Kapan Maulid Nabi 2026? Ini Tanggal, Sejarah, dan Tradisi Perayaannya

Kapan Maulid Nabi 2026? Ini Tanggal, Sejarah, dan Tradisi Perayaannya
kapan maulid nabi (h)

Kapanlagi.com - Pertanyaan tentang kapan Maulid Nabi diperingati selalu muncul menjelang datangnya bulan Rabiul Awal. Untuk tahun ini, Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah jatuh pada Selasa, 25 Agustus 2026, bertepatan dengan 12 Rabiul Awal.

Tanggal tersebut mengacu pada kalender Hijriah yang menjadi patokan resmi di Tanah Air. Peringatan ini juga diakui sebagai hari libur di banyak negara berpenduduk mayoritas Muslim, termasuk Indonesia.

Banyak orang bingung mengapa dan kapan Maulid Nabi selalu berpindah tanggal Masehinya dari tahun ke tahun. Hal itu terjadi karena kalender Islam bersifat lunar sehingga tanggalnya bergeser sekitar 11 hari lebih awal setiap tahun Masehi.

Sebagaimana disampaikan Kementerian Agama, Maulid Nabi merupakan peringatan yang jatuh pada 12 Rabiulawal Hijriah sebagai wujud cinta kasih umat Muslim kepada Nabi Muhammad SAW. Berikut penjelasan lengkapnya mulai dari pengertian, tanggal pasti, sejarah, hingga tradisi perayaannya.

1. Apa Itu Maulid Nabi?

Secara bahasa, kata maulid atau milad berasal dari bahasa Arab yang berarti hari lahir atau kelahiran. Kata mawlid berarti kelahiran, sedangkan al-Nabi berarti sang Nabi, sehingga Maulid al-Nabi bermakna kelahiran Nabi. Dengan demikian, Maulid Nabi adalah peringatan atas hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, sang pembawa risalah Islam.

Nabi Muhammad SAW sendiri diyakini lahir di Kota Mekah. Menurut tradisi Islam, beliau lahir pada 12 Rabiul Awal di Tahun Gajah, sekitar tahun 570 Masehi. Bagi yang ingin menelusuri silsilahnya, kisah nama ayah Nabi Muhammad SAW turut mewarnai peristiwa penting menjelang kelahiran beliau.

Mengutip EBSCO, Maulid yang juga dikenal sebagai Milad, Mawlud, atau Mawlid al-Nabi diperingati pada bulan ketiga kalender Islam, yakni Rabiul Awal, meski tanggal pastinya berbeda tergantung cabang mazhab. Pada abad ke-21, Maulid bahkan diakui sebagai hari libur resmi di lebih dari 45 negara.

Perbedaan mazhab inilah yang membuat penetapan harinya tidak seragam. Kalangan Sunni memperingati Maulid pada 12 Rabiul Awal, sedangkan sebagian Syiah memperingatinya pada 17 Rabiul Awal. Untuk memahami posisi bulan tersebut, ada baiknya menyimak susunan bulan dalam penanggalan Hijriah secara utuh.

Baca juga: arti nama Maulida yang berakar dari kata mawlid

2. Kapan Maulid Nabi 2026 dan Tanggal Peringatannya?

Pertanyaan kapan Maulid Nabi jatuh pada 2026 sudah terjawab melalui kalender Hijriah resmi. Berikut sejumlah poin penting seputar tanggal dan ketentuannya.

  1. Tanggal Maulid Nabi 2026: Selasa, 25 Agustus 2026, yang bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah.
  2. Status hari libur: ditetapkan sebagai hari libur nasional, karena Maulid Nabi diakui sebagai hari libur di banyak negara mayoritas Muslim, termasuk Indonesia.
  3. Potensi libur panjang: jatuh pada hari Selasa sehingga masyarakat berpeluang menikmati libur lebih panjang bila mengambil cuti pada Senin sebelumnya.
  4. Perbedaan Sunni dan Syiah: Sunni menandainya pada 12 Rabiul Awal, sementara Syiah pada 17 Rabiul Awal.
  5. Kemungkinan selisih sehari: tanggal pastinya bisa berbeda satu hari antarnegara tergantung hasil rukyatul hilal setempat.
  6. Alasan tanggalnya berubah: kalender Islam bergeser sekitar 11 hari lebih awal tiap tahun Masehi.

Sebagaimana dilaporkan National Today, kata mawlid berasal dari bahasa Arab yang bermakna melahirkan, dan Milad an-Nabi menghormati hari kelahiran Nabi Muhammad yang dirayakan di sebagian besar negara Muslim.

Sebagai gambaran pergeseran tanggal dari tahun ke tahun, berikut perbandingannya.

Tahun MasehiTahun HijriahPerkiraan Tanggal Maulid Nabi 20241446 H16 September 2024 20251447 H5 September 2025 20261448 H25 Agustus 2026 20271449 H15 Agustus 2027 (perkiraan)

Pada 2025 Maulid jatuh pada awal September, sedangkan pada 2027 diperkirakan bergeser ke pertengahan Agustus. Tanggal 2027 masih bersifat sementara karena bergantung pada penetapan awal Rabiul Awal.

Baca juga: daftar hari libur nasional dan long weekend 2026 serta jadwal Ramadan 2026

3. Sejarah Maulid Nabi dari Masa ke Masa

Perayaan Maulid bukan berasal dari masa Nabi masih hidup. Nabi Muhammad tidak memerintahkan para sahabat merayakan hari kelahirannya, dan Maulid baru dibentuk beberapa ratus tahun setelah wafatnya oleh Dinasti Fatimiyah yang berkuasa di Mesir pada 969-1171 M.

Dilansir dari Britannica, Dinasti Fatimiyah yang bermazhab Syiah di Mesir menyelenggarakan empat maulid pada akhir abad ke-11, sementara masyarakat Muslim secara umum baru merayakan kelahiran Nabi pada abad ke-13. Kalangan Sunni menganggap perayaan pada 1207 sebagai festival maulid pertama, dan tradisi ini menyebar cepat bersama Sufisme pada masa Ayyubiyah.

Sejarawan Islam modern Jonathan A.C. Brown dalam bukunya Muhammad: A Very Short Introduction menuturkan, "Maulid hari lahir Nabi kemungkinan berasal dari perayaan Syiah terdahulu atas hari kelahiran Ali." Ibnu Katsir dalam kitab Al-Bidayah wa an-Nihayah juga menggambarkan perayaan akbar Sultan Muzaffar di Irbil, "Ia biasa mengadakan peringatan Maulid pada bulan Rabiul Awal dan menggelar perayaan besar-besaran pada momen itu."

Momentum Maulid kemudian dipopulerkan lebih luas oleh Salahuddin al-Ayyubi. Salahuddin, seorang pemimpin Sunni, mempopulerkan perayaan kelahiran Nabi untuk memperkuat semangat keagamaan dan persatuan umat Islam dalam menghadapi Perang Salib. Dari dunia Arab, tradisi ini menyebar hingga Nusantara dan berkembang seiring dakwah para wali. Untuk konteks penanggalannya, peristiwa besar Islam lain seperti makna hijrah dan Tahun Baru Islam juga memakai acuan kalender Hijriah yang sama.

Baca juga: sejarah lengkap dan amalan Maulid Nabi dan film islami kisah Nabi

4. Tradisi Perayaan Maulid Nabi di Indonesia dan Dunia

Cara memperingati Maulid Nabi sangat beragam di tiap daerah. Merujuk The Pluralism Project, perayaan Maulid berlangsung mulai dari rumah pribadi hingga masjid yang dihias, disertai berbagi makanan, ceramah tentang kehidupan Nabi, majelis selawat, pawai, hingga pembacaan Al-Qur'an dan syair pujian.

  1. Pembacaan selawat dan syair Maulid - masyarakat melantunkan Barzanji, Diba', hingga Simtudduror. Istilah mawlid sendiri kini juga merujuk pada teks yang dibacakan saat perayaan.
  2. Pengajian dan tausiyah sirah - mengkaji perjalanan hidup dan akhlak Rasulullah.
  3. Tradisi Sekaten - sebuah upacara di Yogyakarta yang digelar warga untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, lengkap dengan gamelan pusaka.
  4. Grebeg Mulud - kirab hasil bumi yang berkembang sejak masa kesultanan.
  5. Endhog-endhogan - tradisi telur hias khas masyarakat Jawa-Using di Banyuwangi.
  6. Santunan dan sedekah - berbagi kepada anak yatim dan kaum duafa.
  7. Perayaan lintas negara - Turki mengenalnya sebagai Mevlid Kandili, sedangkan Senegal menggelar Gamou yang menarik jutaan jemaah, dan Afrika Utara membaca qasidah serta berbagi manisan, sementara Mesir dan Levant menggelar pawai malam dan pembacaan Burdah.

Baca juga: tradisi Sekaten di Yogyakarta, contoh teks MC Maulid di masjid, dan kata mutiara Maulid Nabi

5. Amalan dan Makna Memperingati Maulid Nabi

Selain mengetahui kapan Maulid Nabi diperingati, umat Muslim dianjurkan mengisinya dengan amalan yang bermanfaat. Berikut beberapa amalan yang umum dilakukan.

  1. Memperbanyak bacaan selawat kepada Nabi Muhammad SAW.
  2. Membaca dan mengkaji Al-Qur'an bersama keluarga maupun jemaah.
  3. Menjalankan amal sosial dengan memberi makan kaum duafa dan menyantuni anak yatim.
  4. Menghadiri konferensi atau kajian sirah untuk mendalami keteladanan Nabi.
  5. Meneladani akhlak mulia Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
  6. Menghadiri majelis, tausiyah, dan pengajian di lingkungan sekitar.

Hukum perayaan Maulid sendiri menjadi diskusi panjang di kalangan ulama. Sebagian ulama memandangnya sebagai inovasi (bid'ah) yang tidak dituntunkan Nabi dan para sahabat, sementara yang lain menilainya bentuk kegembiraan yang baik, dan kedua pihak sepakat pada pentingnya mencintai Nabi serta mengikuti ajarannya.

Ulama Ibnu Taimiyah dalam kitab Iqtidha' ash-Shirath al-Mustaqim menyatakan, "Memperingati kelahiran Nabi dan menjadikannya sebagai momen, sebagaimana dilakukan sebagian orang, bisa jadi diberi pahala karena niat baik dan penghormatan mereka kepada Rasulullah."

Selain amalan ibadah, momentum ini juga kerap dimanfaatkan untuk saling berbagi doa dan pesan kebaikan. Banyak yang menyebarkan kata-kata mutiara untuk meneladani akhlak Rasulullah serta ungkapan penghormatan kepada Rasulullah kepada kerabat.

Baca juga: keutamaan memperbanyak sholawat

6. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Maulid Nabi

Maulid Nabi 2026 tanggal berapa?

Maulid Nabi 1448 H diperingati pada Selasa, 25 Agustus 2026, bertepatan dengan 12 Rabiul Awal. Di Indonesia, tanggal ini mengacu pada kalender Hijriah yang diterbitkan pemerintah dan berlaku sebagai hari besar keagamaan.

Apakah Maulid Nabi termasuk hari libur nasional?

Ya, Maulid Nabi Muhammad SAW termasuk hari libur nasional di Indonesia. Peringatan ini memang diakui sebagai hari libur di banyak negara berpenduduk mayoritas Muslim, termasuk Indonesia.

Mengapa tanggal Maulid Nabi berubah setiap tahun?

Karena kalender Islam mengikuti peredaran bulan (lunar), tanggal Maulid bergeser sekitar 11 hari lebih awal setiap tahun Masehi. Itulah sebabnya pada 2025 Maulid jatuh awal September, sedangkan pada 2026 mundur ke akhir Agustus.

Dengan memahami kapan Maulid Nabi diperingati beserta tanggal, sejarah, dan tradisinya, peringatan tahun ini dapat dimaknai lebih dalam sebagai momen mencintai dan meneladani Rasulullah. Semangat tersebut bisa diwujudkan lewat memperbanyak selawat, berbagi kebaikan, hingga menyebar ucapan Maulid Nabi yang menyejukkan kepada sesama, baik melalui caption media sosial maupun rangkaian kata-kata Maulid Nabi penuh makna.

Daftar Referensi

  1. Britannica. Mawlid: Meaning, Importance, Celebration, and Facts. Diakses pada 18 Agustus 2026, dari https://www.britannica.com/topic/mawlid
  2. National Today. Milad an-Nabi (Mawlid). Diakses pada 18 Agustus 2026, dari https://nationaltoday.com/milad-nabi-mawlid/
  3. EBSCO Research Starters. Mawlid. Diakses pada 18 Agustus 2026, dari https://www.ebsco.com/research-starters/religion-and-philosophy/mawlid
  4. The Pluralism Project (Harvard University). Birthday of the Prophet: Mawlid al-Nabi. Diakses pada 18 Agustus 2026, dari https://pluralism.org/birthday-of-the-prophet-mawlid-al-nabi
  5. Kementerian Agama Republik Indonesia. Diakses pada 18 Agustus 2026, dari https://www.kemenag.go.id/

(kpl/fbi)

Rekomendasi

Trending