Kisah Kelahiran Nabi Muhammad SAW: Sejarah, Tanda Kebesaran, dan Hikmahnya
kisah kelahiran nabi muhammad saw (h)
Kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu peristiwa paling bersejarah dalam peradaban manusia. Beliau lahir di Kota Mekah pada Tahun Gajah, bertepatan dengan sekitar 570 Masehi. p>
Nabi Muhammad SAW terlahir dalam keadaan yatim karena sang ayah wafat sebelum beliau dilahirkan. Meski demikian, kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW justru diiringi sejumlah tanda kebesaran Allah SWT.
Dilansir dari Britannica, Muhammad lahir sekitar tahun 570 Masehi di Mekah, dan menurut tradisi Islam ayahnya meninggal sebelum ia lahir sementara ibunya wafat ketika ia masih kanak-kanak. Rangkaian peristiwa ini kerap dituturkan dalam perjalanan hidup Rasulullah yang diwariskan turun-temurun kepada umat Islam.
Advertisement
1. Cara Memahami Kisah Kelahiran Nabi Muhammad SAW dari Rangkaian Sejarahnya
Untuk memahami kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW secara utuh, ada baiknya menelusurinya dari latar zaman, nasab mulia, hingga kondisi keluarga beliau. Berikut langkah-langkah menelusuri sejarahnya secara runtut.
Kenali kondisi bangsa Arab pra-Islam: Sebelum kelahiran beliau, masyarakat Arab hidup pada masa jahiliyah yang diwarnai penyembahan berhala di sekitar Ka'bah, peperangan antarkabilah, riba, serta ketidakadilan sosial yang merajalela.
Telusuri nasab beliau yang mulia: Nabi Muhammad SAW berasal dari Bani Hasyim, salah satu klan terhormat dalam suku Quraisy. Ayah beliau, Abdullah bin Abdul Muthalib, wafat saat sang ibu, Aminah binti Wahab, masih mengandungnya.
Pahami peristiwa Tahun Gajah: Tahun kelahiran beliau ditandai gagalnya serbuan Abrahah yang membawa pasukan bergajah untuk menghancurkan Ka'bah. Peristiwa ini diabadikan dalam Al-Qur'an surah Al-Fil dan menjadi penanda waktu bagi bangsa Arab kala itu.
Catat waktu dan tempat kelahiran: Beliau lahir pada hari Senin, tanggal 12 bulan Rabiul Awal, di Kota Mekah, yang kelak diperingati sebagai Maulid Nabi.
Ketahui status yatim sejak lahir: Karena Abdullah telah wafat, Nabi Muhammad SAW lahir tanpa didampingi ayah. Kondisi ini menjadi ujian pertama yang mengiringi awal kehidupan beliau.
Merujuk World History Encyclopedia, ayah Nabi wafat ketika sang ibu masih mengandung, dan Aminah pun berpulang pada 576 Masehi saat beliau berusia enam tahun; masyarakat Arab kelak mengenal beliau dengan sebutan As-Sadiq (yang jujur) dan Al-Amin (yang terpercaya). Baca juga: kisah paman Nabi dan pertemuan dengan pendeta Bahira.
2. Cara Mengenali Peristiwa Luar Biasa saat Kelahiran Nabi Muhammad SAW
Salah satu hal yang membuat kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW begitu istimewa adalah rentetan peristiwa luar biasa yang menyertainya. Berikut sejumlah tanda yang banyak diriwayatkan para ahli sirah.
Pancaran cahaya: Riwayat menyebutkan saat beliau lahir terpancar cahaya dari tubuhnya yang menerangi hingga negeri-negeri jauh, termasuk istana-istana di Syam.
Runtuhnya istana Kisra: Pada malam kelahiran beliau, serambi istana Kisra di Persia diriwayatkan terguncang dan sebagian bangunannya runtuh.
Padamnya api sesembahan Majusi: Api yang dipuja kaum Majusi di Persia, yang telah menyala tanpa padam selama ratusan tahun, tiba-tiba padam.
Kegagalan pasukan bergajah: Menjelang kelahiran beliau, pasukan Abrahah dihancurkan oleh burung Ababil yang melemparkan batu-batu panas, sehingga Ka'bah tetap terjaga.
Peristiwa pembelahan dada: Ketika masih kecil, terjadi peristiwa pembelahan dada (shaqq al-sadr) yang menyucikan hati beliau, sebuah pertanda kenabian yang menakjubkan.
Sebagaimana dilaporkan About Islam, peristiwa pembelahan dada terjadi saat Nabi kecil berada dalam asuhan ibu susunya, ketika dua malaikat turun membelah dada beliau lalu membersihkan hatinya dari segala keburukan dan mencucinya dengan air surgawi. Serangkaian tanda inilah yang menegaskan bahwa beliau kelak diutus menjadi rahmat bagi seluruh alam.
3. Cara Meneladani Hikmah dari Kisah Kelahiran Nabi Muhammad SAW
Lebih dari sekadar catatan sejarah, kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW menyimpan banyak hikmah yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut cara mengambil pelajaran darinya.
Meneladani kesabaran: Meski lahir sebagai yatim lalu kehilangan ibu dan kakek di usia belia, beliau tumbuh menjadi pribadi yang tabah. Keterbatasan bukanlah penghalang untuk menjadi manusia mulia.
Menjunjung kejujuran: Sejak muda beliau dikenal jujur dan amanah sehingga meraih gelar Al-Amin dari kaum Quraisy.
Menyayangi anak yatim: Status beliau sebagai yatim mengajarkan umat untuk mengasihi, melindungi, dan memuliakan anak-anak yatim di sekitar kita.
Menghidupkan peringatan Maulid: Umat Islam dapat mengenang hari lahir beliau dengan memahami sejarah Maulid Nabi dan menyebarkan kata-kata Maulid Nabi yang penuh makna.
Mengokohkan keimanan: Beliau adalah nabi penutup, penyempurna dari rangkaian 25 nabi dan rasul yang wajib diketahui umat Islam, sehingga kelahirannya menjadi tonggak baru sejarah tauhid.
Sebagaimana dikutip dari islamqa.info, pendapat terkuat menyebutkan Nabi lahir antara tanggal 8 hingga 12 Rabiul Awal pada Tahun Gajah; beliau lahir pada hari Senin, hari yang sama saat beliau diangkat menjadi rasul dan saat beliau wafat. Baca juga: makna dan sejarah nama Muhammad.
4. Pandangan Para Ahli tentang Kelahiran dan Sosok Nabi Muhammad SAW
Sebagaimana diungkapkan The Metropolitan Museum of Art, Nabi Muhammad SAW lahir di tengah suku paling berpengaruh di Mekah, yaitu Quraisy, yang kekuatannya bersumber dari keberhasilan mereka sebagai pedagang. Pengaruh sosok yang lahir dari lingkungan istimewa ini kemudian diakui banyak ilmuwan, termasuk dari luar Islam. Michael H. Hart, astrofisikawan Amerika penulis buku The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History, dikutip dari Goodreads, menuliskan, "Pilihan saya menempatkan Muhammad sebagai pemuncak daftar orang paling berpengaruh di dunia mungkin mengejutkan sebagian pembaca, tetapi ia satu-satunya orang dalam sejarah yang benar-benar berhasil pada tataran keagamaan sekaligus duniawi."
Penghargaan serupa datang dari para sejarawan Barat. William Montgomery Watt, sejarawan Skotlandia sekaligus Guru Besar Studi Islam, dalam bukunya Muhammad at Mecca, menyatakan, "Menganggap Muhammad sebagai penipu justru menimbulkan lebih banyak persoalan daripada menyelesaikannya; tidak ada tokoh besar dalam sejarah yang begitu kurang dihargai di Barat selain Muhammad." Adapun penyair Prancis Alphonse de Lamartine, dalam karyanya Histoire de la Turquie, menuliskan, "Jika keagungan tujuan, keterbatasan sarana, dan hasil yang menakjubkan adalah tiga tolok ukur kejeniusan manusia, siapa yang berani membandingkan tokoh besar mana pun dengan Muhammad?"
Sejarawan Edward Gibbon bersama Simon Ockley, dalam History of the Saracen Empires, mencatat, "Aku beriman kepada satu Tuhan, dan Muhammad adalah utusan Tuhan, merupakan pengakuan iman Islam yang sederhana dan tak pernah berubah." Sisi kemanusiaan beliau juga menjadi sorotan para penulis biografi modern, terutama dalam kaitannya dengan kehidupan rumah tangga bersama Khadijah binti Khuwailid, istri pertama yang setia mendampingi perjuangannya.
Karen Armstrong, penulis biografi asal Inggris, dalam bukunya Muhammad: A Biography of the Prophet, menuliskan, "Muhammad sangat mencintai Khadijah, dan meskipun poligami lazim di Arab, ia tidak menikahi perempuan lain selama Khadijah masih hidup." Kemuliaan karakter beliau membuatnya dikenal sebagai teladan dalam kejujuran, kesederhanaan, hingga sikap tawadhu. Bahkan kisah hidupnya, termasuk momen bersama para istri Nabi, terus diabadikan dalam berbagai film tentang kisah Nabi dan karya seni bernuansa Islami.
5. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kelahiran Nabi Muhammad SAW
Kapan Nabi Muhammad SAW lahir?
Mayoritas ulama menyebut Nabi Muhammad SAW lahir pada hari Senin, 12 Rabiul Awal, pada Tahun Gajah yang bertepatan dengan sekitar 570 hingga 571 Masehi di Kota Mekah. Tanggal ini kemudian diperingati umat Islam sebagai Maulid Nabi.
Apa itu Tahun Gajah?
Tahun Gajah adalah tahun ketika Abrahah, penguasa dari Yaman, berusaha menghancurkan Ka'bah dengan pasukan yang membawa gajah. Serangan itu digagalkan Allah SWT melalui burung Ababil, dan peristiwa besar ini menjadi penanda tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Siapa yang menyusui Nabi Muhammad SAW?
Setelah disusui sebentar oleh ibunda Aminah, Nabi Muhammad SAW diserahkan kepada Halimah Sa'diyah dari Bani Sa'ad sesuai tradisi Arab kala itu. Kehadiran bayi Muhammad membawa keberkahan luar biasa bagi keluarga Halimah.
Pada akhirnya, kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW bukan sekadar penanda sejarah, melainkan sumber inspirasi untuk memperkuat iman dan meneladani akhlak beliau. Dari perjalanan hidup yang bermula sebagai yatim hingga menjadi pemimpin dan teladan bagi para sahabat Nabi, terlihat bahwa kesabaran, kejujuran, dan kasih sayang mampu mengubah wajah dunia. Semangat itu pula yang kelak melahirkan momen-momen agung berikutnya, mulai dari peristiwa hijrah hingga perjalanan Isra Miraj. Baca juga: kumpulan kata-kata mutiara untuk Nabi Muhammad.
Daftar Referensi
- Encyclopaedia Britannica. Muhammad | Biography, History, and Facts. Diakses pada 18 Agustus 2026, dari https://www.britannica.com/biography/Muhammad
- World History Encyclopedia. Prophet Muhammad. Diakses pada 18 Agustus 2026, dari https://www.worldhistory.org/Prophet_Muhammad/
- About Islam. How was the Prophet's Childhood? Diakses pada 18 Agustus 2026, dari https://aboutislam.net/reading-islam/about-muhammad/how-was-the-prophets-childhood/
- IslamQA. What Is the Date of Prophet Muhammad's Birth and Death? Diakses pada 18 Agustus 2026, dari https://islamqa.info/en/answers/147601/what-is-the-date-of-prophet-muhammads-birth-and-death
- The Metropolitan Museum of Art. The Prophet Muhammad and the Origins of Islam. Diakses pada 18 Agustus 2026, dari https://www.metmuseum.org/learn/educators/curriculum-resources/art-of-the-islamic-world/unit-one/the-prophet-muhammad-and-the-origins-of-islam
(kpl/phi)
Advertisement
D Academy 8
-
Ulang Tahun Selebritis Ulang Tahun Soimah Dirayakan di Panggung Dangdut Academy 8
