7 Drama Korea yang Mengangkat Ketidakadilan di Tempat Kerja, Kisahnya Bikin Ikut Emosi

The Auditors
Kapanlagi.com - Drama Korea bertema dunia kerja tidak selalu berkisah tentang romansa antara atasan dan bawahan atau persaingan mendapatkan promosi. Sejumlah drama justru berani memperlihatkan sisi pahit kehidupan profesional, mulai dari diskriminasi terhadap karyawan kontrak, budaya senioritas, kesenjangan gender, hingga praktik korupsi yang merugikan pekerja biasa.
Menariknya, konflik tersebut sering kali membuat penonton ikut merasakan tekanan yang dialami para karakter. Ada tokoh yang harus membuktikan kemampuannya meski dipandang sebelah mata, ada pekerja yang diperlakukan tidak adil karena statusnya, dan ada pula orang dalam perusahaan yang berusaha melawan sistem korup dari dalam. Misaeng: Incomplete Life, misalnya, menampilkan.
Bagi pencinta cerita yang realistis, penuh konflik emosional, dan menyentil persoalan sosial, tujuh drama Korea berikut menawarkan sudut pandang berbeda tentang ketidakadilan di tempat kerja. Setiap judul dilengkapi daftar pemain utama, jumlah episode, ringkasan, dan sinopsis panjang yang ditulis ulang secara orisinal untuk kebutuhan artikel. Melansir dari berbagai sumber, Selasa (13/10/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
1. 1. Misaeng: Incomplete Life (2014)

Genre: Drama perkantoran, kehidupan, sosial
Jumlah episode: 20 episode
Pemeran utama: Im Si-wan, Lee Sung-min, Kang So-ra, Kang Ha-neul, Byun Yo-han
Mengapa relevan? Drama ini memperlihatkan kerasnya dunia korporasi, terutama bagi pegawai magang dan karyawan yang tidak memiliki latar belakang pendidikan atau koneksi istimewa.
Ringkasan drama
Misaeng: Incomplete Life mengikuti kehidupan Jang Geu-rae, seorang pemuda yang pernah bercita-cita menjadi pemain baduk profesional. Setelah impiannya kandas, ia harus mencari jalan hidup lain dan akhirnya mendapatkan kesempatan bekerja sebagai pegawai magang di perusahaan perdagangan besar.
Di lingkungan kantor, Geu-rae menghadapi kenyataan bahwa kemampuan dan kerja keras saja tidak selalu cukup. Ia harus beradaptasi dengan budaya perusahaan, tuntutan atasan, persaingan antarpegawai, serta perbedaan perlakuan antara karyawan tetap dan pekerja dengan status tidak pasti.
Drama ini terasa dekat dengan kehidupan nyata karena konflik yang dihadirkan tidak selalu berbentuk kejahatan besar. Terkadang, ketidakadilan muncul lewat kesempatan yang tidak setara, penilaian berdasarkan latar belakang pendidikan, dan sistem kerja yang membuat pegawai kecil sulit menyuarakan pendapat.
Sinopsis drama
Jang Geu-rae menghabiskan sebagian besar masa mudanya untuk menekuni baduk. Namun, ketika kesempatan menjadi pemain profesional tidak kunjung datang, ia terpaksa meninggalkan dunia yang selama ini menjadi tujuan hidupnya. Berbekal rekomendasi dan kesempatan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya, Geu-rae memasuki dunia kerja sebagai pegawai magang di One International.
Sejak hari pertama, Geu-rae menyadari bahwa dirinya berbeda dari rekan-rekan satu angkatan. Mereka memiliki pendidikan yang lebih tinggi, pengalaman yang lebih sesuai, dan kemampuan berkomunikasi yang lebih baik. Sementara itu, ia harus mengejar ketertinggalan sambil berusaha memahami istilah bisnis, prosedur perusahaan, serta ekspektasi para seniornya.
Perjalanan Geu-rae semakin menantang ketika ia ditempatkan di tim penjualan yang dipimpin Oh Sang-shik. Sang-shik dikenal tegas dan berorientasi pada hasil, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap anggota timnya. Bersama rekan-rekannya, Geu-rae perlahan belajar menghadapi tekanan, konflik kepentingan, dan keputusan perusahaan yang tidak selalu berpihak kepada pekerja.
Ketika masa magangnya menjadi penentu masa depan, ia harus menghadapi kenyataan bahwa kerja keras tidak otomatis menjamin posisi yang aman. Melalui pengalaman tersebut, Misaeng menunjukkan bagaimana sistem kerja dapat membuat seseorang merasa tidak berharga, sekaligus menggambarkan perjuangan mempertahankan martabat di tengah persaingan profesional.
(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)
2. 2. Radiant Office (2017)
Genre: Komedi, drama perkantoran, kehidupan
Jumlah episode: 16 episode
Pemeran utama: Ko Ah-sung, Ha Seok-jin, Lee Dong-hwi, Kim Dong-wook, Hoya (Lee Ho-won), dan Han Sun-hwa.
Ringkasan drama
Radiant Office mengangkat kehidupan pekerja kontrak yang harus berjuang mendapatkan pekerjaan tetap di tengah persaingan dunia kerja. Ceritanya menyoroti ketidakpastian karier, tekanan dari atasan, dan sistem perusahaan yang sering kali membuat karyawan berada dalam posisi tidak berdaya.
Sinopsis drama
Eun Ho-won telah berkali-kali mengalami kegagalan saat melamar pekerjaan. Penolakan demi penolakan membuatnya kehilangan kepercayaan diri dan merasa masa depannya semakin suram. Setelah sebuah kejadian yang mengguncang hidupnya, ia memperoleh kesempatan bekerja sebagai pegawai kontrak di sebuah perusahaan furnitur.
Kesempatan tersebut seharusnya menjadi awal kehidupan yang lebih baik. Namun, Ho-won segera menyadari bahwa mendapatkan pekerjaan hanyalah langkah pertama. Ia masih harus membuktikan kemampuannya kepada atasan, menghadapi rekan kerja yang kompetitif, serta menerima kenyataan bahwa status kontrak membuat posisinya jauh lebih rentan dibandingkan pegawai tetap.
Di kantor, Ho-won bertemu Seo Woo-jin, seorang manajer yang dikenal tegas dan tidak mudah menunjukkan simpati. Hubungan keduanya diwarnai berbagai perselisihan, terutama ketika cara pandang mereka mengenai pekerjaan dan tanggung jawab tidak sejalan. Pada saat bersamaan, Ho-won juga menjalin hubungan dengan sesama pekerja yang sama-sama berusaha mempertahankan pekerjaan mereka.
Ketidakadilan dalam drama ini terlihat melalui perbedaan keamanan kerja, kesempatan promosi, dan perlakuan terhadap pegawai berdasarkan status mereka. Ho-won dan rekan-rekannya harus membuktikan bahwa pekerja kontrak juga memiliki kemampuan serta harga diri yang patut dihormati. Perjalanan mereka menggambarkan betapa melelahkannya bertahan di tempat kerja ketika masa depan seolah selalu bergantung pada keputusan orang lain.
3. 3. The Queen of Office (2013)

Judul alternatif: The Queen of the Workplace
Genre: Komedi, drama perkantoran
Jumlah episode: 16 episode
Pemeran utama: Kim Hye-soo, Oh Ji-ho, Jung Yu-mi, Lee Hee-joon, Jeon Hye-bin, dan Jo Kwon.
Ringkasan drama
Drama ini menyoroti kesenjangan antara pekerja kontrak dan pegawai tetap. Tokoh utamanya, Ms. Kim, merupakan pekerja sementara dengan keterampilan luar biasa yang menolak diperlakukan semena-mena hanya karena status pekerjaannya.
Sinopsis drama
Ms. Kim merupakan sosok pekerja yang sulit ditebak. Ia memiliki kemampuan untuk mengerjakan berbagai jenis pekerjaan dengan sangat baik, memahami tanggung jawabnya, dan menetapkan batasan yang jelas terhadap kehidupan profesionalnya. Berbeda dari banyak pekerja yang rela mengorbankan segala hal demi promosi, ia tidak menjadikan jabatan tetap sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.
Kehadirannya di perusahaan mempertemukannya dengan Jang Kyu-jik, seorang lulusan MBA dari Amerika Serikat yang direkrut untuk membantu memperbaiki kinerja perusahaan. Kyu-jik percaya bahwa sistem kerja harus berjalan berdasarkan target, kedisiplinan, dan hierarki yang jelas. Sikapnya sering berbenturan dengan prinsip Ms. Kim yang tidak mau tunduk begitu saja pada aturan yang dianggapnya tidak adil.
Konflik semakin menarik ketika perbedaan status karyawan mulai memengaruhi hubungan antarrekan kerja. Pegawai tetap memiliki keuntungan berupa kepastian pekerjaan dan peluang karier yang lebih jelas, sedangkan pekerja kontrak harus terus membuktikan kelayakan mereka meskipun menjalankan tanggung jawab yang tidak kalah berat.
Melalui karakter Ms. Kim, drama ini mempertanyakan anggapan bahwa pekerja kontrak memiliki kedudukan lebih rendah daripada pegawai tetap. Ceritanya juga menyentil kebiasaan perusahaan yang menuntut loyalitas tinggi dari karyawan, tetapi belum tentu memberikan perlindungan dan penghargaan yang sepadan. Perpaduan komedi dan kritik sosial membuat persoalan ketidakadilan kerja terasa tajam tanpa kehilangan sisi menghiburnya.
4. 4. Agency (2023)
Genre: Drama perkantoran, persaingan, politik perusahaan
Jumlah episode: 16 episode
Pemeran utama: Lee Bo-young, Son Na-eun, Cho Seong-ha, Han Joon-woo, dan Jeon Hye-jin.
Ringkasan drama
Agency mengikuti perjalanan Go A-in, seorang perempuan yang berusaha mencapai posisi eksekutif tertinggi di agensi periklanan. Ia menghadapi persaingan internal, prasangka terhadap latar belakangnya, dan struktur kekuasaan perusahaan yang tidak selalu memberikan kesempatan secara adil.
Sinopsis drama
Go A-in tumbuh dari latar belakang keluarga sederhana dan tidak memiliki gelar dari universitas bergengsi. Ia memasuki dunia periklanan dengan tekad untuk membuktikan bahwa kemampuan profesional tidak semestinya ditentukan oleh asal-usul seseorang. Melalui kerja keras dan kecermatan membaca kebutuhan klien, A-in membangun reputasi sebagai pekerja yang mampu menghasilkan kampanye iklan berkualitas tinggi.
Namun, keberhasilan tersebut tidak serta-merta membuatnya diterima oleh semua orang. Di perusahaan tempatnya bekerja, kemampuan bukan satu-satunya faktor yang menentukan masa depan karyawan. Hubungan keluarga, kepentingan pemegang saham, dan strategi para petinggi turut memengaruhi siapa yang memperoleh kekuasaan.
Ketika A-in mendapatkan kesempatan menduduki posisi eksekutif, ia harus berhadapan dengan berbagai kepentingan yang saling bertentangan. Ada pihak yang menganggap pengangkatannya sebagai kesempatan untuk menguji kemampuannya, tetapi ada pula yang melihatnya sebagai ancaman terhadap posisi mereka sendiri. Ia dituntut menghasilkan pencapaian besar dalam waktu terbatas sekaligus menghadapi upaya pihak lain untuk menjatuhkannya.
Perjuangan A-in memperlihatkan bagaimana perempuan dapat menghadapi hambatan berlapis di lingkungan korporasi. Ia tidak hanya harus bekerja lebih keras untuk membuktikan kompetensinya, tetapi juga berhadapan dengan standar ganda dan politik kantor. Drama ini menyoroti kenyataan bahwa kesempatan karier terkadang ditentukan oleh siapa yang memiliki kuasa, bukan semata-mata oleh siapa yang paling layak mendapatkannya.
5. 5. The Auditors (2024)

Judul Korea: 감사합니다 (Thank You)
Genre: Drama perkantoran, investigasi, kriminal
Jumlah episode: 12 episode
Pemeran utama: Shin Ha-kyun, Lee Jung-ha, Jin Goo, Jo A-ram, dan Jung Moon-sung.
Ringkasan drama
Berlatar perusahaan konstruksi JU Construction, drama ini mengikuti tim audit yang menyelidiki korupsi dan berbagai penyimpangan di tempat kerja. Konfliknya mencakup penyalahgunaan wewenang, manipulasi kepentingan, dan upaya menutupi kesalahan demi melindungi kedudukan.
Sinopsis drama
Shin Cha-il mulai bekerja sebagai pemimpin tim audit di JU Construction, sebuah perusahaan yang memiliki berbagai persoalan internal. Ia dikenal sebagai penyelidik yang dingin, teliti, dan tidak mudah mempercayai orang lain. Baginya, setiap laporan harus diperiksa berdasarkan bukti, bukan berdasarkan jabatan atau kedekatan personal.
Di timnya, Cha-il bekerja bersama Goo Han-soo, pegawai baru yang memiliki sifat ramah dan cenderung mudah mempercayai orang lain. Han-soo awalnya memilih tim audit karena berharap dapat memperoleh kesempatan pindah ke kantor cabang di Florida. Akan tetapi, pekerjaannya bersama Cha-il membuatnya memahami bahwa penyelidikan internal memiliki peran penting dalam melindungi perusahaan dan para pekerja dari praktik yang merugikan.
Mereka menghadapi kasus-kasus yang melibatkan dugaan penyimpangan anggaran, pelanggaran prosedur, dan kecelakaan kerja. Di balik setiap persoalan, terdapat individu yang mencoba menghindari tanggung jawab atau menggunakan kedudukan mereka untuk memengaruhi jalannya pemeriksaan. Tim audit pun harus menghadapi tantangan ketika orang-orang yang diperiksa memiliki pengaruh lebih besar daripada mereka.
Salah satu konflik utama berkaitan dengan perebutan kekuasaan di jajaran pimpinan perusahaan. Hwang Dae-woong, wakil presiden JU Construction, memiliki ambisi besar untuk menjadi presiden perusahaan. Kepentingan tersebut membuat proses pengawasan tidak sekadar menjadi urusan administrasi, tetapi juga bagian dari pertarungan kekuasaan.
Drama ini relevan dengan tema ketidakadilan di tempat kerja karena memperlihatkan bagaimana pelanggaran bisa terus berlangsung ketika pengawasan lemah dan orang-orang berkuasa merasa kebal terhadap konsekuensi. Di sisi lain, cerita ini menunjukkan pentingnya keberanian mengungkap kebenaran meskipun pelakunya memiliki jabatan tinggi.
6. 6. Hot Stove League (2019–2020)
Genre: Drama olahraga, manajemen, kehidupan profesional
Jumlah episode: 16 episode
Pemeran utama: Namkoong Min, Park Eun-bin, Oh Jung-se, Jo Byeong-kyu, dan Son Jong-hak.
Ringkasan drama
Berlatar organisasi tim bisbol profesional Dreams yang selalu berada di posisi terbawah liga, drama ini memperlihatkan sisi bisnis olahraga yang jarang terlihat. Persoalan yang diangkat mencakup keputusan manajemen, konflik kepentingan, persaingan jabatan, dan perlakuan terhadap orang-orang yang bekerja di balik layar.
Sinopsis drama
Baek Seung-soo ditunjuk sebagai manajer umum baru tim bisbol Dreams, sebuah tim yang memiliki sejarah panjang kegagalan. Penunjukannya menimbulkan banyak pertanyaan karena ia bukan sosok yang dikenal memiliki pengalaman sukses dalam membangun tim bisbol. Namun, Seung-soo memiliki rekam jejak memimpin organisasi olahraga lain dan dikenal sebagai seseorang yang berani mengambil keputusan tidak populer.
Di lingkungan barunya, ia bertemu Lee Se-young, manajer operasional yang telah lama bekerja untuk Dreams dan memiliki ikatan emosional kuat dengan tim tersebut. Se-young memahami bahwa memperbaiki performa tim bukan pekerjaan sederhana. Banyak pemain dan staf yang sudah bertahun-tahun berjuang, sementara organisasi justru terbebani masalah internal yang tidak kunjung terselesaikan.
Seung-soo mulai menyusun perubahan besar, mulai dari mengevaluasi pemain, meninjau kebijakan perekrutan, hingga mempertanyakan keputusan manajemen sebelumnya. Setiap langkah memunculkan perlawanan dari orang-orang yang merasa kepentingannya terancam. Keputusan yang secara profesional dianggap perlu terkadang berbenturan dengan hubungan personal, kepentingan bisnis, dan kebiasaan lama organisasi.
Di balik pertandingan dan strategi olahraga, drama ini menampilkan pekerja yang berusaha mempertahankan profesionalisme ketika masa depan mereka dipertaruhkan oleh keputusan pimpinan. Staf yang bekerja keras belum tentu memiliki suara yang kuat, sementara pihak yang berkuasa dapat menentukan nasib banyak orang.
Hot Stove League tidak secara khusus berpusat pada diskriminasi pegawai kontrak, tetapi sangat relevan dengan ketidakadilan dalam organisasi. Drama ini memperlihatkan betapa sulitnya memperbaiki sistem ketika perubahan harus berhadapan dengan ego, kepentingan, dan struktur kekuasaan yang sudah mengakar.
7. 7. Kkondae Intern (2020)

Genre: Komedi, drama perkantoran, balas dendam
Jumlah episode: 12 episode utama
Pemeran utama: Park Hae-jin, Kim Eung-soo, Han Ji-eun, Park Ki-woong, dan Park Ah-in.
Ringkasan drama
Kkondae Intern mengangkat budaya senioritas yang berlebihan di lingkungan kerja. Ceritanya berpusat pada seorang pegawai yang pernah diperlakukan buruk oleh atasannya, tetapi kemudian justru menjadi atasan bagi orang yang sama. Situasi tersebut membuka persoalan mengenai perundungan verbal, penyalahgunaan jabatan, dan siklus perlakuan buruk antargenerasi pekerja.
Sinopsis drama
Ga Yeol-chan memulai kariernya sebagai pegawai baru di sebuah perusahaan makanan. Ia berharap dapat berkembang melalui kerja keras, tetapi kenyataan yang dihadapinya jauh dari harapan. Atasannya, Lee Man-sik, merupakan sosok senior yang keras, kaku, dan gemar menggunakan pengalaman serta kedudukannya untuk mengendalikan bawahan.
Hari-hari Yeol-chan dipenuhi tekanan. Ia harus menghadapi kritik yang merendahkan, tuntutan yang tidak masuk akal, dan budaya kantor yang menempatkan senior seolah-olah selalu benar. Pengalaman tersebut membuatnya kehilangan semangat hingga akhirnya memutuskan meninggalkan perusahaan dan mencari kesempatan baru.
Setelah berpindah tempat kerja, Yeol-chan membangun kariernya kembali. Berkat ide dan kerja kerasnya, ia berhasil memperoleh posisi yang lebih tinggi. Namun, keadaan berubah ketika Lee Man-sik justru masuk ke perusahaan yang sama sebagai pegawai magang senior di bawah pengawasannya.
Pertemuan tersebut membalik hubungan kekuasaan yang sebelumnya mereka miliki. Yeol-chan kini mempunyai kesempatan untuk membalas perlakuan yang pernah diterimanya, sementara Man-sik harus menghadapi kenyataan bahwa usia dan masa kerja tidak otomatis memberinya hak untuk mengendalikan orang lain.
Konflik keduanya mengungkap persoalan yang lebih luas tentang budaya kerja toksik. Seseorang yang pernah menjadi korban bisa saja mengulangi perilaku serupa ketika memperoleh kekuasaan. Karena itu, drama ini tidak hanya berbicara tentang balas dendam, tetapi juga tentang pilihan untuk memutus siklus perundungan dan membangun hubungan kerja yang lebih manusiawi.
8. Pertanyaan & Jawaban Seputar Drama Korea yang Mengangkat Ketidakadilan di Tempat Kerja
1. Apa drama Korea terbaik tentang ketidakadilan di tempat kerja?
Misaeng: Incomplete Life menjadi salah satu pilihan terbaik karena menggambarkan perjuangan pegawai magang, persaingan karier, kesenjangan status karyawan, dan tekanan dari lingkungan korporasi secara realistis.
2. Drama Korea apa yang menceritakan diskriminasi terhadap pekerja kontrak?
Radiant Office dan The Queen of Office mengangkat persoalan pekerja kontrak yang menghadapi ketidakpastian pekerjaan, keterbatasan kesempatan karier, serta perbedaan perlakuan dibandingkan pegawai tetap.
3. Apa drama Korea yang mengangkat ketidakadilan terhadap perempuan di tempat kerja?
Agency menyoroti perjuangan perempuan dalam lingkungan korporasi yang kompetitif. Drama ini memperlihatkan bagaimana bias gender, politik kantor, dan perebutan kekuasaan dapat menjadi hambatan dalam perjalanan karier perempuan.
4. Drama Korea apa yang membahas korupsi dan penyalahgunaan jabatan di perusahaan?
The Auditors merupakan pilihan yang tepat. Drama ini mengikuti tim audit internal yang menyelidiki berbagai penyimpangan, dugaan korupsi, dan penyalahgunaan wewenang di perusahaan konstruksi.
5. Apa drama Korea tentang atasan yang bersikap buruk kepada bawahannya?
Kkondae Intern mengangkat budaya senioritas berlebihan dan perlakuan buruk dari atasan. Ceritanya menarik karena hubungan kekuasaan kedua tokoh utama berubah ketika mantan atasan justru menjadi bawahan.
(kpl/iya)
Advertisement












































