Doa Awal Tahun Hijriah: Bacaan Arab, Latin, Arti, Waktu, dan Adab Membacanya

Doa Awal Tahun Hijriah: Bacaan Arab, Latin, Arti, Waktu, dan Adab Membacanya
doa awal tahun hijriah (h)

Kapanlagi.com - Pergantian tahun Hijriah menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk melakukan refleksi diri dan memperbarui niat. Membaca doa awal tahun Hijriah merupakan salah satu amalan yang lazim dilakukan sebagai sarana memohon keberkahan dan perlindungan kepada Allah Swt. untuk tahun yang akan datang.

Doa awal tahun Hijriah dimaknai sebagai permohonan bimbingan, keselamatan, dan kekuatan iman agar mampu menjalani kehidupan yang lebih baik. Meskipun tidak memiliki dalil khusus yang sahih dari Rasulullah SAW, amalan ini telah menjadi tradisi baik yang berkembang luas di kalangan umat Islam.

Meskipun tidak ada doa spesifik yang ditetapkan untuk bulan Muharram dalam Al-Quran atau Sunnah, para ulama dan guru telah lama menganjurkan umat Islam untuk memulai tahun dengan doa yang tulus. Dilansir dari Islamic Relief Australia, salah satu cara terbaik untuk memohon bimbingan dan dukungan Allah adalah melalui doa yang tulus, sebab Nabi Muhammad SAW bersabda, "Doa adalah inti ibadah" (HR Tirmidzi).

1. Apa Itu Doa Awal Tahun Hijriah

(c)Ilustrasi AIDoa awal tahun Hijriah adalah doa yang lazim dibacakan oleh umat Islam pada malam 1 Muharram sebagai bentuk harapan dan permohonan kepada Allah Swt. saat memasuki tahun baru dalam kalender Islam. Doa ini berisi permohonan perlindungan dari godaan setan, pertolongan atas hawa nafsu, serta bimbingan agar segala aktivitas mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Sebagaimana dikutip dari Islamic Relief UK, meskipun tidak ada hari ibadah khusus yang ditetapkan bagi umat Islam pada tanggal 1 Muharram, banyak Muslim yang memanfaatkan momen ini untuk merenungkan perjalanan dan perjuangan Nabi Muhammad SAW serta umat Islam pada masanya. Secara historis, hari pertama Muharram menandai dimulainya kalender lunar Islam yang dikenal sebagai kalender Hijriah, yang ditetapkan pada masa kepemimpinan Khalifah Umar bin al-Khattab pada tahun 622 M.

Dalam konteks spiritual, doa awal tahun Hijriah bukan tergolong ibadah wajib maupun sunnah khusus. Para ulama menjelaskan bahwa amalan ini termasuk tradisi baik (hasanah) yang berkembang di tengah masyarakat Muslim sebagai sarana mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Tahun Baru Islam bukan hari perayaan, melainkan hari untuk mengingat, berdoa, dan meneguhkan kembali keimanan.

Mengacu pada Muslim Pro, datangnya Muharram menandai dimulainya Tahun Baru Islam, sebuah kesempatan suci untuk memperbarui niat, merefleksikan perjalanan spiritual, dan menghubungkan kembali diri dengan Allah melalui doa. Sebagai salah satu dari empat bulan suci dalam Islam, Muharram mengajak kita untuk melambat, memulai kembali, dan mencari kedekatan dengan Dzat yang mengatur segala urusan.

Baca juga: Arti hijrah dalam Islam dan jenis-jenisnya

2. Bacaan Doa Awal Tahun Hijriah Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

(c)Ilustrasi AIBerikut ini bacaan doa awal tahun Hijriah yang populer diamalkan oleh umat Islam. Doa ini umumnya dibacakan setelah salat Magrib pada malam 1 Muharram sebanyak tiga kali. Berdasarkan buku Majmu' Ad-Da'awaat: Kumpulan Doa-Doa Pilihan karya Ust. Risky Aviv Nugroho, M.Pd., berikut bacaan lengkapnya.

Teks Arab:

اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الْأَبَدِيُّ الْقَدِيْمُ الْأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ الْمُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالْعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الْأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

Latin:

Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa 'alâ fadhlikal 'azhîmi wa karîmi jûdikal mu'awwal. Hâdzâ 'âmun jadîdun qad aqbal. As'alukal 'ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ'ih, wal 'auna 'alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû'i, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.

Artinya: "Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan."

Selain doa di atas, terdapat juga doa yang memiliki riwayat sahih dari para sahabat yang dapat dibaca saat memasuki awal bulan atau tahun baru Hijriah:

اللَّهُمَّ أَدْخِلْهُ عَلَيْنَا بِالأَمْنِ وَالإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالإِسْلَامِ، وِجِوَارٍ مِنَ الشَّيْطَانِ، وَرِضْوَانٍ مِنَ الرَّحْمَنِ

Allâhumma adkhilhu 'alainâ bil amni wal îmâni, was salâmati wal islâmi, wa jiwârim minasy syaithâni, wa ridhwânim minar rahmâni.

Artinya: "Ya Allah, masukkanlah kami pada bulan/tahun ini dengan rasa aman, keimanan, keselamatan, dan Islam, serta lindungilah kami dari gangguan setan, dan semoga kami mendapat ridha-Mu."

Dilansir dari Amaliah, doa ini merupakan doa umum untuk menyambut datangnya bulan atau tahun baru yang diharapkan dipenuhi dengan keberhasilan, pertumbuhan spiritual, dan ketaatan pada ajaran Islam (HR. Baghawi dan Thabarani, Hadis No. 6237).

Baca juga: Panduan lengkap 12 bulan Hijriah dan makna spiritualnya

3. Waktu dan Tata Cara Membaca Doa Awal Tahun Hijriah

(c)Ilustrasi AIMengetahui waktu yang tepat untuk membaca doa awal tahun Hijriah sangat penting agar amalan ini dapat dilakukan dengan optimal. Berikut panduan waktu dan tata cara membaca doa awal tahun yang dianjurkan.

  1. Membaca doa akhir tahun terlebih dahulu — Sebelum memasuki tahun baru, doa akhir tahun dibaca sebanyak tiga kali setelah salat Asar pada hari terakhir bulan Zulhijah, yakni sebelum masuk waktu Magrib.
  2. Memahami pergantian hari dalam kalender Hijriah — Saat azan Magrib berkumandang pada hari terakhir Zulhijah, waktu tersebut menandakan berakhirnya tahun lama dan dimulainya 1 Muharram.
  3. Membaca doa awal tahun setelah salat Magrib — Doa awal tahun dianjurkan dibaca sebanyak tiga kali setelah melaksanakan salat Magrib.
  4. Membaca dengan ikhlas dan khusyuk — Doa hendaknya dipanjatkan dengan niat tulus, diawali dengan pujian kepada Allah Swt. serta selawat kepada Nabi Muhammad SAW.
  5. Boleh dilakukan sendiri atau berjamaah — Pembacaan doa awal tahun Hijriah diperbolehkan secara individu maupun bersama-sama, selama tetap menjaga kekhusyukan.
  6. Dianjurkan dalam keadaan suci — Meskipun bukan syarat wajib, berwudu sebelum berdoa dapat membantu menciptakan suasana lebih tenang dan penuh penghormatan.

Sebagaimana disampaikan MuslimSG, dalam tradisi Islam, waktu Magrib menandai dimulainya hari berikutnya. Inilah alasan mengapa doa awal tahun dibaca setelah Magrib, bukan pada tengah malam seperti dalam penanggalan Masehi.

Baca juga: Mengenal 12 nama bulan Hijriyah, makna, dan keutamaan dalam kalender Islam

4. Keutamaan Bulan Muharram sebagai Awal Tahun Hijriah

(c)Ilustrasi AIBulan Muharram bukan sekadar bulan pertama dalam kalender Islam. Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah dan salah satu dari empat bulan suci dalam Islam, bersama Dzulkaidah, Dzulhijah, dan Rajab. Kata "Muharram" sendiri berasal dari bahasa Arab yang bermakna "diharamkan", merujuk pada tradisi menghindari konflik dan peperangan selama bulan ini.

Tahun Baru Hijriah dimulai pada tanggal 1 Muharram, memperingati Hijrah atau perpindahan Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Peristiwa ini bukan sekadar perpindahan logistik. Hijrah adalah sebuah lompatan berani menuju pembangunan komunitas yang berakar pada keimanan dan keadilan.

Merujuk ISNA (Islamic Society of North America), kalender Islam disebut kalender Hijriah yang berbasis pada siklus bulan. Kalender Hijriah memiliki 354 atau 355 hari, dibandingkan kalender Gregorian yang memiliki 365 atau 366 hari, sehingga kalender Hijriah rata-rata lebih pendek sekitar 11 hari setiap tahunnya. Perbedaan ini menyebabkan tanggal Tahun Baru Islam bergeser setiap tahun dalam kalender Masehi.

Mengacu pada Remitly, perayaan tahun baru Islam sering berfokus pada refleksi, doa, dan puasa. Berbeda dengan perayaan Tahun Baru lainnya, momen ini bersifat khidmat dan ditandai dengan praktik spiritual serta mengingat kembali sejarah Islam, khususnya kisah Hijrah. Semangat inilah yang menjadi landasan spiritual bagi umat Islam saat membaca doa awal tahun Hijriah.

Baca juga: Puasa Muharram: keutamaan, jadwal, niat, dan panduan lengkapnya

5. Amalan Sunnah Pendamping di Awal Tahun Hijriah

(c)Ilustrasi AISelain membaca doa awal tahun Hijriah, bulan Muharram juga bisa diisi dengan berbagai amalan sunnah yang memiliki landasan kuat. Sebagai bulan suci, pahala amal kebaikan di bulan Muharram sangat besar. Ini adalah waktu yang memberikan kesempatan besar untuk merefleksikan tahun yang telah berlalu dan memperbarui niat, sekaligus memohon keberkahan Allah Swt. untuk tahun yang akan datang.

  1. Memperbanyak istighfar — Memohon ampunan kepada Allah Swt. atas segala dosa dan kesalahan sepanjang tahun merupakan amalan utama. Istighfar dapat membersihkan hati dan membuka pintu keberkahan di tahun yang baru.
  2. Melakukan muhasabah (evaluasi diri) — Pergantian tahun menjadi momen tepat untuk mengevaluasi perjalanan hidup dan amal ibadah. Muhasabah bukan sekadar proses memperbaiki kehidupan, tetapi juga persiapan menghadapi Hari Perhitungan. Sebagaimana pepatah bijak berbunyi, "Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab."
  3. Puasa sunnah Muharram — Rasulullah SAW bersabda, "Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram" (HR Muslim). Puasa Muharram memiliki keutamaan besar, terutama puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram.
  4. Puasa Asyura dan Tasu'a — Puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram dapat menghapus dosa setahun yang lalu. Dianjurkan juga berpuasa Tasu'a pada tanggal 9 Muharram untuk membedakan diri dari tradisi lain.
  5. Memperbanyak membaca Al-Quran — Membaca dan mengkaji Al-Quran menjadi salah satu cara terbaik mendekatkan diri kepada Allah Swt. di awal tahun baru Hijriah.
  6. Bersedekah — Bersedekah di awal tahun dapat menjadi pembuka jalan kebaikan dan keberkahan. Banyak Muslim yang berbagi makanan dengan kaum miskin dan membantu komunitas dalam berbagai aspek kesejahteraan.
  7. Mengerjakan salat sunnah — Selain salat wajib, mengerjakan salat sunnah seperti tahajud dan salat duha dapat meningkatkan kualitas spiritual di tahun yang baru.

Dalam Al-Quran, Allah Swt. berfirman dalam Surat Al-Hashr ayat 18 yang mendorong umat beriman untuk senantiasa merefleksikan diri. "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok." Ayat ini secara indah menangkap esensi muhasabah yang menjadi ruh dari doa awal tahun Hijriah.

Baca juga: Puasa Asyura dan penghapusan dosa menurut para ulama

6. FAQ

(c)Ilustrasi AI1. Apakah doa awal tahun Hijriah wajib dibaca?

Doa awal tahun Hijriah bukan termasuk ibadah wajib dan tidak memiliki bacaan baku yang bersumber dari hadis sahih Rasulullah SAW. Namun, membaca doa ini diperbolehkan dan dipandang sebagai tradisi baik (hasanah) yang berkembang di kalangan umat Islam. Pada dasarnya, berdoa kapan pun merupakan amalan yang dianjurkan selama isinya baik dan tidak bertentangan dengan syariat.

2. Kapan waktu membaca doa awal tahun dan akhir tahun Hijriah?

Doa akhir tahun dibaca sebanyak tiga kali setelah salat Asar pada hari terakhir bulan Zulhijah, yakni sebelum masuk waktu Magrib. Sementara itu, doa awal tahun Hijriah dibaca sebanyak tiga kali setelah salat Magrib pada malam 1 Muharram. Hal ini karena dalam kalender Hijriah, pergantian hari dimulai sejak matahari terbenam.

3. Apa hikmah membaca doa di awal tahun Hijriah?

Membaca doa awal tahun Hijriah memberikan kesempatan bagi umat Islam untuk memperbarui niat, memohon perlindungan dari godaan setan, serta memohon bimbingan Allah Swt. agar segala aktivitas di tahun baru dapat mendekatkan diri kepada-Nya. Momen ini juga menjadi sarana muhasabah untuk memperbaiki kualitas ibadah dan akhlak dari waktu ke waktu.

Daftar Referensi

  1. Islamic Relief UK. 1st Muharram: Beginning of the Islamic New Year. Diakses pada 15 Juni 2026, dari https://www.islamic-relief.org.uk/resources/islamic-calendar/muharram/1st-muharram-islamic-new-year/
  2. Islamic Relief Australia. 5 Duas to Learn for the Islamic New Year. Diakses pada 15 Juni 2026, dari https://islamicrelief.org.au/5-duas-to-learn-for-the-islamic-new-year/
  3. Muslim Pro. Understanding Muharram, the Islamic New Year & Its Significance in Islam. Diakses pada 15 Juni 2026, dari https://www.muslimpro.com/understanding-muharram-the-islamic-new-year/
  4. ISNA. Islamic New Year 2026: Meaning, Significance & Muharram Importance. Diakses pada 15 Juni 2026, dari https://isna.net/blogs/when-is-islamic-new-year-celebrated-and-what-is-its-significance
  5. Amaliah. 5 Important Duas for the Islamic New Year. Diakses pada 15 Juni 2026, dari https://www.amaliah.com/post/66942/5-duas-for-islamic-new-year

(kpl/fed)

Rekomendasi

Trending