Cara Merawat Sukulen agar Tidak Cepat Busuk dan Tumbuh Subur

Cara Merawat Sukulen agar Tidak Cepat Busuk dan Tumbuh Subur
cara merawat sukulen (h)

Kapanlagi.com - Sukulen adalah tanaman hias bertekstur tebal yang menyimpan cadangan air di daun, batang, dan akarnya. Berkat kemampuan itu, cara merawat sukulen tergolong lebih sederhana dibanding tanaman berdaun tipis pada umumnya.

Kunci keberhasilannya ada pada tiga hal, yaitu cahaya yang cukup, penyiraman yang tidak berlebihan, dan media tanam yang cepat kering. Dengan menguasai tiga prinsip itu, cara merawat sukulen bisa dilakukan siapa saja, termasuk pemula, dan langkah cara menanam sukulen dari awal pun sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan.

Dilansir dari Gardening Know How, sukulen merupakan kelompok tanaman yang sangat beragam, mudah diperbanyak, sekaligus pemaaf bagi pekebun pemula, sehingga menjadi pintu masuk yang ideal untuk menekuni tanaman hias. Karakter penyimpan air inilah yang membuatnya tahan kekeringan dan tidak menuntut perhatian setiap hari.

Baca juga: Jenis tanaman yang cocok untuk pemula dan mudah dirawat

1. Cara Merawat Sukulen Secara Umum

Secara garis besar, cara merawat sukulen bertumpu pada pengaturan cahaya, air, media tanam, pemupukan, dan pengendalian hama. James Mayo dari Exubia, dikutip dari Homes & Gardens, menyatakan, "Untuk merawat sukulen, ada tiga komponen utama yang perlu diperhatikan, yaitu cahaya, air, dan nutrisi."

Mengacu pada panduan Iowa State University Extension, sukulen sebaiknya disiram dengan siklus basah-kering, yaitu membasahi seluruh media hingga air menetes keluar dari dasar pot lalu membiarkannya benar-benar kering, biasanya setiap dua hingga tiga minggu. Kebutuhan pupuknya pun minim, cukup pupuk serbaguna pada musim tumbuh dengan dosis seperempat hingga setengah dari anjuran kemasan.

  1. Berikan cahaya terang sekitar enam jam: Tempatkan sukulen di lokasi paling terang, misalnya dekat jendela yang menghadap timur atau selatan. Untuk tanaman yang baru dibeli, kenalkan sinar matahari secara bertahap dan hindari terik siang langsung karena daun yang belum beradaptasi mudah gosong.

  2. Siram hanya ketika media benar-benar kering: Guyur media secara menyeluruh hingga air keluar dari lubang bawah pot, lalu biarkan mengering sempurna sebelum penyiraman berikutnya. Arahkan air ke media tanam, bukan membasahi daun, karena air yang menggenang di sela daun memicu jamur dan pembusukan; pelajari pula teknik cara menyiram tanaman yang benar. Justin Hancock, hortikulturis Costa Farms, dikutip dari Martha Stewart, menyatakan, "Sebagai pedoman yang sangat umum, mulailah dengan menyiram sekali setiap sepuluh hingga empat belas hari."

  3. Gunakan pot berlubang drainase: Pot wajib memiliki lubang di bagian bawah agar kelebihan air bisa keluar dan akar tidak terendam. Pot tanah liat atau terakota menjadi pilihan ideal karena menyerap kelembapan berlebih lebih cepat dibanding plastik atau keramik. David Reed, spesialis hortikultura Texas A&M AgriLife, dikutip dari Texas A&M, menyatakan, "Sebelum melakukan apa pun, Anda harus memiliki lubang di dasar pot untuk mengalirkan air."

  4. Pilih media tanam yang cepat kering: Gunakan campuran khusus kaktus dan sukulen yang porous, biasanya dicampur perlite, pasir malang, atau pumice agar air langsung mengalir dan tidak menggenang. Media padat berbahan tanah biasa terlalu banyak menahan air sehingga berisiko membusukkan akar, sama seperti syarat media pada cara menanam kaktus.

  5. Putar posisi tanaman secara berkala: Sukulen tumbuh condong ke arah sumber cahaya, sehingga sisi yang jarang terkena sinar akan miring dan memanjang. Putar pot seperempat putaran setiap satu hingga dua minggu agar pertumbuhannya tegak dan merata, mirip prinsip pada perawatan kaktus mini.

  6. Beri pupuk seperlunya di musim tumbuh: Pemupukan hanya perlu dilakukan pada musim tumbuh dengan dosis diencerkan setengah kekuatan. Pupuk berlebihan justru membuat sukulen tumbuh terlalu cepat, lunak, dan lemah, bukan mempercepat pertumbuhan yang sehat.

  7. Periksa dan kendalikan hama: Hama tersering pada sukulen adalah kutu putih (mealybug) dan agas yang muncul saat media terlalu basah. Semprotkan atau oleskan alkohol isopropil 70 persen pada bagian yang terserang, lalu pisahkan tanaman yang terinfeksi dari koleksi lain agar tidak menular.

Baca juga: Cara merangkai sukulen di pot dangkal agar tampil menarik

2. Cara Merawat Sukulen di Dalam Ruangan

Cahaya alami di dalam rumah cenderung terbatas, sehingga cara merawat sukulen di dalam ruangan menuntut sedikit penyesuaian pada penempatan dan penyiraman. Dengan pemilihan jenis dan lokasi yang tepat, sukulen tetap bisa tumbuh kompak dan berwarna cerah meski dipajang di dalam ruangan.

Sebagaimana dilaporkan HGTV, sebagian besar sukulen memasuki masa istirahat dan berhenti tumbuh saat suhu dingin sehingga penyiraman perlu dikurangi, sebab akarnya sangat rentan membusuk pada periode dorman ini.

  1. Pilih jenis yang toleran cahaya rendah: Tidak semua sukulen cocok di dalam ruangan. Jenis berdaun hijau tua seperti Haworthia, Gasteria, lidah buaya, dan lidah mertua lebih tahan cahaya minim, sementara Echeveria berwarna cerah lebih membutuhkan sinar langsung.

  2. Letakkan di dekat jendela paling terang: Taruh pot tepat di ambang atau sedekat mungkin dengan jendela, bukan satu meter menjauh, karena intensitas cahaya menurun tajam seiring jarak. Jendela yang menghadap timur, selatan, atau barat umumnya paling ideal untuk sukulen yang diletakkan dekat jendela.

  3. Tambahkan lampu tanam bila cahaya kurang: Jika ruangan minim cahaya alami, lampu tanam (grow light) bisa menjadi pengganti. Posisikan lampu di atas tanaman, bukan di samping, agar pertumbuhannya seimbang dan tidak miring ke satu arah.

  4. Cek kelembapan media sebelum menyiram: Masukkan jari sekitar dua sampai tiga sentimeter ke dalam media; siram hanya bila terasa kering. Kebiasaan mengecek media, bukan mengikuti jadwal tetap, adalah kunci agar sukulen tidak kelebihan air, serupa dengan panduan merawat tanaman hias agar tidak layu.

  5. Hindari wadah kaca tanpa lubang: Toples kaca dan terarium tertutup tidak memiliki jalan keluar air dan sirkulasi udara buruk, sehingga media tetap lembap dan memicu pembusukan. Pilih wadah berlubang yang memungkinkan udara dan air bergerak bebas di sekitar akar.

  6. Jaga sirkulasi udara dan kurangi air saat lembap: Aliran udara yang baik membantu media cepat kering dan menekan risiko jamur. Saat musim hujan atau udara terasa dingin dan lembap, kurangi frekuensi penyiraman karena penguapan melambat.

Baca juga: Tanaman yang cocok untuk kamar tidur sempit

Baca juga: Cara menyiram kaktus mini agar tidak mudah mati

3. Cara Memperbanyak Sukulen dari Daun dan Batang

Memperbanyak tanaman sendiri adalah salah satu bagian paling menyenangkan dalam cara merawat sukulen. Sukulen tergolong mudah dikembangbiakkan melalui stek daun maupun batang, bahkan oleh pemula sekalipun, sehingga satu tanaman bisa berkembang menjadi banyak koleksi tanpa biaya tambahan.

  1. Ambil daun atau batang yang sehat: Pilih daun utuh atau potongan batang dari tanaman induk yang tidak sakit. Untuk stek daun, lepaskan daun secara perlahan hingga terambil bersih tanpa robek agar peluang tumbuh akar lebih besar.

  2. Keringkan luka hingga terbentuk kalus: Diamkan stek di tempat teduh dan kering selama beberapa hari hingga sekitar dua minggu sampai bekas potongannya mengering dan menutup (berkalus). Langkah ini penting untuk mencegah infeksi dan pembusukan saat ditanam.

  3. Letakkan pada media yang cepat kering: Taruh atau tancapkan stek yang sudah berkalus di atas media khusus kaktus dan sukulen. Media yang porous memastikan kelembapan tidak berlebihan selama proses pengakaran berlangsung.

  4. Siram hemat dan bersabar: Beri sedikit air hanya saat media benar-benar kering, karena akar dan tunas baru bisa memerlukan waktu beberapa minggu hingga bulanan untuk muncul. Kesabaran menjadi kunci karena sukulen memang tumbuh lambat.

  5. Pindahkan setelah muncul pertumbuhan baru: Ketika akar sudah kuat dan tunas atau daun baru terlihat, stek siap dipindahkan ke pot masing-masing. Proses ini mirip prinsip membuat kaktus cepat beranak yang mengandalkan tunas di pangkal batang.

Baca juga: Tanaman hias yang mudah diperbanyak untuk dijual

4. Kesalahan yang Membuat Sukulen Cepat Busuk

Sebagian besar kegagalan merawat sukulen justru berakar dari perawatan yang berlebihan, bukan karena kurang perhatian. Mengenali kesalahan berikut akan membantu tanaman tetap sehat, kompak, dan berumur panjang.

Merujuk BBC Gardeners' World, sukulen sangat mudah terserang busuk akar maupun busuk pangkal apabila media dibiarkan lembap, sehingga seluruh media harus benar-benar kering di antara dua penyiraman.

  • Menyiram terlalu sering: Ini penyebab kematian sukulen paling umum karena akar yang terus basah akan membusuk. Ferguson, pakar tanaman yang dikutip dari Real Homes, menyatakan, "Secara umum, kekurangan air menyebabkan daun bagian bawah mengering, sedangkan kelebihan air membuat daun dan batang menjadi lunak dan lembek."

  • Memakai media yang menahan air: Tanah taman atau media serbaguna berbahan gambut terlalu banyak menyimpan air untuk sukulen. Gunakan campuran berpasir dan porous agar air cepat lolos.

  • Membiarkan air menggenang di tatakan: Pot tanpa lubang atau tatakan yang dibiarkan penuh air membuat akar terus terendam. Buang genangan di tatakan beberapa saat setelah menyiram.

  • Menempatkan di tempat minim cahaya: Cahaya yang kurang membuat sukulen memanjang, pucat, dan renggang antar daun (etiolasi). Dekatkan tanaman ke jendela atau tambahkan lampu tanam untuk mengembalikan bentuk kompaknya.

  • Memindahkan mendadak ke terik penuh: Sukulen indoor yang tiba-tiba dijemur di bawah matahari terik dapat terbakar, ditandai bercak putih lalu kecokelatan. Adaptasikan secara bertahap ke cahaya yang lebih kuat.

  • Menyiram dari atas dan membasahi daun: Air yang menggenang di roset dan sela daun memicu jamur serta busuk. Banyak sukulen juga memiliki lapisan lilin alami (farina) pada daun yang bisa terhapus bila sering disentuh atau disemprot.

  • Memberi pupuk berlebihan: Kelebihan pupuk membuat pertumbuhan lunak dan rentan hama, bukan lebih subur. Cukup beri sedikit pupuk encer di musim tumbuh.

  • Menaruh kerikil di dasar pot: Anggapan lapisan kerikil memperbaiki drainase justru keliru karena lapisan kasar di bawah media halus menaikkan zona jenuh air mendekati akar. Lebih baik gunakan media porous di seluruh pot dan pastikan ada lubang drainase.

  • Menyiram dengan es batu: Kebiasaan ini hanya membasahi lapisan atas media dalam jumlah kecil dan dapat mengejutkan akar dengan suhu dingin. Siram menyeluruh dengan air bersuhu ruangan agar akar terhidrasi merata.

Dengan menghindari kesalahan di atas dan konsisten menerapkan langkah dasarnya, sukulen bisa bertahan bertahun-tahun sebagai dekorasi yang cantik. Prinsip yang sama juga berlaku pada sukulen tahan kering seperti mahkota duri maupun sukulen dengan bentuk batang unik untuk koleksi.

Baca juga: Tanaman yang tetap segar meski jarang disiram

Baca juga: Tanaman untuk mempercantik balkon

Baca juga: Tanaman yang terlihat mahal tetapi mudah dirawat

Baca juga: Tanaman yang membuat ruangan lebih asri tanpa banyak perawatan

5. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Merawat Sukulen

Berapa kali sukulen perlu disiram?

Secara umum sukulen cukup disiram satu hingga dua minggu sekali, dan hanya saat media benar-benar kering. Frekuensinya bisa berubah mengikuti intensitas cahaya, suhu, ukuran pot, jenis media, serta musim, sehingga sebaiknya periksa kelembapan media lebih dulu daripada berpatokan pada jadwal tetap. Saat cuaca dingin atau lembap, kurangi penyiraman karena pertumbuhannya melambat.

Mengapa sukulen mudah busuk dan bagaimana mencegahnya?

Penyebab utama sukulen busuk adalah penyiraman berlebihan yang dipadukan drainase buruk, sehingga akar terus terendam dan akhirnya membusuk. Tandanya berupa daun dan batang yang menguning, lunak, serta lembek. Cegah dengan memakai pot berlubang, media tanam yang cepat kering, dan menyiram hanya ketika media sudah kering sempurna.

Apakah sukulen bisa tumbuh di dalam ruangan tanpa sinar matahari langsung?

Bisa, selama sukulen mendapatkan cahaya terang tidak langsung yang cukup, idealnya sekitar enam jam di dekat jendela paling terang. Jenis berdaun hijau tua seperti Haworthia, Gasteria, lidah buaya, dan lidah mertua lebih toleran terhadap cahaya rendah. Jika cahaya alami tetap kurang, lampu tanam dapat menjadi pelengkap agar tanaman tidak memanjang dan pucat.

Daftar Referensi

  1. Homes and Gardens. How to Care for Succulents. Diakses pada 17 September 2026, dari https://www.homesandgardens.com/gardens/how-to-care-for-succulents
  2. HGTV. How to Care for Succulents: 10 Tips. Diakses pada 17 September 2026, dari https://www.hgtv.com/outdoors/flowers-and-plants/how-to-care-for-succulents
  3. Gardening Know How. Beginner's Guide To Succulents. Diakses pada 17 September 2026, dari https://www.gardeningknowhow.com/ornamental/cacti-succulents/scgen/succulent-guide-for-beginners.htm
  4. BBC Gardeners' World. How to Care for Succulents. Diakses pada 17 September 2026, dari https://www.gardenersworld.com/house-plants/succulent-care/
  5. Iowa State University Extension. Growing Succulents Indoors. Diakses pada 17 September 2026, dari https://yardandgarden.extension.iastate.edu/how-to/growing-succulents-indoors

(kpl/rsp)

Rekomendasi

Trending