebaiknya diperiksa secara berkala tanpa mencabutnya.
Apakah bawang merah harus direndam sebelum ditanam?
Bawang merah tidak harus direndam sebelum ditanam. Bagian yang masih memiliki pangkal dapat langsung ditempatkan pada media tanam setelah dibersihkan. Yang perlu diperhatikan adalah kondisi bawang dan kelembapan tanah setelah penanaman.
Apakah bawang merah bisa ditanam dalam pot kecil?
Bawang merah dapat ditanam dalam pot atau wadah yang memiliki lubang pembuangan air. Jika menanam lebih dari satu bawang, berikan jarak agar setiap tanaman memiliki ruang untuk pertumbuhan akar dan daun.
Bagaimana agar bawang merah cepat tumbuh tunas?
Pilih bawang yang masih memiliki pangkal, gunakan wadah dengan lubang, tanam dengan posisi yang benar, siram secukupnya, dan letakkan di tempat yang mendapat cahaya. Setelah itu, biarkan tanaman tumbuh dan periksa kondisinya secara berkala.
(kpl/bim)
Advertisement
D Academy 8
-
Event Dangdut Pembagian Peserta Tiap Grup Dangdut Academy 8 Top 17
-
Kompetisi Dangdut Live Streaming DA8 Result Top 17 Group 1, Tazir Akan Tersenggol?
