6 Rekomendasi K-Drama Retro Vibes!
m.entertain.naver.com
Kapanlagi.com -
K-Drama kini tak hanya tentang teknologi dan cerita modern—sejumlah serial sukses menghadirkan retro vibes yang bikin penonton rindu masa lalu. Dari kisah perjuangan di tengah krisis ekonomi 1990-an hingga romansa penuh nostalgia dengan Walkman dan denim tahun 90-an, drama Korea terbaru benar-benar tahu cara menghidupkan kembali memori era klasik.
Beberapa tontonan wajib masuk daftar kamu termasuk Typhoon Family yang berlatar Krisis Finansial Asia 1997 dan Twinkling Watermelon, drama time-slip yang membawa karakter utama kembali ke tahun 1995. Drama seperti A Hundred Memories dan Youth of May juga memikat lewat latar waktu 80-an serta kisah cinta dan kehidupan yang hangat sekaligus emosional. Sementara itu, When Life Gives You Tangerines menyuguhkan perubahan kehidupan lewat detail masa lampau yang sederhana tapi penuh makna, sedangkan Aema memberikan gambaran unik tentang sinema Korea tahun 1980-an.
Yuk baca berita tentang drama korea lainnya di Liputan6.com.
Advertisement
1. Typhoon Family
Berlatar belakang Krisis Keuangan Asia 1997, "Typhoon Family" mengikuti kisah Kang Tae Poong (Lee Junho 2PM), seorang pemuda riang yang tiba-tiba dibebani tanggung jawab ketika ia harus mengambil alih perusahaan perdagangan mendiang ayahnya yang sedang bangkrut. Benar-benar tidak berpengalaman di dunia keuangan dan pialang, tekad Tae Poong menjadi satu-satunya modalnya.
Berdiri teguh di sisinya adalah Oh Mi Seon (Kim Min Ha), seorang karyawan junior dengan kekuatan, kecerdasan, dan integritasnya yang tenang yang selalu membantunya melewati setiap badai. Bersama-sama, mereka berjuang untuk menjaga perusahaan tetap bertahan, tidak pernah sekalipun mengkompromikan etika mereka saat memikul beban satu generasi.
Sebagai surat cinta untuk ketahanan di era krisis IMF, serial ini menangkap perjuangan dan semangat tahun 1990-an dengan penggambaran dinamika perusahaan dan keluarga, tantangan era pra-digital, dan visual sepia yang muram yang membangkitkan perasaan kehancuran dan harapan.
Lee Junho dan Kim Min Ha tampil brilian, memberikan penampilan terbaik mereka di setiap adegan, menjadikan "Typhoon Family" sebuah drama yang menyentuh hati dan tak boleh dilewatkan.
(Kebaikan Dolly Parton hingga Akhir Hayat, Rela Jadi Bahan Eksperimen Medis!)
2. A Hundred Memories
Berlatar tahun 1980-an, "A Hundred Memories" adalah kisah yang mengeksplorasi cinta, kehilangan, dan kerapuhan ingatan.
Go Young Rye (Kim Da Mi) adalah seorang pramugari bus yang bermimpi kuliah, sementara Seo Jong Hee (Shin Ye Eun), rekan kerjanya yang cerdas dan ambisius, berharap suatu hari nanti menjadi seorang Miss Korea. Sementara itu, Han Jae Pil (Heo Nam Jun) adalah cinta pertama mereka berdua, seorang pria yang dengan pesona percaya dirinya menyembunyikan rasa sakit yang terpendam. Tentu saja karena hal tersebut persahabatan mereka mengalami ketegangan tersendiri, tetapi ada sesuatu lebih dalam yang mengikat persahabatan mereka.
Yang membuat "A Hundred Memories" menjadi benar-benar menyegarkan adalah latar dan konsepnya. Kisahnya yang berakar pada kehidupan sehari-hari para wanita yang bekerja di jalur bus kota, yang dihidupkan dengan kehangatan dan realisme. Lebih dari sekadar romansa, ini adalah perayaan yang menyentuh tentang persahabatan wanita, ketahanan, dan keberanian untuk mengejar mimpi di era yang berubah dengan cepat.
Dengan nuansa nostalgia dan desain produksi tahun 1980-an yang detail dan indah, "A Hundred Memories" adalah tontonan yang lembut dan penuh nostalgia, dan sangat cocok untuk malam santai.
3. Twinkling Watermelon
"Twinkling Watermelon" adalah drama time travel yang mengharukan dan menyentuh hati. Ceritanya mengikuti Ha Eun Gyeol (Ryeoun), seorang siswi teladan di siang hari dan gitaris yang penuh gairah di malam hari. Terlahir dari orang tua tunarungu, dunia Eun Gyeol berubah total ketika ia secara tak sengaja masuk ke sebuah toko musik misterius dan mengalami transportasi kembali ke tahun 1995. Di sana, ia bertemu dengan ayahnya yang masih remaja, Ha Yi Chan (Choi Hyun Wook) seorang pemuda bersemangat yang jatuh cinta tanpa harapan pada gadis yang salah.
Untuk memperbaiki keadaan dan kembali ke zamannya sendiri, Eun Gyeol bergabung dengan band ayahnya dan menerima misi yang mustahil, yaitu membuat orang tuanya di masa depan saling jatuh cinta.
Budaya band tahun 1990-an, Walkman, jaket denim, dan mimpi analog mengubah ini menjadi perjalanan sentimental yang terasa seperti membolak-balik album foto lama dengan iringan balada musik rock.
4.
Sebuah kisah cinta yang mengharukan berlatar salah satu babak tergelap dalam sejarah Korea, "Youth of May" membawa penonton ke masa Pemberontakan Gwangju tahun 1980, di mana idealisme, keberanian, dan cinta saling berjalin. Hwang Hee Tae (Lee Do Hyun), seorang mahasiswa kedokteran yang menjanjikan, jatuh cinta pada Kim Myung Hee (Go Min Si), seorang perawat yang gigih dengan impian untuk belajar di luar negeri. Romansa mereka terungkap di tengah gejolak politik yang tegang, ketika para mahasiswa bangkit melawan rezim yang korup dan kota itu menjadi simbol harapan sekaligus kepedihan.
Didukung oleh penampilan akting yang memukau, serial ini menangkap kerapuhan cinta di masa-masa penuh gejolak. Latar tahun 1980-an, gaya vintage, dan narasi cinta yang tragis menjadikan serial drama ini sebagai periode yang sarat nostalgia, pengingat yang menyentuh tentang bagaimana cinta dan sejarah saling terkait.
5. When Life Gives You Tangerines
"When Life Gives You Tangerines" adalah sebuah ode yang menggugah namun pahit tentang cinta dan kehidupan, yang menyelimuti penonton dengan ketenangan dan kehangatannya. Kisah ini mengikuti Ae Sun (IU), seorang pemberontak yang berani dan luar biasa, dan Gwan Sik (Park Bo Gum), seorang pria tabah dan teguh, sosok yang menjadi penopang hidupnya. Saat keduanya menjalani cinta, kehilangan, patah hati, dan kebahagiaan melalui perubahan musim kehidupan di Pulau Jeju, kamu akan ikut tertawa dan menangis bersama mereka, menikmati kebahagiaan mereka dan berbagi kesedihan dengan mereka.
Sebagai kapsul waktu yang menggambarkan perubahan dekade di Korea dari surat tulisan tangan hingga telepon rotary, drama ini dipenuhi dengan melankoli berlalunya waktu. Drama ini, yang menampilkan penampilan luar biasa, menyentuh hati penonton karena penceritaannya yang jujur dan tulus. Ini adalah sebuah ode untuk ketahanan dan kelembutan kehidupan biasa serta semangat pantang menyerah yang menyatukan keluarga dalam menghadapi segala rintangan.
6. Aema
Berlatar Chungmuro tahun 1980-an, Aema adalah komedi fiksi dan jenaka yang mengintip di balik kemewahan dan gemerlap industri film Korea Selatan. Serial ini mengikuti suka duka dua aktris Hee Ran (Lee Ha Nee) yang ambisius dan Ju Ae (Bang Hyo Rin) yang bersemangat saat mereka menghadapi persaingan, penemuan jati diri, dan pembuatan Madame Aema, film dewasa yang menggemparkan negara dan selamanya mengubah lanskap sinematiknya.
Membawa kita langsung ke industri film Korea tahun 1980-an, "Aema" membayangkan kembali pembuatan film provokatif tahun 1982 "Madame Aema" sebuah tonggak budaya yang mendobrak tabu dan membentuk kembali sinema. Lee Ha Nee tampil luar biasa sebagai aktris yang berjuang untuk bertahan hidup di dunia patriarki dan sensasionalis dalam sebuah pertunjukan yang berani, lucu, dan sangat feminis.
Dari studio-studio berasap di Chungmuro hingga mode era disko, "Aema" dengan sempurna menangkap kemewahan, ketangguhan, dan pemberontakan budaya pop Korea tahun 1980-an.
(kpl/ade)
Advertisement
D Academy 8
-
Anak Selebritis Indonesia Potret Soimah Gendong Arjuna, Anak Putri Isnari Bikin Gemas di Dangdut Academy 8
