Industri perfilman Korea Selatan mencetak sejarah baru lewat hadirnya THE ADMIRAL ROARING CURRENTS besutan Kim Han-Min. War biopic yang diangkat berdasar kisah nyata Laksamana Yu Sun Shin ini ditasbihkan sebagai film terlaris sepanjang masa Negeri Ginseng tersebut.Laksamana Yi Sun Shin sendiri merupakan sosok yang dikagumi masyarakat Korea. Strateginya membantai 300-an kapal Jepang di pantai barat daya dengan hanya menggunakan 12 kapal sungguh mustahil. Namun itulah yang terjadi hingga kemudian menarik Kim Han-Min menahkodai film yang ia tulis naskahnya bersama Jeon Cheol-Hong satu ini.Bersetting tahun 1957 saat perang Myeongnyang, Laksamana Yi Sun Shun (Choi Min Sik) kembali ditugaskan memimpin angkatan laut setelah sempat ditahan karena dituduh melawan raja. Strategi pun diatur sedemikian matang agar invasi Jepang tak terjadi.Namun beberapa hari sebelum perang, kapal kura-kura yang diniatkan sebagai benteng pertahanan malah terbakar. Dengan sisa semangat yang ada dan berusaha keras meyakinkan prajuritnya, Yi Sun Shin nekat maju ke medan laga dengan 12 kapal tersisa.Ya, kita memang tahu bagaimana akhir dari film ini. Tapi tentu saja membaca sejarah dengan menonton visualisasinya adalah dua hal jauh berbeda. Itulah yang kemudian menjadi alasan film produksi Big Stone Pictures ini dibanjiri penonton di negara asalnya. Mungkin mereka penasaran bagaimana kondisi perang dengan angka kemenangan mustahil saat itu.Yang pasti Kim Han-Min bersama seluruh pihak yang terlibat sukses memvisualisasikan film ini dengan sangat baik. Dari segi skrip, sinematografi, editing, visual efek, bangunan seting lokasi serta wardrobe hingga tetek bengek lain yang membuat penonton terbang menuju dinasti Joseon.Han-Min berhasil menyampaikan semangat perjuangan Yi Sun Shin dengan begitu hangat sehingga emosi kita seperti diaduk-aduk layaknya kapal-kapal Jepang yang hancur bertabrakan terseret pusaran arus.Hal tersebut tentu dibantu oleh pesona aktor veteran Choi Min Sik yang menghidupkan karakter laksamana dengan baik. Begitu pula Ryu Seung-Ryong yang diplot sebagai villain bernama Kurushima Muchifusa. Rasanya sangat mendebarkan ketika dua aktor ini dipasangkan dan saling bermusuhan.