Cara Menonaktifkan SafeSearch di PC, Android, dan iPhone

Cara Menonaktifkan SafeSearch di PC, Android, dan iPhone
cara menonaktifkan safesearch (©Ilustrasi dibuat AI)

Kapanlagi.com - Cara menonaktifkan SafeSearch paling cepat adalah membuka halaman google.com/safesearch, lalu memilih opsi Nonaktif. Di HP, kamu bisa melakukannya lewat aplikasi Google dengan mengetuk foto profil, membuka Setelan, lalu masuk ke menu SafeSearch.

Kalau ada ikon gembok di halaman setelan, berarti SafeSearch dikunci oleh pihak lain dan tidak bisa kamu ubah sendiri. Karena itu, sebelum mencoba cara menonaktifkan SafeSearch apa pun, cek dulu siapa yang mengelola akun, perangkat, atau jaringan yang sedang kamu pakai.

Sebagai gambaran, kamu tidak bisa mengubah SafeSearch jika setelannya dikelola orang lain . Sebagaimana disampaikan Google Search Help, orang tua atau sekolah bisa mengunci SafeSearch, dan beberapa jaringan Wi-Fi publik juga menerapkannya . Selain itu, administrator perangkat atau jaringan bisa mengunci SafeSearch di mode "Filter" .

1. 1. Cara Menonaktifkan SafeSearch di PC atau Laptop

Di komputer, cara menonaktifkan SafeSearch bisa dilakukan lewat browser apa saja, entah itu Chrome, Firefox, Edge, maupun Safari di Mac. Ada dua jalur yang bisa kamu pilih: lewat halaman setelan SafeSearch langsung, atau lewat halaman hasil pencarian Google. Supaya kamu tidak bingung, ingat dulu bahwa SafeSearch punya tiga mode, yaitu Filter (memblokir hasil vulgar), Buramkan (memburamkan gambar vulgar), dan Nonaktif (menampilkan semua hasil yang relevan).

Lewat Halaman Setelan SafeSearch

  1. Login ke akun Google: Buka browser di laptop atau PC, lalu pastikan kamu sudah masuk ke akun Google yang ingin diatur supaya perubahannya tersimpan di akun tersebut.

  2. Buka halaman setelan: Ketik google.com/safesearch atau google.com/preferences di address bar, lalu tekan Enter.

  3. Pilih opsi Nonaktif: Di halaman SafeSearch, klik opsi Nonaktif atau Off. Biasanya pengaturan langsung tersimpan otomatis.

  4. Cek ikon gembok: Kalau di pojok kanan atas ada ikon gembok, berarti setelan sedang dikunci pengelola akun, bukan kamu.

  5. Uji dengan pencarian baru: Lakukan pencarian baru untuk memastikan hasilnya sudah tidak difilter lagi.

Lewat Halaman Hasil Pencarian Google

  1. Cari kata kunci apa saja: Buka Google lalu ketik topik bebas di kolom pencarian.

  2. Klik ikon Quick Settings: Di pojok kanan atas halaman hasil pencarian, klik ikon pengaturan cepat atau foto profil.

  3. Masuk ke menu SafeSearch: Pilih SafeSearch, nanti akan terbuka jendela baru.

  4. Ubah ke Off: Pilih opsi Nonaktif, lalu muat ulang halaman pencarian.

Dilansir dari Android Police, jalur kedua ini cukup simpel: klik ikon Quick Settings di pojok kanan atas layar , kemudian pilih SafeSearch , dan jendela baru akan terbuka, lalu pilih Off .

Tips: Kalau kamu memakai laptop kantor atau Chromebook sekolah, jangan heran kalau opsi Nonaktif tidak bisa diklik. Menurut NordVPN, pada Chromebook sekolah, SafeSearch bisa saja diwajibkan oleh administrator .

2. 2. Cara Menonaktifkan SafeSearch di HP Android

Di Android, pencarian Google sudah tertanam di sistem, jadi pilihan caranya lebih banyak. Kamu bisa memakai aplikasi Google, browser seluler, atau bahkan menu Setelan bawaan HP. Pilih salah satu yang paling gampang buat kamu, karena hasil akhirnya sama: cara menonaktifkan SafeSearch di HP Android tetap mengubah setelan di akun Google yang sedang aktif.

Lewat Aplikasi Google

  1. Buka aplikasi Google: Jalankan aplikasi Google di HP atau tablet Android.

  2. Ketuk foto profil: Ketuk foto profil atau inisial akun di pojok kanan atas.

  3. Masuk ke Setelan: Pilih menu Setelan, lalu cari SafeSearch. Di beberapa versi aplikasi, menu ini ada di bawah Privasi & Keamanan.

  4. Pilih Nonaktif: Ketuk opsi Nonaktif supaya filter mati sepenuhnya.

Lewat Browser Chrome atau Browser Lain

  1. Buka browser: Jalankan Chrome atau browser favorit kamu di HP.

  2. Kunjungi halaman SafeSearch: Buka google.com/safesearch, lalu pastikan kamu sudah login.

  3. Matikan filter: Pilih opsi Off atau Nonaktif, dan pengaturan akan tersimpan.

Lewat Menu Setelan Android

  1. Buka Setelan HP: Masuk ke aplikasi Setelan, lalu gulir dan ketuk Google.

  2. Cari layanan pencarian: Pilih Semua Layanan, kemudian cari menu Penelusuran, Asisten, & Suara.

  3. Matikan SafeSearch: Masuk ke Privasi & Keamanan, pilih SafeSearch, lalu nonaktifkan dan simpan.

Mengacu pada panduan ExpressVPN, jalur lewat Setelan ini dimulai dengan menggulir ke bawah dan mengetuk "Google", yang akan membuka Google Services , lalu memilih "All Services" dan mencari opsi "Search, Assistant, & Voice" .

Buat kamu yang punya Android TV, SafeSearch juga bisa diatur dari layar utama. Cukup buka Setelan, masuk ke bagian Preferensi, pilih Penelusuran, lalu matikan Filter SafeSearch.

3. 3. Cara Menonaktifkan SafeSearch di iPhone dan iPad

Pengguna iPhone dan iPad perlu tahu satu hal penting: ada dua lapis filter yang bisa aktif bersamaan. Lapis pertama adalah SafeSearch milik Google, sedangkan lapis kedua adalah pembatasan konten web dari fitur Durasi Layar (Screen Time) bawaan iOS. Jadi, cara menonaktifkan SafeSearch di perangkat Apple kadang perlu dua langkah sekaligus kalau hasil pencarian masih terasa terbatas.

Lewat Aplikasi Google atau Safari

  1. Buka aplikasi Google: Jalankan aplikasi Google di iPhone atau iPad.

  2. Ketuk foto profil: Ketuk foto profil atau inisial di pojok kanan atas, lalu pilih Setelan.

  3. Masuk ke SafeSearch: Ketuk menu SafeSearch, lalu pilih Nonaktif.

  4. Alternatif lewat Safari: Kalau tidak memakai aplikasi Google, buka google.com/preferences di Safari, gulir ke bagian SafeSearch, lalu pilih Off.

Lewat Durasi Layar (Screen Time)

  1. Buka Pengaturan: Masuk ke aplikasi Pengaturan, lalu ketuk Durasi Layar.

  2. Masukkan kode sandi: Jika diminta, isi kode sandi Durasi Layar.

  3. Buka Pembatasan Konten & Privasi: Ketuk menu ini, lalu pilih Pembatasan Konten.

  4. Atur Konten Web: Ketuk Konten Web, lalu pilih akses tanpa batasan supaya semua konten web bisa dibuka.

Perlu dicatat, kalau Durasi Layar di HP kamu diatur oleh orang tua atau admin, kamu butuh persetujuan mereka untuk mengubahnya. Langkah ini juga mirip dengan pengaturan kontrol orang tua lain, misalnya di aplikasi Family Link, tempat orang tua bisa mengatur filter SafeSearch untuk akun anak.

4. 4. Cara Menonaktifkan SafeSearch yang Terkunci

Bagian ini yang paling sering bikin pusing. Kamu sudah mengikuti cara menonaktifkan SafeSearch di atas, tapi opsinya tidak bisa diklik atau muncul pesan bahwa kamu tidak punya izin. Sejak pertengahan 2026, sebagian pengguna di Indonesia juga melaporkan pesan bahwa SafeSearch dikunci karena hukum setempat. Kalau ini yang terjadi, kamu tidak bisa memaksanya dari akun pribadi, jadi telusuri sumber penguncian satu per satu.

  1. Lihat informasi pengelola: Buka halaman google.com/safesearch dan perhatikan ikon gembok. Halaman ini biasanya menjelaskan siapa yang mengelola setelan kamu, apakah orang tua, sekolah, atau administrator jaringan.

  2. Pastikan login ke akun yang benar: Keluar dari akun Google, lalu masuk lagi. Cookie yang terhapus tanpa login bisa membuat SafeSearch kembali ke setelan bawaan.

  3. Hapus cache dan cookie: Bersihkan cache serta cookie browser, lalu ulangi pengaturan SafeSearch.

  4. Matikan ekstensi sementara: Nonaktifkan ekstensi browser atau aplikasi keamanan pihak ketiga yang mungkin ikut mengunci filter pencarian.

  5. Coba jaringan lain: Pindah dari Wi-Fi kantor, sekolah, atau tempat umum ke data seluler untuk melihat apakah penguncian hanya terjadi di jaringan tertentu.

  6. Periksa setelan wilayah: Buka Setelan Penelusuran, lalu lihat bagian Setelan Wilayah. Setelan dan kontrol SafeSearch bisa berbeda antarnegara sesuai hukum yang berlaku.

  7. Hubungi pengelola akun: Kalau gembok masih ada, minta bantuan orang tua, admin sekolah, atau admin IT kantor untuk membukanya.

Sebagaimana dilaporkan How-To Geek, jika akun Google kamu dikelola orang tua atau wali, merekalah yang harus menonaktifkan SafeSearch, dan kamu tidak bisa melakukannya sendiri . Situs yang sama juga mencatat bahwa kamu cukup menonaktifkan SafeSearch di salah satu perangkat yang sudah login, karena setelannya tersinkron ke semua perangkat Google kamu .

Tips: Jangan langsung pasang aplikasi atau ekstensi asing yang menjanjikan bisa "membuka" SafeSearch. Selain belum tentu berhasil, aplikasi seperti itu bisa membawa risiko keamanan buat perangkat kamu.

5. Hal yang Perlu Kamu Pahami Sebelum dan Sesudah Mematikan SafeSearch

Mematikan SafeSearch memang membuat hasil pencarian lebih lengkap, misalnya untuk riset, kebutuhan jurnalistik, atau topik medis yang sering ikut terfilter. Namun, ada beberapa hal praktis yang sebaiknya kamu tahu supaya tidak salah paham soal cara kerja fitur ini. ConnectSafely mengutip halaman SafeSearch milik Google yang menyatakan, "SafeSearch tidak 100% akurat."

  • SafeSearch hanya berlaku di Google: Filter ini tidak memengaruhi mesin pencari lain atau situs yang kamu buka langsung. Bing, DuckDuckGo, dan Brave Search punya setelan pencarian aman masing-masing.

  • SafeSearch berbeda dengan Safe Browsing: Safe Browsing di Chrome adalah fitur perlindungan dari situs berbahaya, bukan filter hasil pencarian. Mengubah satu setelan tidak otomatis mengubah yang lain.

  • Setelan bisa tersimpan di akun atau hanya di browser: Kalau kamu login, perubahan berlaku di semua perangkat. Kalau tidak login, perubahan hanya berlaku di browser yang sedang dipakai.

  • Pengguna di bawah 18 tahun otomatis terfilter: Jika sistem Google menilai kamu mungkin di bawah umur, mode Filter jadi setelan bawaan. Kalau Google salah menandai usia, kamu bisa melakukan verifikasi usia.

  • Pemblokiran situs bukan urusan SafeSearch: Kalau sebuah situs tetap tidak bisa dibuka setelah SafeSearch mati, penyebabnya bisa dari provider internet atau konfigurasi jaringan.

  • Penguncian tingkat jaringan bekerja lewat DNS: Admin jaringan bisa mengarahkan domain Google ke forcesafesearch.google.com, sehingga setelan pribadi kamu kalah oleh aturan jaringan.

  • SafeSearch bukan alat privasi: Fitur ini tidak mengenkripsi koneksi, tidak menyembunyikan alamat IP, dan tidak menghapus riwayat penelusuran.

  • Risiko tetap ada setelah filter mati: Tanpa filter, peluang kamu bertemu situs phishing, malware, iklan pop-up eksplisit, dan konten mengganggu jadi lebih besar.

  • Aktifkan lagi di perangkat bersama: Kalau laptop atau HP juga dipakai anak, aktifkan kembali SafeSearch setelah urusanmu selesai.

Soal perangkat keluarga, pakar keamanan Alex Lekander dari Cyber Insider, dikutip dari Safe Search Kids, mengatakan, "Orang tua dan pendidik membutuhkan sistem penyaringan yang andal yang menyeimbangkan perlindungan dengan kesempatan belajar." Ia menambahkan, "Pendekatan paling efektif menggabungkan pengaman teknologi dengan percakapan berkelanjutan tentang kewarganegaraan digital yang bertanggung jawab."

Pada akhirnya, cara menonaktifkan SafeSearch itu sederhana selama setelannya ada di tangan kamu: buka halaman setelan, pilih Nonaktif, selesai. Kalau ada ikon gembok, yang perlu kamu lakukan adalah mencari tahu siapa yang memegang kendalinya, lalu bicarakan langsung dengan pihak tersebut.

Daftar Referensi

  1. Google Search Help. Make Google Search safer with SafeSearch. Diakses pada 19 Oktober 2026, dari https://support.google.com/websearch/answer/510?hl=en&co=GENIE.Platform%3DAndroid
  2. How-To Geek. How to Turn Off SafeSearch on Google Search. Diakses pada 19 Oktober 2026, dari https://www.howtogeek.com/770196/how-to-turn-off-safesearch-on-google-search/
  3. Android Police. How to turn off Google SafeSearch and other search filters. Diakses pada 19 Oktober 2026, dari https://www.androidpolice.com/turn-off-google-safesearch/
  4. NordVPN. How to turn SafeSearch off: A step-by-step guide. Diakses pada 19 Oktober 2026, dari https://nordvpn.com/blog/safesearch/
  5. ExpressVPN. How to Turn Off Google SafeSearch in 2026. Diakses pada 19 Oktober 2026, dari https://www.expressvpn.com/blog/google-safesearch/

(kpl/rsp)

Rekomendasi

Trending