7 Cara Meredakan Cegukan pada Bayi yang Aman dan Terbukti Efektif
cara meredakan cegukan pada bayi (h)
Kapanlagi.com - Cegukan pada bayi merupakan hal yang sangat umum dan hampir selalu tidak berbahaya. Cara meredakan cegukan pada bayi yang paling dasar adalah menghentikan sesi menyusu sejenak, lalu membantu si Kecil bersendawa.
Menggendong bayi dalam posisi tegak serta memberikan empeng juga membantu merilekskan otot diafragma. Ritme menyusu yang lebih perlahan menjadi kunci lain dari cara meredakan cegukan pada bayi agar cepat mereda.
Cegukan muncul ketika diafragma, otot tipis di bawah paru-paru, berkontraksi tiba-tiba sehingga pita suara menutup dan menghasilkan bunyi khas "hik". Dilansir dari Healthline, bayi berusia di bawah satu tahun akan cukup sering cegukan sehingga membiarkannya sering kali menjadi pilihan terbaik, dan biasanya cegukan berhenti sendiri dalam 5 sampai 10 menit. Kylie Liermann, dokter anak, dikutip dari Cleveland Clinic menyatakan, "Cegukan bayi sangat umum terjadi dan biasanya bukan sebuah masalah."
Advertisement
Baca juga: Arti mitos cegukan menurut primbon dan penjelasan medisnya
1. Cara Meredakan Cegukan pada Bayi Saat dan Setelah Menyusu
Sebagian besar cegukan dipicu oleh udara yang tertelan atau perut yang terlalu penuh ketika menyusu. Karena itu, cara meredakan cegukan pada bayi yang pertama berfokus pada penyesuaian proses menyusu itu sendiri.
Hentikan menyusu sejenak: Beri jeda saat cegukan datang di tengah sesi menyusu. Panduannya, berhenti dan tunggu 5-10 menit sebelum melanjutkan pemberian susu. Tunggu sampai cegukan reda agar si Kecil tidak tersedak.
Bantu bayi bersendawa: Menyendawakan bayi dapat membantu menghilangkan cegukan karena mengeluarkan gas berlebih yang mungkin menjadi pemicunya. Usap atau tepuk punggungnya dengan lembut, dan jangan menepuk area ini terlalu keras.
Susui lebih perlahan dan bertahap: Bayi bisa cegukan karena menyusu terlalu cepat; untuk bayi yang minum dari botol, coba teknik paced bottle-feeding untuk memperlambat aliran susu. Memberi susu sedikit demi sedikit membuat perut tidak cepat penuh.
Perhatikan sudut botol dan pelekatan: Posisikan botol pada kemiringan sekitar 45 derajat agar udara tidak ikut tertelan. Beri jeda untuk menyendawakan bayi setiap 15-20 ml susu, dan jaga botol tetap miring agar dot selalu penuh.
Susui saat bayi tenang: Pastikan bayi dalam keadaan tenang saat menyusu, artinya jangan menunggu hingga ia sangat lapar sampai kesal dan menangis sebelum mulai menyusu. Suasana tenang membuat proses menelan lebih terkendali.
Menyusui yang tenang membantu mencegah udara berlebih masuk ke perut sekaligus menjadi cara meredakan cegukan pada bayi yang paling alami. Ameera Nauman, dokter anak, sebagaimana dikutip dari OSF HealthCare menjelaskan, "Saat bayi berhenti menyusu dan rileks, cegukannya akan berhenti."
Baca juga: Tips menyendawakan bayi di tengah dan setelah menyusu agar tidak tersedak
2. Cara Meredakan Cegukan pada Bayi dengan Posisi Tegak dan Sentuhan Lembut
Selain lewat menyusu, cara meredakan cegukan pada bayi juga bisa dilakukan melalui posisi tubuh dan sentuhan yang menenangkan. Beberapa langkah berikut membantu udara di perut naik dan otot diafragma kembali rileks.
Gendong tegak setelah menyusu: Sebagian besar cegukan bayi reda dalam beberapa menit, jadi jika cara lain belum berhasil, cukup beri waktu dan gendong bayi tegak selama 20-30 menit setelah menyusu. Kirkilas, sebagaimana dikutip dari WebMD, mengatakan bahwa menggendong bayi dengan aman dalam posisi tegak "akan membantu mencegah gumoh dan memudahkan bayi bersendawa".
Berikan empeng atau dot: Cegukan tidak selalu berawal dari menyusu; saat bayi mulai cegukan sendiri, biarkan ia mengisap empeng karena hal ini membantu merilekskan diafragma dan dapat menghentikan cegukan.
Pijat punggung dengan lembut: Memijat punggung bayi dapat membantu merilekskan diafragma; lakukan pijatan lembut dengan gerakan melingkar mulai dari tulang belikat menuju punggung bawah. Gunakan minyak bayi agar jemari bergerak lebih halus.
Beri tekanan lembut pada perut: Menekan ringan dada atau perut bayi dapat menenangkan diafragma dan meredakan cegukan, tetapi berhati-hatilah agar tidak memberi tekanan berlebihan dan tetap perhatikan kenyamanan bayi.
Tenangkan dengan suara yang lembut: Bayi kadang cegukan karena terlalu bersemangat atau menangis berlebihan, sehingga white noise dapat mengalihkan perhatian sekaligus menenangkannya, misalnya dengan suara "sst" atau senandung lembut.
Biarkan cegukan reda sendiri: Jika bayi tampak tidak terganggu, cegukan boleh dibiarkan. Selama cegukan tidak mengganggu bayi, Anda bisa membiarkannya berlangsung hingga selesai dengan sendirinya.
Cara meredakan cegukan pada bayi memang tidak selalu memerlukan tindakan khusus. Terkait hal ini, seorang dokter anak bernama Forgenie, sebagaimana dikutip The Bump, menyampaikan bahwa "hal terbaik yang bisa dilakukan adalah menunggu dan yakin cegukan akan reda dengan sendirinya".
Baca juga: Cara unik menenangkan bayi yang sedang menangis
Baca juga: Teknik pijat lembut yang aman untuk si Kecil
3. Hal yang Sebaiknya Dihindari Saat Meredakan Cegukan pada Bayi
Banyak mitos beredar soal cara menghentikan cegukan, padahal sebagian justru berisiko membahayakan. Sebelum mempraktikkan cara meredakan cegukan pada bayi, kenali dulu beberapa hal yang sebaiknya tidak dilakukan.
Para ahli menegaskan bahwa metode lama untuk mengejutkan bayi tidak terbukti manjur. Beberapa dokter mengingatkan agar orang tua tidak pernah mengejutkan atau menakut-nakuti bayi untuk mengatasi cegukan karena cara semacam itu tidak bekerja.
Mengejutkan atau menakuti bayi: Membuat bayi kaget tidak menghentikan cegukan dan hanya akan membuatnya menangis serta tetap cegukan.
Menarik lidah atau menekan ubun-ubun: Banyak orang menyarankan menarik lidah bayi dan menekan dahi atau ubun-ubunnya, padahal tindakan ini dapat menyakiti bayi.
Menutup atau menekan hidung bayi: Jangan pernah menutup hidung bayi karena bayi mengandalkan lubang hidungnya untuk bernapas.
Meletakkan kain basah di dahi: Meletakkan kain basah di dahi bayi juga tidak akan membantu menghentikan cegukan.
Memberikan gripe water atau ramuan: Pemberian gripe water populer di sebagian budaya, tetapi dokter anak tidak menyarankannya untuk cegukan karena tidak ada bukti ilmiah bahwa cara itu berhasil.
Memberi air putih pada bayi di bawah 6 bulan: Air tidak disarankan untuk bayi berusia di bawah 6 bulan karena berpotensi menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit.
Aktivitas berlebihan setelah menyusu: Hindari mengguncang atau mengajak bermain terlalu aktif tepat setelah menyusu karena dapat memicu gelembung udara di perut, dan tunggu sekitar 30 menit sebelum mengajaknya bermain.
Baca juga: Penyebab bayi gumoh dan cara mengatasinya
4. Kapan Cegukan pada Bayi Perlu Diperiksakan ke Dokter
Pada dasarnya cegukan lebih sering mengganggu orang tua ketimbang bayinya sendiri. Hillary Sismondo, dokter anak, kepada TODAY menuturkan, "Cegukan cenderung lebih mengganggu orang tua daripada bayinya." Selama bayi tetap mau menyusu, aktif, dan tampak nyaman, orang tua umumnya tidak perlu cemas berlebihan.
Meski begitu, ada kondisi tertentu yang menandakan cegukan perlu dievaluasi lebih lanjut. Kewaspadaan sebaiknya meningkat bila cegukan muncul hampir setiap kali selesai menyusu atau disertai gejala lain. Bila orang tua khawatir dengan frekuensi cegukan bayinya, atau cegukan disertai gejala tambahan seperti rasa tidak nyaman atau muntah, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter anak.
Cegukan yang sangat sering juga bisa berkaitan dengan naiknya asam lambung atau refluks. Cegukan umum terjadi pada bayi karena mereka mungkin menelan banyak udara saat makan sehingga menjadi bergas, dan ini normal; namun bila Anda juga melihat banyak batuk atau gumoh, hubungi dokter karena bisa menjadi tanda refluks asam lambung. Perhatikan pula bila berat badan sulit naik atau bayi memuntahkan cairan berwarna hijau.
Segera cari bantuan medis pada tanda yang lebih serius. Bicarakan dengan dokter bila bayi sangat sering cegukan disertai gelisah, mengalami masalah bernapas atau menyusu, bibirnya tampak kebiruan yang bisa menandakan kadar oksigen rendah, cegukan mengganggu tidurnya, atau cegukan masih sering terjadi setelah ulang tahun pertamanya. Konsultasi dini membuat orang tua lebih tenang dan penanganan lebih tepat.
Baca juga: Cara aman membantu bayi bernapas lebih lega saat hidung tersumbat
Baca juga: Panduan mendaftarkan bayi baru lahir ke layanan kesehatan
Menjaga rutinitas menyusu yang nyaman sejak awal turut mendukung tumbuh kembang bayi di bulan-bulan pertama. Untuk urusan pemberian susu, pahami pula cara menyiapkan susu formula yang benar, gunakan bantal menyusui untuk menjaga posisi menyusui yang tepat, serta kenali manfaat menggendong bayi dalam posisi tegak. Sebagaimana disampaikan American Academy of Pediatrics, bila cegukan muncul saat menyusu, ubah posisi bayi, coba buat ia bersendawa atau bantu ia rileks, lalu tunggu sampai cegukan hilang sebelum melanjutkan menyusu.
Baca juga: Manfaat baby oil untuk memijat kulit bayi
Baca juga: Cara menggunakan pompa ASI manual yang nyaman dan efektif
Baca juga: Panduan menggunakan breast pad untuk ibu menyusui
Baca juga: Suara dan lagu yang bisa menenangkan tangisan bayi
Baca juga: Fakta seputar perawatan bayi baru lahir menurut pandangan medis
5. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cegukan pada Bayi
Apakah cegukan pada bayi boleh dibiarkan?
Boleh. Cegukan pada bayi umumnya tidak berbahaya dan akan berhenti sendiri dalam beberapa menit tanpa penanganan khusus. Selama bayi tetap nyaman, bisa menyusu, dan tidak rewel, orang tua tidak perlu khawatir dan cukup membiarkannya reda secara alami.
Bolehkah menyusui bayi saat sedang cegukan?
Sebaiknya hentikan pemberian susu sejenak saat bayi cegukan agar ia tidak tersedak. Bantu bayi bersendawa terlebih dahulu untuk mengeluarkan udara yang terjebak, lalu lanjutkan menyusu setelah cegukan mereda. Menyusui dalam porsi kecil tetapi lebih sering juga membantu mengurangi cegukan.
Apa posisi terbaik untuk bayi yang sedang cegukan?
Posisi tegak adalah yang paling dianjurkan, misalnya dengan menggendong bayi tegak menyandar di dada selama 20-30 menit setelah menyusu. Posisi ini membantu udara di perut naik dan keluar melalui sendawa sehingga tekanan pada diafragma berkurang dan cegukan lebih cepat berhenti.
Daftar Referensi
- Cleveland Clinic. Here's What to Do When Your Baby Has the Hiccups. Diakses pada 17 September 2026, dari https://health.clevelandclinic.org/heres-what-to-do-when-your-baby-has-the-hiccups
- Healthline. Newborn Hiccups: Why They Happen and How to Get Rid of Them. Diakses pada 17 September 2026, dari https://www.healthline.com/health/childrens-health/newborn-hiccups
- WebMD. What to Do If Your Baby Has Hiccups. Diakses pada 17 September 2026, dari https://www.webmd.com/baby/what-to-do-if-your-baby-has-hiccups
- OSF HealthCare. Why do babies get hiccups?. Diakses pada 17 September 2026, dari https://www.osfhealthcare.org/blog/why-do-babies-get-hiccups
- TODAY. How to soothe a baby with hiccups: What parents need to know. Diakses pada 17 September 2026, dari https://www.today.com/parents/how-stop-newborn-hiccups-t185007
(kpl/fbi)
Advertisement
D Academy 8
-
Kisah Inspiratif Diva Dangdut Academy 8 Pernah Tidur di Peti Keyboard
-
Hobi Selebriti Indonesia Mila DA7 Awalnya Takut Berkuda, Kini Kian Tertarik
