Perbedaan Tikus dan Curut: Mana yang Lebih Berbahaya?

Perbedaan Tikus dan Curut: Mana yang Lebih Berbahaya? (jasper martin-arean/Unsplash)
Kapanlagi.com - Banyak orang mengira tikus dan curut adalah hewan yang sama karena bentuknya mirip dan sama-sama muncul di rumah pada malam hari. Padahal, perbedaan tikus dan curut cukup jelas bila dilihat dari bentuk tubuh, cara makan, hingga potensi bahaya yang dibawa keduanya bagi penghuni rumah setiap hari.
Dua hewan ini sering tertukar karena ukurannya yang kecil dan gerakannya yang gesit saat melintas di dapur atau gudang. Padahal, salah mengenali jenis hewan yang bersarang di rumah bisa membuat cara penanganannya jadi keliru, bahkan berisiko memperparah masalah yang sebenarnya ingin diselesaikan.
Artikel ini akan membahas mengenai perbedaan tikus dan curut serta mana yang lebih berbahaya di antara keduanya, yang dirangkum KapanLagi.com dari berbagai sumber, Jumat (23/10/2026). Simak ulasan lengkapnya di bawah ini dan temukan tips untuk mencegah dua binatang ini masuk ke rumahmu.
Advertisement
1. Apa Itu Tikus dan Curut?

Tikus
Tikus adalah hewan pengerat atau rodensia dari famili Muridae, dengan nama ilmiah umum Rattus norvegicus untuk tikus got dan Rattus rattus untuk tikus rumah. Gigi depannya terus tumbuh sepanjang hidup sehingga tikus perlu mengerat benda keras secara rutin agar giginya tidak memanjang berlebihan.
Kebiasaan mengerat inilah yang membuat tikus rawan merusak kabel, pipa, dan perabot rumah. Pakar hama Dyno-Pest dari Inggris menyebut bahaya tikus tidak berhenti pada kerusakan properti, sebab hewan ini juga berpotensi membawa berbagai penyakit, seperti Hantavirus dan Leptospirosis, melalui bulu, kotoran, dan air liurnya.
Curut
Curut sering disangka tikus kecil, padahal keduanya berasal dari kelompok hewan yang berbeda. Curut atau cecurut termasuk famili Soricidae, kelompok mamalia pemakan serangga, bukan rodensia seperti tikus. Moncongnya panjang dan runcing, matanya kecil, dan tubuhnya cenderung lebih ramping dibanding tikus.
Beberapa jenis curut, seperti curut berekor pendek, memiliki air liur yang mengandung racun untuk melumpuhkan mangsa seperti serangga dan cacing. Menurut EBSCO Research Starters, air liur beracun itu digunakan curut untuk melumpuhkan mangsanya. Sumber tersebut menyatakan bahwa secara umum, curut tidaklah berbahaya untuk manusia. Akan tetapi, binatang ini memiliki bau tidak sedap yang berfungsi untuk menakut-nakuti pemangsa, dan ia juga terkadang menggigit manusia.
2. Perbedaan Tikus dan Curut
Sepintas, tikus dan curut tampak serupa karena ukurannya yang kecil dan sama-sama aktif pada malam hari. Namun, kalau diamati lebih dekat, ada beberapa perbedaan mencolok yang bisa membantu mengenali hewan mana yang sebenarnya bersarang di rumah.
- Bentuk Moncong dan Gigi: Tikus memiliki moncong pendek dengan gigi depan besar yang terus tumbuh sepanjang hidupnya, sehingga perlu mengerat benda keras secara rutin. Curut justru bermoncong panjang dan runcing, dengan gigi kecil berujung kemerahan akibat kandungan zat besi di email giginya.
- Jenis Makanan: Tikus tergolong hewan omnivora yang memakan hampir semua jenis makanan manusia, mulai dari biji-bijian hingga sisa makanan di dapur. Curut lebih banyak berburu serangga, cacing, dan hewan kecil lain karena bergantung pada protein hewani sebagai sumber energi utamanya.
- Ukuran dan Bentuk Tubuh: Tikus umumnya berukuran lebih besar dengan panjang tubuh bisa mencapai 40 sentimeter termasuk ekor panjang yang tidak berbulu. Curut bertubuh jauh lebih kecil dan ramping, dengan ekor pendek berbulu halus serta berat badan yang jarang melebihi beberapa puluh gram saja.
- Kebiasaan Mengerat: Tikus perlu mengerat benda keras secara rutin agar panjang giginya tetap terkendali, sehingga sering ditemukan bekas gerekan pada kabel atau kayu. Curut tidak memiliki kebiasaan ini sama sekali karena struktur giginya berbeda dan tidak tumbuh terus-menerus seperti gigi tikus.
3. Mana yang Lebih Berbahaya: Tikus atau Curut?

Soal tingkat bahaya, tikus umumnya dianggap lebih berisiko bagi manusia dibanding curut. Tikus dikenal sebagai pembawa berbagai penyakit seperti leptospirosis, pes, dan demam gigitan tikus, yang bisa menular lewat kontak dengan urine, kotoran, atau gigitannya.
Curut memang memiliki racun pada air liurnya, tetapi racun tersebut jarang membahayakan manusia secara langsung. Critter Control menjelaskan bahwa karena gigitan sebagian curut mengandung racun, hewan ini sebaiknya tidak dipegang sembarangan, meski gigitannya jarang berakibat fatal dan biasanya hanya memicu reaksi alergi ringan.
Dengan kata lain, tikus lebih berpotensi menularkan penyakit serius dalam jangka panjang, sementara curut lebih berisiko pada efek gigitan langsung yang sifatnya lebih ringan. Kedua hewan ini tetap perlu diwaspadai dan tidak dibiarkan berkeliaran bebas di dalam rumah.
4. Tips Supaya Rumah Bebas Tikus dan Curut
Mencegah tikus dan curut masuk rumah sebenarnya tidak sulit asal dilakukan secara konsisten. Beberapa langkah sederhana berikut bisa membantu menjaga rumah tetap bersih dan bebas dari kedua hewan ini.
- Tutup Celah dan Lubang: Periksa dinding, ventilasi, dan saluran pipa yang berpotensi jadi jalan masuk bagi tikus maupun curut. Tutup rapat celah tersebut dengan bahan seperti semen, kawat kasa, atau dempul khusus agar kedua hewan ini tidak bisa menyelinap masuk ke dalam rumah.
- Simpan Makanan dengan Rapat: Gunakan wadah tertutup rapat untuk menyimpan bahan makanan, termasuk makanan hewan peliharaan dan camilan yang sering disimpan di dapur. Aroma makanan yang terbuka menjadi daya tarik utama bagi tikus, sekaligus mengundang serangga kecil yang menjadi mangsa curut.
- Jaga Kebersihan Rumah Secara Rutin: Bersihkan sisa makanan, sampah, dan tumpukan barang yang jarang dipakai secara berkala, terutama di area dapur dan gudang. Tempat yang lembap, gelap, dan berantakan menjadi lokasi favorit tikus dan curut untuk bersarang sekaligus berkembang biak dengan tenang.
- Pangkas Tanaman di Sekitar Rumah: Rapikan semak, pohon, dan tanaman rambat yang tumbuh terlalu dekat dengan dinding rumah secara teratur. Area yang rimbun sering dijadikan jalur masuk sekaligus tempat persembunyian tikus dan curut sebelum keduanya berpindah ke dalam rumah mencari makanan.
- Gunakan Perangkap atau Jasa Profesional: Pasang perangkap di titik-titik yang sering dilalui tikus atau curut, seperti sudut dapur, dekat saluran air, atau gudang penyimpanan. Bila infestasi sudah cukup parah, hubungi jasa pengendalian hama profesional agar penanganannya lebih efektif, tuntas, dan tidak berulang.
5. Pertanyaan Seputar Perbedaan Tikus dan Curut
Apakah curut termasuk jenis tikus? Tidak. Tikus adalah rodensia, sedangkan curut termasuk famili Soricidae yang lebih dekat kekerabatannya dengan landak mini dibanding tikus.
Apakah curut berbahaya bagi manusia? Curut memiliki air liur beracun untuk melumpuhkan mangsa kecil, tetapi racunnya jarang berakibat fatal bagi manusia. Gigitannya umumnya hanya memicu reaksi alergi ringan.
Mengapa tikus suka mengerat benda di rumah? Gigi depan tikus terus tumbuh sepanjang hidupnya, sehingga tikus perlu mengerat benda keras secara rutin agar giginya tidak memanjang berlebihan.
Bagaimana cara membedakan tikus dan curut secara cepat? Perhatikan bentuk moncongnya. Tikus bermoncong pendek dengan gigi depan besar, sedangkan curut bermoncong panjang dan runcing dengan tubuh yang lebih ramping.
Apa penyakit yang bisa ditularkan tikus? Tikus dapat menularkan beberapa penyakit, seperti leptospirosis, pes, dan demam gigitan tikus, melalui kontak dengan urine, kotoran, atau gigitannya.
(kpl/bim)
Advertisement
D Academy 8
- Dangdut AcademyMimpi Sederhana Peserta DA, Pingin Fotonya Diedit Netizen












































