Cara Membuat Pupuk dari Ampas Teh, Solusi Alami Menyuburkan Tanaman di Rumah

Cara Membuat Pupuk dari Ampas Teh, Solusi Alami Menyuburkan Tanaman di Rumah
cara membuat pupuk dari ampas teh (h)

Kapanlagi.com - Ampas teh yang biasa berakhir di tempat sampah ternyata menyimpan nitrogen, fosfor, dan kalium yang dibutuhkan tanaman. Cara membuat pupuk dari ampas teh pun sederhana, cukup dikeringkan lalu ditabur atau direndam menjadi larutan penyubur.

Sisa seduhan ini bisa diolah menjadi pupuk padat, pupuk cair, hingga campuran kompos. Dengan menerapkan cara membuat pupuk dari ampas teh secara tepat, tanaman rumahan tumbuh lebih hijau tanpa biaya tambahan.

Dilansir dari Homes & Gardens, daun teh mengandung nitrogen, kalium, dan fosfor, ditambah asam tanat, serta sejumlah aluminium, fluorin, dan mangan yang dalam dosis tinggi justru dapat memperlambat pertumbuhan. Karena itu, pemakaian secukupnya menjadi kunci agar ampas teh benar-benar bekerja sebagai pupuk. Selain untuk kebun, sisa seduhan ini punya banyak manfaat ampas teh untuk rumah tangga, sementara daunnya juga menyimpan manfaat teh hijau bagi tubuh.

1. Cara Membuat Pupuk Padat dari Ampas Teh

Metode paling praktis dalam cara membuat pupuk dari ampas teh adalah mengolahnya menjadi pupuk padat yang langsung ditabur ke media tanam. Kuncinya ada pada pengeringan agar ampas tidak berjamur dan aman bagi akar, mirip prinsip saat merawat tanaman cabai dengan bahan dapur.

  1. Kumpulkan dan bilas ampas: Pisahkan ampas dari kantong teh, lalu bilas bila sebelumnya tercampur gula atau susu supaya tidak mengundang semut dan jamur.

  2. Keringkan ampas teh: Jemur atau angin-anginkan hingga benar-benar kering agar kadar asam menurun dan tekstur tidak menggumpal.

  3. Tabur tipis sebagai mulsa: Sebarkan lapisan tipis di sekitar pangkal tanaman, cukup satu hingga dua sendok untuk pot kecil agar permukaan tanah tidak lembap berlebih.

  4. Campur ke media tanam: Aduk ampas kering bersama tanah, kompos, atau sekam sebelum menanam supaya unsur hara merata dan tanah lebih gembur.

  5. Benamkan dekat akar: Saat memindahkan tanaman, kubur sedikit ampas di sekitar perakaran untuk menahan kelembapan dan melepas nutrisi secara perlahan.

Mengutip Garden Myths, daun teh kering mengandung sekitar 4,4 persen nitrogen, 0,24 persen fosfor, dan 0,25 persen kalium, sehingga efektif memacu pertumbuhan daun. Prinsip serupa berlaku pada sisa dapur lain seperti yang biasa dipakai untuk menyuburkan tanaman bunga. Daphne Richards, ahli hortikultura Texas A&M AgriLife Extension Service, dikutip dari Texas A&M AgriLife, menyatakan, "Ampas kopi bekas dapat menambahkan sedikit nitrogen ke tanah atau kompos Anda."

Baca juga: Cara Membuat Pupuk Organik dari Bahan Dapur

2. Cara Membuat Pupuk Cair dari Ampas Teh

Selain bentuk padat, cara membuat pupuk dari ampas teh juga bisa menghasilkan pupuk cair yang lebih cepat diserap akar. Larutan ini cocok untuk tanaman hias daun maupun sayuran dalam pot, serupa langkah menyuburkan tanaman tomat dengan bahan dapur.

  1. Rendam ampas teh: Masukkan satu hingga dua genggam ampas teh dingin ke ember berisi 1-2 liter air bersih.

  2. Diamkan semalaman: Biarkan larutan meresap sekitar 24-48 jam agar unsur hara larut sempurna ke dalam air.

  3. Aduk sesekali: Aduk larutan supaya oksigen masuk dan bau tak sedap akibat proses tanpa udara tidak muncul.

  4. Saring dan encerkan: Saring ampasnya, lalu encerkan air rendaman sebelum disiramkan agar tidak terlalu asam bagi tanaman.

  5. Siram atau semprotkan: Gunakan sebagai siraman seminggu sekali, atau semprotkan tipis ke daun sebagai pupuk daun.

Untuk hasil lebih kaya, sebagian pekebun menambahkan kulit pisang, cangkang telur, atau ampas kopi ke dalam rendaman agar kandungan kalium dan kalsiumnya bertambah, mirip fermentasi pupuk organik cair atau resep pupuk dari kulit pisang. Nicky Schauder dari Permaculture Gardens, dikutip dari Southern SARE, menyatakan, "Tujuannya adalah menunjukkan bahwa teh kompos beraerasi bisa memberi hasil panen setara atau lebih baik daripada pupuk komersial."

3. Cara Mengolah Ampas Teh Menjadi Kompos

Jika ingin pupuk yang lebih matang, cara membuat pupuk dari ampas teh berikutnya adalah menjadikannya bahan kompos. Ampas teh tergolong bahan hijau kaya nitrogen yang membantu mempercepat penguraian, sejalan dengan praktik komposting rumahan.

  1. Siapkan wadah: Gunakan ember atau bak berlubang di dasarnya untuk sirkulasi udara sekaligus pembuangan air berlebih.

  2. Seimbangkan hijau dan cokelat: Campur ampas teh sebagai bahan hijau dengan daun kering, kertas, atau kardus sebagai bahan cokelat, dengan porsi cokelat lebih banyak.

  3. Masukkan ampas teh: Tambahkan ampas, boleh bersama kantong berbahan kertas, sutra, atau muslin yang mudah terurai secara alami.

  4. Jaga kelembapan dan balik: Pastikan tumpukan tetap lembap seperti spons basah, lalu balik setiap beberapa hari agar tidak berbau.

  5. Panen kompos matang: Setelah beberapa minggu, kompos berubah gelap, remah, dan tak berbau, siap dicampur ke media tanam.

Sebagaimana dilaporkan House Digest, sedikit ampas teh dalam kompos membantu menyuplai nitrogen sekaligus menjaga pH tanah tetap sedikit asam. Lindsey Chastain, pakar berkebun sekaligus pendiri situs The Waddle and Cluck, dikutip dari AOL, menyatakan, "Jika Anda memiliki kantong teh biodegradable atau berbahan kertas, Anda bisa langsung memasukkannya ke tumpukan kompos."

Agar penguraian lebih cepat, tambahkan larutan MOL (mikroorganisme lokal), lalu manfaatkan hasilnya untuk menanam sayur organik di rumah atau meracik pupuk NPK alami. Forest Abbott-Lum, pakar kompos di Yale Sustainable Food Program, dikutip dari Yale Sustainability, menjelaskan, "Pengomposan adalah ketika kita mengambil limbah organik yang dihasilkan aktivitas manusia dan menciptakan kembali proses penguraian alami itu dengan mengelolanya."

4. Tanaman yang Cocok dan Tips Aman Memakai Pupuk Ampas Teh

Meski menyuburkan, ampas teh tidak cocok untuk semua tanaman karena sifatnya yang sedikit asam. Mengenali jenis tanaman dan takaran yang tepat membantu memaksimalkan cara membuat pupuk dari ampas teh sekaligus mencegah jamur dan hama.

Manfaat bahan organik seperti ampas teh juga terasa pada kesehatan tanah jangka panjang. Ganga Hettiarachchi, profesor kimia tanah dan lingkungan di Kansas State University, dikutip dari phys.org, menyatakan, "Kami berusaha memahami mekanisme di balik peningkatan penyimpanan karbon tanah melalui praktik pengelolaan tertentu."

Sebagaimana disampaikan Gardening Know How, tanaman penyuka asam seperti hydrangea, pakis, rhododendron, blueberry, dan camellia menyukai komponen asam pada teh. Berikut panduan singkat agar penerapannya lebih terarah.

  • Tanaman penyuka asam: Mawar, blueberry, hydrangea, azalea, dan camellia tumbuh lebih baik dengan tambahan tanin serta nitrogen dari ampas teh.

  • Tanaman hias daun: Aglonema, monstera, sirih gading, dan pakis merespons baik karena menyukai media kaya bahan organik.

  • Sayuran berdaun: Sawi, bayam, dan selada terbantu nitrogennya, seperti pada panduan menyuburkan tanaman bayam dan sawi, asalkan ampas kering dan tipis.

  • Umbi dan sayuran akar: Wortel serta lobak memanfaatkan pelepasan hara yang lambat dari ampas teh.

  • Kurang cocok untuk tanaman kering: Lavender, sukulen, dan kaktus tidak menyukai kelembapan dan keasaman ekstra.

  • Hindari kacang-kacangan: Buncis dan kacang polong mengikat nitrogen sendiri, sehingga tambahan nitrogen justru mengurangi bunga dan polong.

  • Gunakan secukupnya: Cukup 2-3 minggu sekali agar pH media stabil, dan hindari teh bercampur susu, gula, atau herbal beraroma karena mengundang hama.

Selain untuk tanaman hias dan sayur, ampas teh mendukung upaya menyuburkan tanaman sayur serta melengkapi cara membuat tanaman cabai lebih subur. Untuk perlindungan tambahan, kombinasikan dengan bahan alami membasmi hama tanaman agar kebun tetap sehat. Beragam tanaman hias daun pun ikut tampil lebih segar berkat tambahan bahan organik ini.

Dengan mengubah ampas teh menjadi pupuk padat, cair, atau kompos, limbah dapur berubah menjadi nutrisi gratis yang menyuburkan tanaman sekaligus mengurangi sampah rumah tangga. Mulai dari takaran kecil, amati respons tanaman, lalu sesuaikan pemberiannya agar hasilnya maksimal. Bahkan air seduhannya masih berguna, misalnya dimanfaatkan sebagai air teh untuk wajah.

5. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Pupuk dari Ampas Teh

Apakah ampas teh bisa langsung dijadikan pupuk tanaman?

Bisa, tetapi sebaiknya ampas teh dikeringkan lebih dulu agar keasamannya berkurang dan tidak memicu jamur. Khusus untuk kompos, ampas justru boleh dimasukkan dalam kondisi masih lembap supaya lebih cepat terurai.

Berapa kali sebaiknya memberi pupuk ampas teh pada tanaman?

Cukup satu hingga dua kali sebulan atau sekitar 2-3 minggu sekali. Pemberian secukupnya menjaga pH media tetap stabil sehingga akar tanaman tidak stres.

Tanaman apa saja yang cocok diberi pupuk ampas teh?

Tanaman penyuka asam dan berdaun seperti mawar, blueberry, hydrangea, aglonema, monstera, serta sawi dan bayam paling responsif. Sebaliknya, hindari lavender, sukulen, kaktus, dan kacang-kacangan yang kurang menyukai keasaman atau tambahan nitrogen.

Daftar Referensi

  1. Homes & Gardens. Using Tea Leaves in the Garden. Diakses pada 1 September 2026, dari https://www.homesandgardens.com/advice/using-tea-leaves-in-the-garden
  2. Gardening Know How. Are Tea Bags Good For Plants? Diakses pada 1 September 2026, dari https://www.gardeningknowhow.com/composting/ingredients/composting-tea-bags.htm
  3. House Digest. Plants That Love Tea Leaves. Diakses pada 1 September 2026, dari https://www.housedigest.com/2059302/plants-love-tea-leaves-fertilizer/
  4. Garden Myths. Is Tea a Good Fertilizer for Houseplants? Diakses pada 1 September 2026, dari https://www.gardenmyths.com/tea-fertilizer-for-houseplants/
  5. AOL. 4 Uses For Old Tea Bags In Your Garden. Diakses pada 1 September 2026, dari https://www.aol.com/lifestyle/4-uses-old-tea-bags-021235894.html

(kpl/cel)

Rekomendasi

Trending