Cara Menggunakan Oksigen dengan Aman dan Tepat untuk Terapi Pernapasan di Rumah

Cara Menggunakan Oksigen dengan Aman dan Tepat untuk Terapi Pernapasan di Rumah
cara menggunakan oksigen (h)

Kapanlagi.com - Cara menggunakan oksigen secara benar merupakan keterampilan penting bagi siapa saja yang menjalani terapi pernapasan di rumah. Terapi ini umumnya diresepkan dokter bagi penderita penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), pneumonia, gagal jantung, asma berat, atau kondisi lain yang menyebabkan penurunan kadar oksigen dalam darah.

Memahami cara menggunakan oksigen yang tepat memastikan tubuh mendapat pasokan oksigen cukup tanpa menimbulkan risiko bagi keselamatan. Dilansir dari Cleveland Clinic, terapi oksigen suplementer membawa oksigen ke paru-paru apabila tubuh tidak mendapat cukup oksigen akibat kondisi kesehatan jangka panjang atau infeksi.

Berdasarkan data National Council on Aging (NCOA), terapi ini sering diresepkan untuk kondisi kronis yang memengaruhi paru-paru atau jantung, dan lebih dari 1,5 juta orang dewasa menggunakan oksigen suplementer untuk berbagai kondisi kesehatan. Lesley Williams, terapis pernapasan terdaftar dengan pengalaman 35 tahun, dikutip dari Apria menyatakan, "Saat tubuh tidak mendapat oksigen yang dibutuhkan, melakukan aktivitas sehari-hari bisa menjadi lebih sulit."

Baca juga: Panduan terapi oksigen di rumah yang aman dan tepat

1. 1. Cara Menggunakan Oksigen dari Tabung Bertekanan di Rumah

1. Cara Menggunakan Oksigen dari Tabung Bertekanan di Rumah (c) Ilustrasi AI

Tabung oksigen bertekanan merupakan peralatan terapi yang paling umum digunakan di rumah. Cara menggunakan oksigen dari tabung ini memerlukan ketelitian agar aliran oksigen berjalan efektif dan aman bagi pasien yang menjalani perawatan mandiri. Mengutip American Lung Association, setiap langkah penggunaan harus dilakukan dengan konsisten, dan tahapannya dapat bervariasi tergantung jenis unit oksigen yang dipakai.

  1. Cuci tangan dengan bersih: Sebelum menyentuh tabung dan selang oksigen, pastikan tangan dicuci menggunakan sabun hingga benar-benar kering. Hindari menyentuh peralatan oksigen setelah menggunakan hand sanitizer berbasis alkohol yang belum kering sempurna, karena alkohol bersifat mudah terbakar.

  2. Periksa persediaan oksigen di tabung: Berikan tekanan pada tabung oksigen terkompresi atau nyalakan konsentrator portabel, ikuti petunjuk dari penyedia layanan kesehatan, lalu periksa pengukur oksigen pada tabung untuk memastikan persediaan mencukupi.

  3. Pasang selang dan kanula ke tabung: Sambungkan selang kanula ke unit oksigen, lalu pastikan selang tidak tertekuk atau tersumbat. Luruskan posisi selang agar aliran oksigen tidak terhambat.

  4. Atur laju aliran sesuai resep dokter: Setel oksigen agar mengalir sesuai kecepatan yang diberikan penyedia layanan kesehatan, dan jangan pernah mengubahnya kecuali dokter memerintahkan. Laju aliran biasanya diukur dalam satuan liter per menit (LPM).

  5. Pasang kanula di hidung dan bernapas normal: Letakkan kanula di hidung dan bernapaslah melalui hidung secara normal. Untuk memastikan oksigen mengalir, masukkan kanula ke segelas air—jika muncul gelembung, berarti oksigen mengalir dengan baik.

Baca juga: Panduan lengkap cara menggunakan tabung oksigen di rumah

2. 2. Cara Menggunakan Oksigen dengan Konsentrator Portabel

2. Cara Menggunakan Oksigen dengan Konsentrator Portabel (c) Ilustrasi AI

Konsentrator oksigen merupakan alternatif praktis bagi pasien yang memerlukan terapi oksigen jangka panjang. Sebagaimana dilaporkan Kaiser Permanente, terapi oksigen membantu menyalurkan lebih banyak oksigen ke paru-paru dan aliran darah, serta dapat memudahkan pernapasan dan mengurangi beban kerja jantung. Berikut cara menggunakan oksigen dengan konsentrator di rumah.

Sebagaimana disampaikan Temple Health, saat pemasok oksigen menyiapkan konsentrator di rumah, diskusikan kebutuhan perawatan rutin perangkat, termasuk penggantian filter berkala. Terapi ini menggunakan dua selang terpisah: selang panjang yang terhubung ke konsentrator dan kanula hidung yang menyalurkan oksigen ke lubang hidung.

  1. Tempatkan konsentrator di area yang tepat: Letakkan perangkat di ruangan berventilasi baik dan jauhkan dari dinding serta tirai setidaknya beberapa inci. Jangan menutupi konsentrator dengan kain atau benda apa pun agar sirkulasi udara tetap optimal.

  2. Hubungkan ke sumber listrik: Colokkan konsentrator langsung ke stopkontak dengan arde (ground). Jangan gunakan kabel ekstensi atau menyambungkan perangkat lain ke stopkontak yang sama agar daya listrik stabil.

  3. Isi humidifier dengan air suling: Oksigen dapat mengeringkan hidung sehingga sebagian pasien menggunakan botol humidifier yang dipasang pada unit untuk melembapkan oksigen yang dihirup. Isi botol humidifier dengan air suling, lalu pasangkan ke lubang keluaran oksigen.

  4. Sambungkan kanula atau masker: Pasang selang dan kanula hidung ke lubang keluaran oksigen pada konsentrator. Pastikan selang tidak tertekuk dan terpasang dengan benar agar aliran tidak tersumbat.

  5. Atur laju aliran dan mulai bernapas: Nyalakan konsentrator, lalu atur laju aliran sesuai resep dokter. Gunakan pulse oximeter untuk memantau saturasi oksigen selama terapi berlangsung.

Baca juga: Cara menggunakan oximeter untuk mengecek saturasi oksigen

3. 3. Cara Menggunakan Oksigen Kaleng untuk Pertolongan Darurat

3. Cara Menggunakan Oksigen Kaleng untuk Pertolongan Darurat (c) Ilustrasi AI

Oksigen kaleng portable merupakan tabung berukuran mini yang dirancang untuk memberikan pasokan oksigen secara instan dalam situasi darurat. Alat ini cocok sebagai perlengkapan P3K di rumah maupun saat bepergian karena ukurannya yang ringan dan tidak memerlukan regulator tambahan. Mengetahui cara menggunakan oksigen kaleng dapat menjadi langkah pertolongan pertama yang efektif saat terjadi sesak napas ringan.

  1. Buka tutup pelindung kaleng: Lepaskan tutup pelindung kecil yang terletak pada bagian atas kaleng oksigen. Periksa tanggal kedaluwarsa pada kemasan sebelum digunakan untuk memastikan kualitas oksigen di dalamnya tetap terjaga.

  2. Pasang masker ke kepala kaleng: Lepaskan masker yang biasanya terpasang terbalik atau terpisah, lalu pasangkan ke kepala kaleng dengan posisi yang benar sesuai petunjuk kemasan.

  3. Posisikan masker menutupi hidung dan mulut: Tempatkan masker hingga menutupi area hidung dan mulut secara rapat untuk meminimalkan kebocoran udara saat menghirup oksigen murni.

  4. Tekan nozzle sambil menghirup napas dalam: Tekan kepala kaleng sambil menghirup napas dalam-dalam selama kurang lebih dua detik, lalu lepaskan tekanan pada nozzle saat membuang napas.

  5. Ulangi hingga napas terasa lega: Lakukan proses menghirup dan melepas sebanyak tiga hingga lima kali atau sesuai kebutuhan. Jika sesak napas mendadak tidak membaik, segera cari pertolongan medis darurat.

Baca juga: Cara mengatasi sesak napas mendadak tanpa obat

4. Tips Keselamatan dan Perawatan Peralatan Terapi Oksigen

Tips Keselamatan dan Perawatan Peralatan Terapi Oksigen (c) Ilustrasi AI

Mengetahui cara menggunakan oksigen saja tidak cukup tanpa memahami aspek keselamatan secara menyeluruh. Mengacu pada panduan MedlinePlus, oksigen membuat benda terbakar jauh lebih cepat, dan apabila menggunakan oksigen di rumah maka diperlukan kehati-hatian ekstra untuk menjaga keselamatan dari api dan benda yang mudah terbakar. Merujuk Gilchrist Blog, kebakaran rumah akibat penggunaan oksigen di Amerika Serikat merenggut satu nyawa setiap empat hari.

Lesley Williams, terapis pernapasan terdaftar, dikutip dari Apria menegaskan, "Pembersihan rutin menjaga Anda tetap sehat—dan peralatan terapi oksigen Anda tetap dalam kondisi baik." Merawat peralatan secara konsisten tidak hanya memperpanjang masa pakai alat, tetapi juga mencegah kontaminasi kuman yang dapat memperburuk kondisi pernapasan. Bagi keluarga yang perlu menyiapkan tabung oksigen di rumah, berikut sejumlah tips keselamatan yang wajib diterapkan.

  • Jauhkan dari sumber api: Jaga jarak setidaknya 1,5 meter (5 kaki) dari api terbuka termasuk kompor gas, lilin, perapian, dan tungku saat menggunakan oksigen. Jangan merokok atau izinkan siapa pun merokok di ruangan tempat oksigen digunakan.

  • Hindari produk berbahan minyak: Oksigen dianggap sebagai obat, dan seperti obat lainnya, penggunaannya dapat menimbulkan efek samping seperti hidung kering atau berdarah dan sakit kepala di pagi hari. Jangan gunakan losion atau krim berbasis petroleum di area hidung dan mulut karena dapat bereaksi dengan oksigen murni.

  • Pasang tanda peringatan: Sebagaimana dilaporkan MJHS Health System, beritahu pemadam kebakaran dan perusahaan listrik bahwa Anda menggunakan oksigen, serta tempelkan tanda "Oksigen Sedang Digunakan" di area yang terlihat.

  • Simpan tabung dalam posisi tegak: Amankan tabung oksigen pada penyangga atau benda tetap dalam posisi tegak, dan jangan pernah menggelindingkan silinder oksigen. Tabung yang jatuh atau tergelinding bisa retak dan menyebabkan tekanan yang membuatnya meledak.

  • Ganti kanula setiap 2-4 minggu: Cuci kanula hidung setiap minggu menggunakan sabun dan air hangat, bersihkan filter udara, lalu ganti kanula atau masker setiap 2-4 minggu.

  • Siapkan rencana untuk pemadaman listrik: Jika menggunakan konsentrator yang bergantung pada listrik, siapkan tabung oksigen cadangan. Beritahu perusahaan listrik setempat agar rumah Anda diprioritaskan saat terjadi gangguan daya.

  • Hindari alkohol dan obat penenang: Jangan mengonsumsi alkohol, obat tidur, atau sedatif selama menjalani terapi oksigen karena zat-zat tersebut dapat memperlambat laju pernapasan secara berbahaya.

  • Pastikan ventilasi ruangan memadai: Simpan tabung oksigen di area berventilasi baik agar sejumlah kecil oksigen yang bisa keluar dari tabung tersebar ke udara, bukan menumpuk dan menjadi bahaya kebakaran.

  • Pantau kondisi tubuh secara berkala: Segera hubungi dokter jika mengalami gangguan pernapasan yang memburuk, bibir atau kuku membiru, kebingungan, atau kelelahan ekstrem meski sudah menggunakan oksigen.

Baca juga: Pentingnya standby oksigen di rumah bagi penderita asma

5. FAQ

FAQ (c) Ilustrasi AI

Apakah terapi oksigen di rumah aman dilakukan tanpa pengawasan medis?

Terapi oksigen di rumah aman dilakukan selama mengikuti dosis dan prosedur yang diresepkan dokter. Namun, pasien tetap perlu melakukan kontrol rutin untuk memantau kondisi dan menyesuaikan dosis jika diperlukan.

Berapa lama tabung oksigen bisa bertahan?

Durasi pemakaian tabung oksigen bergantung pada ukuran tabung dan laju aliran yang digunakan. Secara umum, tabung berukuran kecil dengan aliran dua liter per menit dapat bertahan sekitar tiga hingga empat jam. Selalu pantau pengukur tekanan dan pesan isi ulang sebelum persediaan habis.

Apakah oksigen bisa menyebabkan kebakaran?

Oksigen sendiri tidak mudah terbakar, tetapi mendukung proses pembakaran sehingga benda-benda di sekitarnya lebih mudah menyala dan terbakar lebih cepat. Memahami cara menggunakan oksigen dengan aman termasuk menjaga jarak dari sumber api sangat penting untuk mencegah risiko kebakaran.

Bolehkah mengubah laju aliran oksigen sendiri?

Tidak boleh. Laju aliran oksigen hanya boleh diubah atas instruksi dokter. Menggunakan oksigen terlalu banyak atau terlalu sedikit sama-sama berisiko bagi kesehatan, termasuk potensi kerusakan paru-paru dan toksisitas oksigen.

Apakah bisa tidur sambil menggunakan oksigen?

Ya, banyak pasien yang memerlukan oksigen saat tidur. Pastikan selang terpasang aman dan tidak melilit tubuh. Pertimbangkan menggunakan seprai berbahan katun 100% untuk mengurangi risiko listrik statis di lingkungan yang kaya oksigen.

Bagaimana cara merawat kanula dan selang oksigen?

Cuci kanula setiap minggu dengan sabun lembut dan air hangat, lalu keringkan secara menyeluruh. Ganti kanula setiap dua hingga empat minggu, atau segera setelah sembuh dari flu. Selang konektor sebaiknya diganti setiap dua hingga tiga bulan untuk menjaga kebersihan peralatan.

Apakah bisa bepergian sambil menjalani terapi oksigen?

Bepergian sambil menjalani terapi oksigen bisa dilakukan dengan perencanaan matang. Konsultasikan kebutuhan oksigen selama perjalanan dengan dokter beberapa minggu sebelumnya. Jika berencana terbang, hubungi maskapai minimal dua minggu sebelum keberangkatan karena banyak maskapai memiliki aturan khusus mengenai cara menggunakan oksigen portabel di pesawat.

Baca juga: Cara menggunakan oximeter untuk mengukur saturasi oksigen

Menjalani terapi oksigen di rumah memerlukan pemahaman menyeluruh, mulai dari pemasangan peralatan hingga aspek keselamatan. Komunikasi berkelanjutan dengan tenaga medis profesional memastikan terapi berjalan optimal dan aman dalam jangka panjang. Jangan ragu untuk menghubungi dokter atau penyedia layanan kesehatan jika mengalami kendala selama menjalani terapi pernapasan di rumah.

Daftar Referensi

  1. Cleveland Clinic. Supplemental Oxygen Therapy: Types, Benefits & Risks. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/23194-oxygen-therapy
  2. National Council on Aging (NCOA). Safety Tips for Using Supplemental Oxygen at Home. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://www.ncoa.org/article/safety-tips-for-using-supplemental-oxygen/
  3. American Lung Association. Using Oxygen at Home. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://www.lung.org/lung-health-diseases/lung-procedures-and-tests/oxygen-therapy/using-oxygen-at-home
  4. Kaiser Permanente. Oxygen Therapy: Using Oxygen at Home. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://healthy.kaiserpermanente.org/health-wellness/health-encyclopedia/he.oxygen-therapy-using-oxygen-at-home.tb1890
  5. Temple Health. 7 Practical Tips for Living with Oxygen Therapy at Home. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://www.templehealth.org/about/blog/7-tips-living-with-oxygen-at-home
  6. MedlinePlus. Oxygen Safety. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000049.htm
  7. MJHS Health System. Oxygen Therapy: Safety Guide for Patients & Caregivers. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://www.mjhs.org/resource/oxygen-therapy-and-safety/
  8. Apria. New to Oxygen Therapy? Here's What You Need to Know. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://www.apria.com/home-healthcare-insights/new-to-oxygen-therapy-heres-what-you-need-to-know
  9. Apria. Take Care of Your Oxygen Therapy Equipment, So It Can Take Care of You. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://www.apria.com/home-healthcare-insights/take-care-of-your-oxygen-therapy-equipment-so-it-can-take-care-of-you
  10. UMass Memorial Health. Understanding Oxygen Therapy. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://www.ummhealth.org/health-library/understanding-oxygen-therapy
  11. Gilchrist. Oxygen Therapy - Using Oxygen Safely at Home. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://gilchristcares.org/thegilchristblog/oxygen-therapy/
  12. American Lung Association. Getting Started with a Home Oxygen Concentrator. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://www.lung.org/lung-health-diseases/lung-procedures-and-tests/oxygen-therapy/home-oxygen-concentrator

(kpl/fed)

Rekomendasi
Trending