Belum Lulus Sensor, LSF Minta Netflix Patuhi UU Perfilman

Selasa, 12 Januari 2016 07:52 Penulis: Rahmi Safitri
Belum Lulus Sensor, LSF Minta Netflix Patuhi UU Perfilman Netflix © qizmodo.com
Kapanlagi.com - Munculnya layanan Netflix di Indonesia menjadi pekerjaan rumah Lembaga Sensor Film (LSF) dibawah kepemimpinan Ahmad Yani Basuki. Usai dilantik, bersama dengan 16 anggota lain LSF rapatkan barisan untuk membahas keberadaan layanan tersebut.

Dari hasil pantauan LSF usai melihat beberapa list film yang ada di Netflix, ada beberapa film yang tidak layak tayang di Indonesia, meski secara streaming sekali pun. Padahal lulus sensor adalah salah satu syarat film bisa dinikmati penonton Indonesia.

"Ada yang pernah kami tolak sensornya saat akan tayang di bioskop," kata Ahmad Yani di Gedung Film, MT. Haryono, Jakarta Selatan, Senin (11/1).

Film atau serial televisi yang disajikan Netflix memang tidak melalui proses sensor oleh LSF. Ahmad Yani menjelaskan, bahwa dalam Undang-undang nomor 33 tahun 2009 tentang Perfilman disebutkan, bahwa tiap film yang akan disaksikan oleh khalayak harus memiliki surat tanda sensor dari LSF.

Beberapa film yang bisa disaksikan di Netflix © blogs.indiewire.comBeberapa film yang bisa disaksikan di Netflix © blogs.indiewire.com

Sementara, Netflix yang merupakan perusahaan teknologi asal Amerika Serikat itu belum mengajukan permohonan sensor untuk film-film yang akan disaksikan oleh masyarakat Indonesia. Sampai sekarang belum diketahui kapan rencana Netflix akan mengajukan permohonan.

"Terkait konten, sekali lagi kita ingatkan bahwa Undang-Undang tentang perfilman telah diatur dan ditegaskan. Setiap film dan iklan film yang akan diedarkan wajib peroleh tanda lulus sensor, diterbitkan LSF setelah penilitian terhadap film dan iklan film tersebut," paparnya.

"Tanpa memenuhi ketentuan tersebut, kami akan merekomendasikan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memblokir layanan tersebut," pungkasnya.

(kpl/hen/pit)

Editor:

Rahmi Safitri


REKOMENDASI
TRENDING