Apa Arti Biodiversitas: Memahami Keanekaragaman Hayati di Bumi
apa arti biodiversitas
Kapanlagi.com - Biodiversitas atau keanekaragaman hayati merupakan salah satu konsep paling fundamental dalam ilmu biologi dan ekologi. Istilah ini mengacu pada keragaman kehidupan di Bumi yang mencakup semua makhluk hidup mulai dari mikroorganisme hingga hewan besar.
Memahami apa arti biodiversitas sangat penting untuk menyadari betapa kompleks dan berharganya kehidupan di planet kita. Keanekaragaman hayati tidak hanya mencakup jumlah spesies yang berbeda, tetapi juga variasi genetik dan ekosistem tempat mereka hidup.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), biodiversitas didefinisikan sebagai keanekaragaman hayati yang mencakup variasi kehidupan di Bumi, termasuk semua jenis tumbuhan, hewan, mikroorganisme, serta ekosistem tempat mereka hidup. Konsep ini menjadi dasar bagi upaya konservasi dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Advertisement
1. Pengertian dan Definisi Biodiversitas
Biodiversitas berasal dari kata Biological Diversity yang pertama kali diperkenalkan oleh Edward O. Wilson pada tahun 1989. Secara sederhana, apa arti biodiversitas dapat dijelaskan sebagai keseluruhan variasi dan variabilitas kehidupan di Bumi yang mencakup semua tingkatan organisasi biologis.
Keanekaragaman hayati merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan derajat keanekaragaman sumber daya alam hayati, meliputi jumlah maupun frekuensi dari ekosistem, spesies, maupun gen di suatu daerah. Definisi yang lebih komprehensif menyebutkan bahwa biodiversitas adalah variabilitas di antara makhluk hidup dari semua sumber, termasuk interaksi ekosistem terestrial, pesisir dan lautan serta ekosistem akuatik lainnya.
Konferensi Tingkat Tinggi Bumi Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 1992 mendefinisikan keanekaragaman hayati sebagai "variabilitas di antara organisme hidup dari semua sumber, termasuk, antara lain, ekosistem darat, ekosistem laut dan perairan lainnya, serta kompleks ekologis di tempat mereka menjadi bagiannya: termasuk keanekaragaman dalam spesies, di antara spesies, dan ekosistem".
Ahli biologi sering kali mendefinisikan keanekaragaman hayati sebagai "keseluruhan gen, spesies, dan ekosistem di suatu wilayah". Definisi ini memberikan pandangan terpadu tentang jenis keanekaragaman hayati tradisional yang mencakup keanekaragaman taksonomi, ekologis, morfologi, dan fungsional.
2. Tingkatan Keanekaragaman Hayati
Untuk memahami secara mendalam apa arti biodiversitas, penting untuk mengetahui tiga tingkatan utama keanekaragaman hayati yang saling berkaitan dan membentuk sistem kehidupan yang kompleks di Bumi.
1. Keanekaragaman Genetik
Keanekaragaman genetik merupakan tingkat keberagaman yang paling dasar dalam biodiversitas. Gen atau plasma nutfah adalah substansi kimia yang menentukan sifat keturunan yang terdapat di dalam lokus kromosom. Setiap individu makhluk hidup mempunyai kromosom yang tersusun atas benang-benang pembawa sifat keturunan yang terdapat di dalam inti sel.
Variasi susunan gen yang terjadi pada individu sejenis makhluk hidup menyebabkan perbedaan sifat dan penampilan individu-individu dalam satu spesies. Contoh keanekaragaman tingkat gen adalah tanaman bunga mawar putih, bunga mawar merah, dan mawar kuning yang memiliki perbedaan warna bunga, atau variasi pada spesies anjing seperti anjing bulldog, anjing herder, dan anjing kampung.
2. Keanekaragaman Spesies
Keanekaragaman spesies menunjukkan seluruh variasi yang terdapat pada makhluk hidup antar jenis. Spesies atau jenis memiliki pengertian sebagai individu yang mempunyai persamaan secara morfologis, anatomis, fisiologis dan mampu saling kawin dengan sesamanya yang menghasilkan keturunan yang fertil untuk melanjutkan generasinya.
Perbedaan antar spesies organisme dalam satu keluarga lebih mencolok sehingga lebih mudah diamati daripada perbedaan antar individu dalam satu spesies. Dalam keluarga kacang-kacangan dikenal kacang tanah, kacang buncis, kacang hijau, kacang kapri, dan lain-lain yang dapat dengan mudah dibedakan karena memiliki ciri khas yang berbeda dalam ukuran tubuh, kebiasaan hidup, bentuk buah dan biji, serta rasanya.
3. Keanekaragaman Ekosistem
Keanekaragaman ekosistem dapat diartikan sebagai hubungan atau interaksi timbal balik antara makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup lainnya dan juga antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Setiap makhluk hidup hanya akan tumbuh dan berkembang pada lingkungan yang sesuai.
Perbedaan kondisi komponen abiotik pada suatu daerah menyebabkan jenis makhluk hidup yang dapat beradaptasi dengan lingkungan tersebut berbeda-beda. Akibatnya, permukaan bumi dengan variasi kondisi komponen abiotik yang tinggi akan menghasilkan keanekaragaman ekosistem seperti hutan hujan tropis, hutan gugur, padang rumput, padang lumut, gurun pasir, sawah, ladang, air tawar, air payau, dan laut.
3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Biodiversitas
Memahami apa arti biodiversitas juga melibatkan pemahaman tentang faktor-faktor yang mempengaruhi distribusi dan keragaman makhluk hidup di Bumi. Keanekaragaman hayati tidak terdistribusi secara merata dan sangat beragam di seluruh penjuru Bumi serta di dalam kawasan tertentu.
- Faktor Iklim - Suhu, curah hujan, dan kelembaban menjadi faktor utama yang menentukan jenis organisme yang dapat hidup di suatu wilayah. Biodiversitas daratan biasanya lebih besar di sekitar khatulistiwa akibat iklim yang hangat dan produktivitas primer yang tinggi.
- Faktor Geografis - Ketinggian, topografi, dan posisi geografis mempengaruhi kondisi lingkungan yang pada akhirnya menentukan komposisi spesies. Tingkat keanekaragaman secara konsisten lebih tinggi di daerah tropis dan umumnya lebih rendah di wilayah kutub.
- Faktor Tanah - Jenis tanah, pH, dan kandungan nutrisi mempengaruhi jenis tumbuhan yang dapat tumbuh, yang selanjutnya mempengaruhi rantai makanan dan ekosistem secara keseluruhan.
- Keberadaan Spesies Lain - Interaksi antar spesies seperti kompetisi, predasi, dan simbiosis mempengaruhi komposisi dan struktur komunitas biologis.
- Faktor Sejarah Evolusi - Proses evolusi dan sejarah geologis suatu wilayah mempengaruhi keanekaragaman spesies yang ada saat ini.
Menurut penelitian yang dilansir dari berbagai sumber ilmiah, hutan hujan tropis yang sejak lama memiliki iklim basah memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Meskipun ekosistem hutan tropis hanya mencakup 10 persen dari permukaan Bumi, tetapi ekosistem ini memiliki sekitar 90 persen spesies yang ada di dunia.
4. Manfaat dan Peran Biodiversitas
Untuk benar-benar memahami apa arti biodiversitas, kita perlu menyadari berbagai manfaat dan peran penting keanekaragaman hayati bagi kehidupan di Bumi. Biodiversitas memberikan kontribusi yang sangat besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia dan keseimbangan ekosistem.
Manfaat Ekologis
Keanekaragaman hayati berperan sebagai penjaga keseimbangan ekosistem melalui berbagai mekanisme alami. Organisme yang berbeda dalam suatu ekosistem saling bergantung satu sama lain, seperti burung pemakan serangga yang membantu menjaga populasi serangga agar tidak berlebihan. Biodiversitas juga berperan sebagai paru-paru dunia yang menyediakan sumber oksigen bagi semua makhluk hidup dan membantu menjaga kestabilan iklim global.
Manfaat Ekonomi
Biodiversitas menyediakan berbagai sumber daya alam seperti makanan, air bersih, bahan bakar fosil, kayu, dan obat-obatan. Di Indonesia, kontribusi ekonomi keanekaragaman hayati diperkirakan senilai Rp. 3.134.016,7 milyar pada 2012. Kontribusi ini dapat dilihat dari Produk Domestik Bruto (PDB) sebanyak 14,3% dari total PDB yang bersumber dari sektor pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan.
Manfaat Sosial dan Budaya
Keanekaragaman hayati memiliki nilai budaya yang penting bagi berbagai komunitas lokal. Biodiversitas dapat menjadi wahana untuk rekreasi, pendidikan, kebudayaan lokal, dan pariwisata alam. Banyak tradisi dan pengetahuan lokal yang bergantung pada sumber daya alam tertentu, sehingga pelestarian biodiversitas juga berarti pelestarian warisan budaya.
Manfaat untuk Kesehatan
Lingkungan yang sehat dan terjaga sangat mempengaruhi kesehatan manusia. Keanekaragaman hayati menyediakan bahan baku untuk obat-obatan dan membantu mengurangi polusi udara. Sistem alami dan siklus biogeokimia yang dihasilkan oleh keanekaragaman hayati memungkinkan manusia dan spesies lainnya dapat hidup dan terus berkembang.
5. Ancaman terhadap Biodiversitas
Dalam memahami apa arti biodiversitas, penting juga untuk mengetahui berbagai ancaman yang menghadang keanekaragaman hayati saat ini. Perubahan lingkungan yang cepat biasanya menyebabkan kepunahan massal, dan saat ini kita menghadapi berbagai tantangan serius.
Lebih dari 99,9 persen dari semua spesies yang pernah hidup di Bumi, yang berjumlah lebih dari lima miliar spesies, diperkirakan telah punah. Menurut Laporan Penilaian Global tentang Keanekaragaman Hayati dan Layanan Ekosistem pada tahun 2019 oleh IPBES, 25% spesies tumbuhan dan hewan terancam punah akibat aktivitas manusia.
Ancaman utama terhadap biodiversitas meliputi deforestasi yang menghilangkan habitat bagi banyak spesies, perubahan iklim yang menyebabkan perubahan pola cuaca dan mempengaruhi ekosistem, polusi yang mencemari lingkungan dan merusak habitat, serta eksploitasi berlebihan terhadap sumber daya alam. Sejak munculnya manusia, pengurangan keanekaragaman hayati dan hilangnya keanekaragaman genetik terus berlangsung dalam peristiwa yang dinamakan kepunahan Holosen.
Berdasarkan buku "Perubahan Iklim dan Stabilitas Geoteknik", perubahan iklim dapat memengaruhi keanekaragaman organisme tanah karena organisme tanah membutuhkan kondisi suhu tertentu untuk beraktivitas. Keadaan ekstrim kering, ekstrim basah, dan peningkatan suhu tanah juga akan memengaruhi keanekaragaman organisme tanah yang berperan penting dalam proses fisika, kimia, dan biologi tanah.
6. Upaya Konservasi dan Pelestarian
Memahami apa arti biodiversitas harus diikuti dengan tindakan nyata untuk melestarikannya. Berbagai upaya konservasi telah dikembangkan untuk melindungi keanekaragaman hayati yang tersisa dan memulihkan ekosistem yang rusak.
Konservasi in situ merupakan upaya melindungi spesies di habitat aslinya melalui pembentukan taman nasional, cagar alam, dan kawasan lindung lainnya. Sementara itu, konservasi ex situ dilakukan dengan melestarikan spesies di luar habitat aslinya seperti kebun binatang, kebun raya, dan bank gen.
Pendidikan dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya biodiversitas menjadi kunci keberhasilan upaya konservasi. Kampanye lingkungan dan program pendidikan dapat membantu masyarakat memahami nilai penting keanekaragaman hayati dan peran mereka dalam pelestariannya.
Pengelolaan berkelanjutan melalui adopsi praktik pertanian, perikanan, dan kehutanan yang ramah lingkungan juga menjadi strategi penting. Hal ini mencakup penggunaan teknologi yang tidak merusak lingkungan dan penerapan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan.
Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menetapkan periode tahun 2011–2020 sebagai Dekade Keanekaragaman Hayati PBB, dan periode 2021–2030 sebagai Dekade Restorasi Ekosistem PBB, menunjukkan komitmen global dalam upaya pelestarian biodiversitas.
7. FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Apa yang dimaksud dengan biodiversitas?
Biodiversitas adalah keanekaragaman hayati yang mencakup semua variasi kehidupan di Bumi, mulai dari tingkat genetik, spesies, hingga ekosistem. Istilah ini berasal dari biological diversity yang menggambarkan keseluruhan keragaman makhluk hidup dan lingkungan tempat mereka hidup.
2. Mengapa biodiversitas penting bagi kehidupan?
Biodiversitas penting karena menjaga keseimbangan ekosistem, menyediakan sumber daya alam seperti makanan dan obat-obatan, menghasilkan oksigen, menjaga kestabilan iklim, dan memberikan manfaat ekonomi serta budaya bagi manusia. Tanpa biodiversitas, kehidupan di Bumi tidak dapat berkelanjutan.
3. Apa saja tingkatan biodiversitas?
Biodiversitas memiliki tiga tingkatan utama: keanekaragaman genetik (variasi gen dalam satu spesies), keanekaragaman spesies (variasi jenis makhluk hidup), dan keanekaragaman ekosistem (variasi lingkungan dan habitat). Ketiga tingkatan ini saling berkaitan dan membentuk sistem kehidupan yang kompleks.
4. Apa ancaman utama terhadap biodiversitas?
Ancaman utama terhadap biodiversitas meliputi deforestasi, perubahan iklim, polusi lingkungan, eksploitasi berlebihan sumber daya alam, dan aktivitas manusia yang merusak habitat. Ancaman-ancaman ini menyebabkan kepunahan spesies dan kerusakan ekosistem secara global.
5. Bagaimana cara melestarikan biodiversitas?
Pelestarian biodiversitas dapat dilakukan melalui konservasi in situ (melindungi habitat asli), konservasi ex situ (pelestarian di luar habitat), pengelolaan berkelanjutan, pendidikan lingkungan, dan penerapan kebijakan yang mendukung konservasi. Setiap individu juga dapat berkontribusi dengan gaya hidup yang ramah lingkungan.
6. Mengapa Indonesia disebut negara megabiodiversitas?
Indonesia disebut negara megabiodiversitas karena memiliki keanekaragaman hayati tertinggi kedua di dunia setelah Brasil. Hal ini disebabkan oleh posisi geografis Indonesia yang berada di kawasan tropis, memiliki lebih dari 17.000 pulau, dan terletak di antara dua benua sehingga menjadi rumah bagi jutaan spesies endemik.
7. Apa hubungan antara perubahan iklim dan biodiversitas?
Perubahan iklim mempengaruhi biodiversitas melalui perubahan suhu, pola curah hujan, dan kondisi lingkungan yang dapat mengubah habitat dan mempengaruhi kelangsungan hidup spesies. Sebaliknya, biodiversitas yang sehat dapat membantu mitigasi perubahan iklim melalui penyerapan karbon dan stabilisasi ekosistem.
(kpl/fds)
Advertisement