Cara Membuat Bunga dari Kertas Krep: Panduan Lengkap dari Pemula hingga Mahir
cara membuat bunga dari kertas krep (h)
Kapanlagi.com - Kertas krep adalah bahan yang sangat fleksibel untuk membuat berbagai jenis bunga tiruan yang tampak realistis dan tahan lama. Cara membuat bunga dari kertas krep tergolong mudah dipelajari karena hanya membutuhkan bahan sederhana seperti gunting, lem tembak, dan kawat bunga.
Tekstur bergelombang pada kertas krep memungkinkan kelopak dibentuk, diregangkan, dan digulung menyerupai kelopak bunga asli. Mempraktikkan cara membuat bunga dari kertas krep bisa menjadi hobi kreatif yang menghasilkan dekorasi indah untuk dekorasi rumah, pesta, maupun pernikahan.
Dalam buku Crepe Paper Flowers: The Beginner's Guide to Making and Arranging Beautiful Blooms, dijelaskan bahwa kertas krep merupakan bahan terbaik untuk membuat bunga kertas, terutama bagi pemula, karena sifatnya yang fleksibel dan mudah dipotong, ditekuk, digulung, serta dibentuk menjadi berbagai model kelopak. Darcy Miller, penulis Celebrate Everything, dikutip dari Penguin Random House menyatakan, "Lia Griffith membuat keajaiban dari kertas!"
Advertisement
1. 1. Cara Membuat Bunga Mawar dari Kertas Krep dengan Metode Kelopak Tunggal
Bunga mawar adalah salah satu model paling populer untuk dipraktikkan saat mempelajari cara membuat bunga dari kertas krep. Metode kelopak tunggal (single-petal method) merupakan teknik di mana setiap kelopak dibentuk dan dilipit secara individual sebelum ditempelkan ke batang kawat. Teknik ini menghasilkan mawar yang sangat realistis karena setiap kelopak memiliki bentuk dan kelengkungan unik.
Dilansir dari Martha Stewart, untuk membuat bunga dengan metode ini, langkah pertama adalah membuat putik dari kertas krep dan kawat bunga, kemudian memotong kelopak serta daun dari kertas krep, membentuk kelopak, lalu memasangnya menggunakan selotip bunga.
Siapkan bahan dan alat: Anda memerlukan kertas krep merah atau pink untuk kelopak, kertas krep hijau untuk daun, kawat bunga gauge 18, selotip bunga (floral tape), lem tembak, gunting tajam, dan pensil untuk mengeriting kelopak.
Buat template kelopak mawar: Potong karton tebal menjadi dua bentuk kelopak—5 kelopak kecil dan 7 kelopak besar. Template ini akan memudahkan proses pemotongan kertas krep agar bentuk kelopak seragam dan konsisten, sehingga bunga mawar terlihat rapi.
Potong kelopak dari kertas krep: Letakkan template di atas kertas krep dengan serat kertas menghadap vertikal. Potong setiap kelopak mengikuti bentuk template. Pastikan serat kertas sejajar dengan panjang kelopak agar bisa diregangkan dengan baik saat proses pembentukan.
Bentuk putik bunga (bud stamen): Potong kertas krep persegi berukuran sekitar 7 cm, lipat menjadi segitiga, lalu tekuk kedua ujungnya ke arah titik bawah tengah. Rekatkan ke ujung kawat bunga menggunakan selotip bunga dan pastikan posisinya kokoh.
Regangkan dan lengkungkan setiap kelopak: Jepit bagian tengah kelopak dengan kedua ibu jari di dekat pusat dan jari-jari di tepi. Regangkan perlahan ke arah luar untuk membentuk cekungan. Gulung bagian atas kelopak ke belakang menggunakan pensil atau alat pengeriting agar melengkung secara alami.
Tempelkan kelopak kecil terlebih dahulu: Oleskan sedikit lem pada pangkal kelopak kecil, lalu tempelkan ke bagian bawah putik. Lilit bagian bawah kelopak dengan selotip bunga. Posisikan 5 kelopak kecil secara merata dan rapat mengelilingi putik.
Tambahkan lapisan kelopak besar: Tempelkan 7 kelopak besar di bawah lapisan kelopak kecil. Posisikan setiap kelopak besar di antara celah kelopak kecil agar tampilan bunga penuh dan merata. Naikkan sedikit posisi setiap kelopak secara bertahap agar kelopak saling tumpang tindih secara alami.
Pasang daun dan balut batang: Potong 2–3 daun dari kertas krep hijau menggunakan template setengah daun yang dilipat. Balut seluruh batang kawat dengan selotip bunga mulai dari pangkal bunga hingga ujung bawah, sambil menyisipkan daun di beberapa titik selama proses membungkus.
2. 2. Cara Membuat Bunga Daisy dari Kertas Krep dengan Metode Kelopak Berkelanjutan
Bunga daisy memiliki bentuk yang sederhana namun elegan, menjadikannya pilihan tepat untuk pemula yang baru belajar cara membuat bunga dari kertas krep. Metode kelopak berkelanjutan (continuous-petal method) menggunakan strip kertas dengan kelopak yang sudah dipotong berderet, kemudian digulung melingkari putik sehingga proses perakitan lebih cepat dibandingkan metode kelopak tunggal.
Siapkan bahan yang dibutuhkan: Persiapkan kertas krep putih atau kuning muda untuk kelopak, kertas krep kuning tua untuk putik, kertas krep hijau untuk daun, kawat bunga gauge 18, selotip bunga, lem tembak, alat pengeriting, dan gunting tajam. Memilih jenis kertas yang tepat akan sangat memengaruhi hasil akhir bunga.
Buat putik bunga (stamen): Potong dua strip kertas krep kuning tua berukuran sekitar 2 x 15 cm. Buat potongan-potongan kecil ke atas pada satu sisi panjang strip menyerupai rumbai halus, namun sisakan ruang sekitar setengah sentimeter di sisi atas agar strip tetap terhubung. Ulangi untuk strip kedua.
Gulung putik ke kawat bunga: Oleskan sedikit lem pada ujung strip pertama dengan sisi rumbai menghadap ke atas. Tempelkan ujung kawat bunga ke lem, lalu gulung strip melingkari kawat sambil menambahkan lem tipis secara bertahap. Setelah strip pertama selesai, lanjutkan dengan strip kedua di atasnya untuk membentuk putik yang lebih penuh.
Kembangkan rumbai putik: Setelah kedua strip terpasang, gunakan ujung jari untuk mendorong rumbai-rumbai kecil ke arah luar secara perlahan. Langkah ini membuat putik terlihat lebih mengembang dan menyerupai serbuk sari bunga daisy sungguhan.
Potong kelopak berkelanjutan: Potong strip kertas krep putih sepanjang sekitar 45 cm dengan tinggi 5 cm. Lipat strip secara akordeon, lalu potong bentuk kelopak pada bagian atas setiap lipatan. Saat dibuka, Anda akan mendapatkan deretan kelopak yang terhubung di bagian bawah.
Lilitkan kelopak ke putik: Oleskan lem pada pangkal strip kelopak, lalu lilitkan mengelilingi putik sambil menekan bagian bawah agar rata. Lipat dan tekan bagian bawah strip secara berkala untuk mencegah penumpukan kertas yang tidak rapi.
Bentuk kelopak agar mekar: Setelah semua kelopak terpasang, regangkan dan lengkungkan setiap kelopak ke arah luar menggunakan jari atau alat pengeriting. Teknik membentuk kelopak ini membuat bunga tampak lebih hidup dan realistis, seolah benar-benar sedang mekar.
Buat dan pasang daun bergerigi: Potong kertas krep hijau menjadi bentuk daun dengan ujung bergerigi khas daisy. Lengkungkan setiap daun menggunakan alat pengeriting agar ujungnya melengkung ke belakang. Tempelkan pada batang kawat beberapa sentimeter di bawah pangkal bunga.
Selesaikan dengan membungkus batang: Hangatkan ujung selotip bunga dengan jari agar lilin di permukaannya lebih lengket. Tahan ujung selotip di pangkal bunga, lalu regangkan selotip secara diagonal dan putar melingkari batang kawat hingga ke ujung bawah. Bunga daisy Anda kini siap dipajang.
Margie Keates, seniman bunga kertas dari The Lovely Ave, dikutip dari LiaGriffith.com menyatakan, "Jangan bandingkan karya Anda dengan orang lain. Percayalah pada diri sendiri dan ketahui bahwa apa yang Anda ciptakan itu luar biasa karena ANDA yang membuatnya."
Baca juga: Panduan Membuat Mahkota dari Kertas untuk Berbagai Keperluan
3. 3. Cara Membuat Bunga Besar dari Kertas Krep untuk Dekorasi Acara
Bunga raksasa dari kertas krep menjadi tren dekorasi yang sangat populer untuk pesta, dekorasi acara pernikahan, dan sesi foto profesional. Salah satu kunci cara membuat bunga dari kertas krep berukuran besar adalah penggunaan kertas krep Italia yang lebih tebal dan kaku sehingga kelopak besar tetap mampu mempertahankan bentuknya tanpa terkulai. Bunga jenis ini bisa mencapai diameter 45 cm atau lebih dan memberikan dampak visual yang sangat kuat pada ruangan.
Pemilihan jenis kertas krep sangat penting untuk proyek ini karena kelopak bunga berukuran besar membutuhkan kertas krep berkualitas tinggi dan berat agar bentuknya tetap kokoh. Kertas krep tipis dan ringan tidak cukup kuat untuk menopang kelopak sebesar ini.
Siapkan bahan untuk bunga besar: Persiapkan kertas krep Italia (1 gulung per bunga, berat minimal 140–180 gsm), kertas krep warna aksen untuk bagian dalam, kertas krep hijau untuk daun, bola busa (foam ball) setengah lingkaran ukuran 15–20 cm sebagai dasar, piring kertas tebal sebagai penyangga, lem tembak dengan stik cadangan yang cukup, kawat bunga, dan gunting.
Potong kelopak dalam tiga ukuran berbeda: Gulung kertas krep dan potong strip selebar kelopak yang diinginkan (sekitar 18–23 cm untuk kelopak besar). Pastikan serat kertas menghadap vertikal agar kelopak bisa diregangkan. Lipat strip menjadi dua dan potong bentuk kelopak dengan lipatan di bagian bawah. Buat sekitar 6 kelopak besar, 6 kelopak sedang, dan beberapa kelopak kecil.
Bentuk pangkal setiap kelopak: Oleskan lem pada bagian lipatan bawah setiap kelopak, lalu remas dan tekan pangkal kelopak agar membentuk kuncupan yang kokoh. Langkah ini memberikan struktur pada kelopak sehingga bisa berdiri tegak saat ditempelkan.
Regangkan bagian tengah kelopak: Tarik perlahan bagian tengah kelopak ke arah luar menggunakan kedua ibu jari untuk membentuk cekungan seperti mangkuk. Hindari meregangkan bagian tepi atas kelopak agar tetap bergelombang secara alami.
Tempelkan kelopak besar pada dasar: Rekatkan kelopak besar satu per satu pada tepi luar piring kertas atau bola busa, saling tumpang tindih sedikit. Tempelkan bagian belakang pangkal kelopak ke dasar dan tahan hingga lem mengering. Lanjutkan melingkar sampai satu lapisan penuh terbentuk.
Tambahkan lapisan kelopak sedang dan kecil: Tempelkan kelopak sedang di lingkaran dalam, sedikit lebih tinggi dari lapisan pertama. Lipat ujung kelopak sedang ke atas sebelum memasangnya agar kelopak berdiri vertikal. Lanjutkan dengan kelopak kecil di bagian paling tengah untuk mengisi ruang kosong.
Buat putik rumbai untuk bagian tengah: Potong strip kertas krep kuning berukuran sekitar 10 x 50 cm. Lipat beberapa kali lalu buat potongan rumbai halus sekitar dua pertiga kedalaman strip. Buka lipatan, gulung strip menjadi lingkaran padat, dan rekatkan ujungnya. Acak-acak rumbai agar terlihat natural, lalu tempelkan di pusat bunga.
Regangkan tepi kelopak untuk efek bergelombang: Tarik-tarik tepi luar setiap kelopak secara bolak-balik agar bergelombang dan berkerut, mirip membuat pinggiran pie. Langkah ini memberikan dimensi dan gerakan pada bunga sehingga terlihat jauh lebih realistis.
Tambahkan daun dan batang jika diperlukan: Untuk bunga yang akan dipajang dengan batang, potong dua daun besar dari kertas krep hijau. Rekatkan kawat bunga di bagian belakang daun menggunakan lem sebagai tulang daun, sisakan sisa kawat di bagian bawah untuk dikaitkan ke batang. Untuk batang besar, gunakan pipa PVC yang dibalut strip kertas krep hijau.
Baca juga: Inspirasi Kerajinan Tangan Kreatif dari Bahan Bekas
4. Tips Memilih Kertas Krep dan Teknik Dasar untuk Hasil Terbaik
Kualitas hasil akhir bunga kertas krep sangat dipengaruhi oleh pemilihan bahan dan penguasaan teknik dasar. Memahami karakteristik warna dan berat kertas krep akan membantu Anda menentukan jenis bunga yang bisa dibuat dengan masing-masing bahan. Berikut beberapa tips penting yang perlu diperhatikan agar proyek cara membuat bunga dari kertas krep Anda berhasil maksimal.
Kertas krep berat (heavy crepe) awalnya dikenal sebagai kertas floristik karena digunakan oleh para floris untuk membungkus bunga potong. Jenis ini cocok untuk pemula karena lebih mudah ditangani dibandingkan kertas krep ekstra halus, serta memiliki daya regang hingga 250 persen dan mampu mempertahankan bentuk dengan baik, terutama untuk bunga berukuran besar dengan kelopak tebal.
Kenali jenis kertas krep berdasarkan gramatur: Kertas krep tersedia dalam berbagai berat yang diukur dalam gram per meter persegi (gsm), dan setiap berat memiliki perilaku yang berbeda. Kertas 60 gsm ringan dan cocok untuk laminasi, kertas 90 gsm memiliki keseimbangan antara ketebalan dan kelenturan, sedangkan kertas 140–180 gsm lebih kaku dan ideal untuk bunga besar. Pilih gramatur yang sesuai dengan jenis bunga yang ingin Anda buat.
Selalu potong sesuai arah serat: Serat atau garis-garis pada kertas krep harus menghadap vertikal saat memotong kelopak. Arah serat inilah yang memberikan kemampuan regang pada kelopak sehingga bisa dibentuk menjadi cekungan atau gelombang. Menandai arah serat pada template dengan tanda panah akan membantu Anda mengingat orientasi yang benar setiap kali memotong.
Gunakan gunting yang benar-benar tajam: Gunting yang tumpul akan menyebabkan tepi kertas krep sobek dan berserabut sehingga tampilan bunga tidak rapi. Gunting khusus kerajinan dengan ujung runcing sangat disarankan agar hasil potongan bersih, terutama saat memotong detail kecil seperti rumbai putik atau gerigi daun.
Investasi pada alat pengeriting: Alat pengeriting (curling tool) membantu melengkungkan kelopak dan daun agar terlihat lebih hidup. Anda bisa menggunakan alat scraper, gagang pensil, atau bahkan penggaris tipis sebagai alternatif. Letakkan kelopak di atas alat, tekan perlahan, lalu tarik ke atas untuk membentuk lengkungan yang halus.
Gunakan lem tembak secara bijak: Lem tembak sangat efektif untuk merekatkan kelopak ke batang dengan cepat. Gunakan lem dalam jumlah sedikit agar tidak menggumpal atau terlihat dari luar. Untuk detail halus seperti menempelkan dua kelopak yang saling tumpang tindih, lem cair presisi (tacky glue) bisa menjadi alternatif yang lebih rapi.
Buat template dari karton untuk konsistensi: Membuat template kelopak dan daun dari karton tebal adalah langkah yang sangat membantu, terutama jika Anda berencana membuat banyak bunga. Sekali template dibuat, Anda bisa menyimpannya dan menggunakannya berulang kali untuk proyek selanjutnya. Seperti halnya penggunaan pola dalam kerajinan kertas lainnya, template akan mempercepat proses secara signifikan.
Tambahkan variasi warna pada kelopak: Untuk tampilan yang lebih realistis, Anda bisa menambahkan gradasi warna pada kelopak menggunakan pastel, tinta distress, atau spidol berbasis air. Oleskan warna tipis di pangkal atau ujung kelopak, lalu ratakan dengan kuas atau jari. Teknik ini meniru gradasi warna alami yang dimiliki bunga sungguhan.
Simpan bunga kertas di tempat kering: Bunga dari kertas krep bisa bertahan sangat lama jika disimpan di tempat kering dan tidak terkena sinar matahari langsung. Hindari meletakkan bunga di area lembap karena kelembapan dapat menyebabkan warna luntur atau kertas menjadi lembek. Semprotkan sedikit hairspray atau sealant akrilik bening pada bunga yang sudah jadi untuk perlindungan ekstra terhadap debu dan kelembapan.
Mulailah dari bunga sederhana: Apakah membuat bunga dari kertas krep itu sulit tergantung pada jenis bunganya—semakin banyak kelopak yang dibutuhkan, semakin tinggi tingkat kesulitannya. Bunga seperti poppy atau daisy yang memiliki sedikit kelopak sangat cocok untuk langkah pertama. Seiring bertambahnya pengalaman, Anda bisa mencoba bunga yang lebih kompleks seperti peony atau dahlia. Aktivitas kerajinan tangan seperti ini juga terbukti memberikan manfaat positif bagi kesehatan mental.
Bunga dari kertas krep memiliki banyak kegunaan praktis. Bunga ini sering digunakan sebagai dekorasi dinding untuk mempercantik kamar tidur, kamar bayi, bahkan etalase toko, serta menjadi hiasan cantik pada kemasan hadiah dan kerajinan bersama anak-anak. Beberapa buket bunga kertas krep bahkan menjadi buket pernikahan pengganti bunga segar. Keunggulan utamanya adalah daya tahan yang jauh lebih lama dibandingkan bunga asli dan bisa disesuaikan dengan tema warna acara apa pun.
Baca juga: Peluang Bisnis Kerajinan Tangan yang Laku di Marketplace
5. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Bunga dari Kertas Krep
Berapa lama bunga dari kertas krep bisa bertahan?
Bunga dari kertas krep bisa bertahan bertahun-tahun jika disimpan dengan benar. Kunci utamanya adalah menjauhkan bunga dari paparan sinar matahari langsung dan kelembapan tinggi karena kedua faktor tersebut dapat menyebabkan warna memudar atau kertas menjadi rapuh. Menyemprotkan sealant akrilik bening atau hairspray pada permukaan bunga juga membantu memperpanjang usia bunga dengan melindunginya dari debu dan kelembapan udara.
Apa perbedaan kertas krep dan kertas tisu untuk membuat bunga?
Kertas krep memiliki tekstur bergelombang yang memberikan daya regang sehingga kelopak bisa dibentuk menjadi cekungan dan lengkungan realistis. Kertas tisu lebih tipis, halus, dan tidak memiliki kemampuan regang yang sama, sehingga bunga dari kertas tisu cenderung tampak lebih sederhana dan datar. Untuk proyek bunga yang membutuhkan detail dan bentuk tiga dimensi, kertas krep adalah pilihan yang jauh lebih baik.
Bunga apa yang paling mudah dibuat dari kertas krep untuk pemula?
Bunga dengan jumlah kelopak sedikit dan bentuk sederhana seperti poppy, daisy, atau anemon merupakan pilihan terbaik untuk pemula. Bunga-bunga ini tidak membutuhkan banyak lapisan kelopak dan teknik pembentukannya relatif mudah dikuasai. Setelah terbiasa dengan teknik dasar, Anda bisa meningkatkan tingkat kesulitan dengan mencoba bunga mawar, tulip, atau peony yang memiliki lebih banyak kelopak dan detail.
Daftar Referensi
- Penguin Random House. Crepe Paper Flowers by Lia Griffith. Diakses pada 18 Juni 2026, dari https://www.penguinrandomhouse.com/books/595099/crepe-paper-flowers-by-lia-griffith/
- LiaGriffith.com. Artist Interview Series — Margie Keates. Diakses pada 18 Juni 2026, dari https://liagriffith.com/paper-flower-artist-interview-series-margie-keates/
- Martha Stewart. Learn to Make Crepe Paper Flowers. Diakses pada 18 Juni 2026, dari https://www.marthastewart.com/how-to-make-crepe-paper-flowers-8730230
(kpl/fed)
Advertisement
D Academy 8
-
Dangdut Academy Potret Kenangan Melly Lee Bersama Almarhum Bapak Ade
-
Dangdut Indonesia Potret Coach Selfi Yamma Bak Putri Kerajaan di MV 'Sampaikan Rindu'