INTERNASIONAL

[Review] 'KICK-ASS 2', Antara Janji dan Dendam

Senin, 16 September 2013 15:51  | 

Chloe Moretz


[Review] 'KICK-ASS 2', Antara Janji dan Dendam
Foto: Universal Pictures




KapanLagi.com - Tahun 2010 silam Matthew Vaughn mengeksekusi premis unik yang ditawarkan komik karya Mark Millar dan John Romita Jr bertajuk KICK-ASS. Bagaimana tidak unik bila ada seorang remaja biasa memakai kostum a la superhero lalu sok sokan memberantas kejahatan.

Kini muncul sekuelnya yang diberi tambahan angka dua di belakang judul. Masih menawarkan kesadisan yang sama, darah di mana-mana serta tentu saja, kata-kata kasar. Tapi seperti kata Nenek, jarang ada sekuel yang berhasil menyamai prestasi predesesornya. Dan sayangnya, hal tersebut berlaku juga untuk film ini.

KICK-ASS 2 mengambil setting beberapa tahun setelah film pertama. Karena demam sok superhero sudah mewabah, Dave (Aaron Taylor-Johnson) pensiun menjadi Kick-Ass. Di sisi ada Mindy alias Hit-Girl (Chloe Moretz) yang terpaksa berubah jadi gadis remaja baik-baik atas perintah orang tua asuhnya.

Namun saat Chris D'Amico kembali hadir dengan alter ego baru bernama The Motherfucker, nyawa keduanya pun terancam. Terlebih dendam Chris atas kematian sang Ayah membuatnya benar-benar menggila.

Menggabungkan dua komik sekaligus dalam satu timeline memang bukan hal yang mudah. Meski masih memberi pengalaman seasyik film pertama, KICK-ASS 2 tidak menghadirkan hal baru.

Oke, karakter Dave Lizewski dan Mindy Macready memang mengalami perkembangan cukup berarti. Namun penataan skenario olahan Jeff Wadlow yang juga bertindak sebagai sutradara, terasa tidak adil.

Film terasa sesak dengan banyaknya karakter yang tak terekskusi dengan baik (contohnya karakter Kolonel Stars and Stripes yang dimainkan Jim Carrey). Malah dibanding Kick-Ass yang harusnya menjadi main character, ia tenggelam oleh highlite Hit-Girl dengan peforma Moretz yang mumpuni seperti biasa.

Satu alasan kenapa KICK-ASS pertama terasa menyenangkan adalah fiturnya yang terasa lebih segar dengan kebrutalan bermandikan darah. Melihat hal tersebut lebih mengasyikan dibanding menyaksikan superhero musim panas lain hadir dengan visual efek spektakuler.

Film kedua ini pun hadir dengan treatment tak jauh berbeda. Dia tetap asyik dan tetap gila meski untuk urusan cerita turun beberapa tingkat. Namun bagi yang tak peduli, terlebih Jeff Widlow mengarahkan filmnya dengan baik, jelas sekali sekuel ini akan sangat menghibur. Apalagi oleh penampilan villain baru seperti Mother Rusia yang diperankan Olga Kulkurina.

Sekadar catatan, jangan beranjak dulu dari kursi bioskop sebelum credit benar-benar habis. Karena akan ada cuplikan yang sangat sayang dilewatkan :)

(kpl/abs)